Dari Retail ke Properti: Menelusuri Perjalanan Karir Frances Jaclyn Halim | Qerja

Dari Retail ke Properti: Menelusuri Perjalanan Karir Frances Jaclyn Halim

Qerja, 1 year ago
Dari Retail ke Properti: Menelusuri Perjalanan Karir Frances Jaclyn Halim

Sukses mengukir nama di industri retail, kini Frances Jaclyn Halim menjajak sektor properti dengan Agung Podomoro Land, bertanggung jawab penuh atas divisi Marketing di mall Senayan City. Tim Qerja menelusuri kesehariannya sebagai General Manager Marketing and Promotion di Agung Podomoro Land, strateginya untuk Senayan City, serta tips suksesnya di bidang marketing dan retail.

Bisa Anda ceritakan sedikit perjalanan karier Anda beberapa tahun belakangan ini?
Saya baru bergabung dengan perusahaan ini kurang dari 2 bulan. Sebelumnya saya bersama dengan Metrox dan saya bertanggung jawab untuk 15-20 brands, kebanyakan internasional, beberapa lagi lokal, inhouse brand seperti Wakai, The Little Things She Needs, dan yang lainnya. Wakai saya mulai dari brainstorming dengan bos untuk ide-ide baru, strategi sales, sampai expansion hingga 50 toko yang ada di Singapore, Malaysia, Filipina, dan Taiwan. Ketika saya di Metrox, saya adalah chief operation untuk inventory dan lain-lain. Setelah 3 tahun, saya dipromosikan menjadi Chief Marketing. Marketing harus di-centralized, baik segi PR events, aktivitas, dan lain. Tadinya saya cuma handle 10 international brands. Setelah 4 tahun, banyak sekali tantangannya. Sebelum itu, saya juga bekerja di X (SML) selama 8-9 tahun, jadi basically pengalaman saya di retail sudah ada 13-14 tahun.

Kenapa sekarang di Senayan City? Saat itu saya juga terlibat dengan iconography Kuningan City yang satu grup dengan Agung Podomoro Land (APL) dan saya punya hubungan baik dengan Pak Veri Setiady yang sekarang menjabat VP APL. Dia memberikan saya kesempatan untuk handle seluruh Senayan city dengan tujuan untuk revamping sehingga menjadi upscale. Kita akan sort medium brand yang memiliki demand tinggi, membaguskan high end brand dan service-nya. Jadi kami akan melakukan revamping hampir 80%. Itu pekerjaan saya sekarang. If you don’t change, orang-orang akan pindah ke mall lain.

Mengapa pindah dari retail ke properti?
Ketika saya di Metrox, saya sering sekali traveling. Terkadang di satu kota hanya beberapa jam. Saya merasa sudah cukup traveling. Walau saya sangat menyukai travelling, saya merasa sudah too much. Saya ingin settle down, tapi saya juga ingin tetap punya waktu untuk travel, jadi sesekali saya akan pergi ke Bandung atau Bali. Selain itu, bagi saya ini adalah sebuah tantangan. Tadinya saya tenant, sekarang saya landlord. Sekarang saya dapat melihat apa yang terjadi di balik layar.

Sebetulnya dari kecil saya ingin menjadi seorang director, untuk bekerja di gedung besar. Jadi saya sudah mencapai itu dengan Agung Podomoro. Kenapa nggak yang lain? Saat itu saya juga banyak mendapat tawaran lain dari perusahaan di industri retail. Tapi menurut saya, itu nggak fair, karena tadinya saya mungkin menjatuhkan kompetitor saya. Masa saya nanti bekerja untuk mereka? Lebih baik saya langsung lompat ke field lain.

Bagaimana keseharian Anda di Senayan City?
Ketika saya mulai di Senayan City, saya punya beberapa peran, Marketing and Promotion dan CRM. Marketing di properti adalah leasing, sementara promotion adalah aktivitas, campaign dari Januari sampai Desember: apa saja aktivitas yang bisa mendatangkan traffic untuk Senayan City. Sementara CRM lebih ke loyalty program, jadi kita bisa memonitor aktivitas belanja pelanggan. Kita punya bentuk apresiasi yang namanya Infinity Card dengan sistem pengumpulan poin yang bisa diganti hadiah dari Senayan City. Kita juga perlu campaign untuk Infinity card, jadi banyak sekali yang saya lakukan.

Jadi bagaimana Anda akan melakukannya?
Ini masih baru, jadi saya akan mengubah budayanya karena mereka semua sekarang berada di comfort zone. Saya harus branding dulu karena belum ada branding-nya, lalu dilanjutkan dengan menggunakan communication tools untuk mengenalkannya kepada customer. Kita juga akan spread ke social media dan kita juga akan bekerja sama dengan tenants.

Karakter apa yang Anda cari untuk seorang pegawai?
Saya suka yang gesit, dinamis, penuh ide, kreatif. Hal pertama yang saya perhatikan adalah eye contact. Kedua, waktu ngomong, mereka harus fokus. Selain itu saya juga sangat percaya dengan zodiak. Mungkin karena zodiak itu lebih ke karakter, jadi dengan mengetahui zodiaknya, kira-kira saya tahu orang ini modelnya bagaimana dan saya bisa mengira-ngira karakter orang ini seperti apa. Saya sendiri Gemini dan kebanyakan Gemini itu workaholic

Apa Anda menganggap diri sendiri sebagai risk taker?
Ya, saya adalah risk taker. Saya suka sesuatu yang out of the box. Saya tidak suka rutinitas. Seperti misalnya, walau saya sudah di-brief sama tim tentang rencana mereka untuk Januari dan lain-lain, tapi saya tolak semua karena itu rutinitas mereka. Saya tidak mau rutinitas. Saya ingin sesuatu yang berbeda.


Related Posts

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami


Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami