Working Mom Memilih Kerja di Startup? Mengapa Tidak? | Qerja

Working Mom Memilih Kerja di Startup? Mengapa Tidak?

Eka Utami, 2 months ago
Working Mom Memilih Kerja di Startup? Mengapa Tidak?

Di sebuah keluarga dengan dua orangtua yang bekerja, biasanya ibu yang mendapat telepon pertama jika terjadi masalah di rumah. Hal ini bukan berarti para ayah tidak mendukung kehidupan rumah tangga. Tapi, biasanya ibu yang bisa membuat keputusan harian penting terkait keluarga, anak-anak dan sekolah dengan cepat.

Tipe orang yang bisa membuat keputusan cepat namun bijaksana seperti ini biasanya cocok bekerja di perusahaan startup. Jadi, para ibu bekerja seharusnya tidak perlu cemas jika harus bergabung dengan perusahaan yang digawangi oleh anak-anak muda ini. Berikut beberapa alasan mengapa working mom sangat bisa memilih perusahaan startup sebagai tempat bekerja seperti disarikan dari situs Working Mother.

Punya passion di bidang yang digeluti perusahaan startup dan inovasi. Sebagai ibu, Anda dituntut kreatif dalam segala hal. Anda mampu menciptakan kostum unik untuk acara anak-anak, dan membuat pesta ulang tahun yang meriah di rumah. Perusahaan startup memerlukan karyawan kreatif seperti Anda. Karyawan yang bisa memanfaatkan sumber daya terbatas dan menciptakan hasil karya yang orisinil. Karyawan yang bisa menemukan cara kerja baru yang lebih baik dari yang pernah dilakukan sebelumnya. Apalagi, Anda dikelilingi oleh rekan kerja lain yang juga bersemangat mengerjakan tugasnya.

Bersedia mengambil risiko. Banyak ibu yang telah mengambil risiko dalam hidupnya: memutskan menjadi orangtua, memimpin komite orangtua murid di sekolah anak, mengemudi dan melalui tempat parkir di sekolah. Sebagai karyawan startup, Anda juga akan ditantang untuk menghadapi berbagai risiko seperti mengambil keputusan untuk membuka pasar baru, mendapatkan pelanggan, bahkan ikut menentukan arah kesuksesan perusahaan secara keseluruhan.

Mampu mengesampingkan ego dan politik. Tidak ada yang menyukai gaya kerja birokrasi yang lamban. Startup tidak sempat menunggu 15 orang menyetujui satu keputusan. Biasanya, isu kritis di perusahaan startup bisa langsung diselesaikan dengan bicara dengan anggota tim. Seorang ibu bekerja sangat bisa terbiasa dengan cara kerja seperti ini. Working mom sudah sering diminta mengambil keputusan cepat yang bijak, apalagi jika mempertimbangkan kebutuhan anak.

Tetapi, mungkin ada sebagian ibu yang masih ragu untuk memilih bekerja di perusahaan startup. Working mom yang telah lama bekerja di perusahaan mapan, merasa lebih baik bekerja di kantor yang tidak menyenangkan daripada pindah ke perusahaan startup. Biasanya, ibu bekerja ini dipengaruhi berbagai mitos tentang perusahaan startup.

Mitos 1: Startup tidak memberikan stabilitas

Pada zaman sekarang, dinamika di dunia bisnis semakin cepat. Tidak ada perusahaan yang menjamin stabilitas. Bahkan, Yahoo! yang dianggap perusahaan mapan saja memutuskan memecat sebagian pegawai karena perubahan teknologi, pergeseran prioritas dan fluktuasi kondisi pasar. Mungkin Anda melihat karyawan di perusahaan startup sering beralih mencari peluang lain di luar perusahaan. Hal itu karena mereka terbiasa membuat keputusan  cepat dibandingkan pegawai perusahaan besar.

Sebagian besar perusahaan menghargai karyawan yang menunjukkan kinerja baik. Hal ini berlaku untuk perusahaan besar maupun startup. Memang, ada beberapa kekurangan bekerja di startup seperti besaran gaji, tunjangan, cuti hamil, dan fasilitas perusahaan yang mungkin tidak sebaik perusahaan yang lebih mapan. Mungkin hal ini tidak menarik buat Anda yang mencari stabilitas.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next