Lima Alasan Wanita Karier Berhenti dari Pekerjaan Impian | Qerja

Lima Alasan Wanita Karier Berhenti dari Pekerjaan Impian

Eka Utami, 2 weeks ago
Lima Alasan Wanita Karier Berhenti dari Pekerjaan Impian

Ada banyak alasan untuk berhenti dari sebuah pekerjaan. Tapi, jika Anda harus memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan impian, maka hal itu adalah ketetapan hati yang berat. Bagi wanita karier, penyebab berhenti dari pekerjaan idaman bisa lebih spesifik. Berikut lima alasan wanita karier berhenti dari pekerjaan impian seperti disarikan dari situs Fairygodboss.

Sulit mendapatkan promosi

Jika ada seorang wanita yang berhasil duduk di kursi pimpinan, sesungguhnya dia sangat hebat. Mungkin dia adalah satu dari sedikit wanita yang mendapat kesempatan itu. Bisa jadi, wanita itu telah berjuang sangat keras untuk mendapatkan promosi dibandingkan pegawai lainnya.

Dalam dunia profesional, hanya sedikit wanita yang mendapatkan promosi, kesempatan untuk berinteraksi dengan pegawai senior, dan kenaikan gaji yang signifikan. Meskipun ada seorang wanita yang berhasil menjadi manajer, ada anggapan bahwa dia adalah orang yang “bossy” atau “agresif”. Kalau begini caranya, betapa pun wanita karier mencintai pekerjaannya, maka ada batas di mana ia bisa bersabar. Sebab, pada dasarnya, semua karyawan ingin usahanya selama bekerja dihargai dan mendapat pengakuan.

Tunjangan selama cuti bersalin yang tidak adil

Memang, tidak semua wanita berencana menjadi ibu, tapi kesempatan dan tunjangan selama cuti bersalin yang cukup bisa menjadi dasar untuk wanita bertahan atau meninggalkan pekerjaan impiannya di satu perusahaan. Jika perusahaan memberlakukan pemotongan gaji yang terlalu besar bagi pegawai wanita yang cuti melahirkan, maka hal itu akan sulit diterima. Wanita karier hanya ingin mendapat keadilan selama beberapa bulan pertama kehidupan bayinya. Toh, para ibu baru ini akan kembali ke kantor dan tetap bertanggung jawab atas tugas-tugasnya.

Ketidaksetaraan penghasilan

Ketimpangan upah antara pria dan wanita di dunia kerja adalah alasan umum lainnya untuk pergi meninggalkan pekerjaan di perusahaan impian. Mungkin Anda juga sering menemukan kasus di mana pegawai pria dan wanita yang melakukan pekerjaan yang sama, namun dengan bayaran yang berbeda. Sebenarnya, sebagian orang sudah cukup bersabar menghadapi hal ini. Mereka menunggu perubahan kebijakan kantor di tahun-tahun berikutnya. Namun, jika perusahaan tidak kunjung menghilangkan ketidakadilan terkait penghasilan pegawai wanita dan pria, maka akhirnya wanita karier pun tidak bisa bertahan dan mencari kesempatan kerja di kantor lain.

Lingkungan kerja

Ada wanita yang tertarik bekerja di bidang yang banyak digeluti pria, misalnya teknologi. Jadi, saat bekerja di satu perusahaan, maka ia akan menemukan satu ruangan yang diisi oleh para pegawai pria. Dia harus bisa bergaul dengan rekan kerja pria yang mungkin memiliki sensitivitas yang berbeda. Terkadang hal ini bisa mengganggu. Untuk itu, sebaiknya perusahaan menciptakan lingkungan kerja yang seimbang. Dengan memberi kesempatan kerja pada lebih banyak kandidat wanita, maka akan tercipta tim kerja dengan anggota yang beragam. Kondisi ini akan meningkatkan produktivitas tim dan pada akhirnya mengurangi risiko kehilangan karyawan wanita yang bertalenta.

Pelecehan

Wanita akan meninggalkan pekerjaan yang dicintai karena lingkungan kerja yang tidak bersahabat, misalnya saat mengalami pelecehan verbal atau seksual. Perilaku tidak pantas yang dilakukan atasan dan rekan kerja akan membuat pegawai wanita tidak nyaman di kantor. Jadi, manajemen harus berusaha mencegah tindakan pelecehan di kantor, membuat aturan tegas, dan memberi tindakan pada pelaku pelecehan di tempat kerja.

Sebenarnya, wanita karier tidak menuntut macam-macam pada perusahaan. Wanita karier hanya ingin diperlakukan setara dengan karyawan pria. Sebaiknya manajemen memahami hal itu demi memertahankan karyawan wanita berkualitas. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr

Baca juga:



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next