Profesi Para Pahlawan Nasional | Qerja

Profesi Para Pahlawan Nasional

Eka Utami, 10 months ago
Profesi Para Pahlawan Nasional

Banyak pahlawan yang berjuang dengan mengangkat senjata. Namun, ada pula pahlawan yang melawan penjajah dengan cara berbeda. Mereka menggunakan keahlian di bidang ilmu tertentu untuk membantu perjuangan. Berikut profesi para pahlawan nasional dan cerita tentang cara mereka mendukung perjuangan Indonesia.

  

Herman Johannes, Insinyur, ahli fisika dan kimia

Herman Johannes adalah seorang insinyur yang lulus Technische Hooge School di Bandung pada 1946. Berdasarkan catatan merdeka.com, dia ahli dalam bidang kimia dan fisika sehingga sering diminta untuk merakit senjata api dan membuat detonator dan alat peledak untuk membantu pemuda pejuang. Kepiawaiannya terdengar hingga telinga Kepala Staf Umum Kementerian Keamanan Rakyat Letjen Urip Sumohardjo. Markas Tertinggi Tentara di Yogyakarta pun meminta Herman membangun laboratorium persenjataan.

Pada masa Agresi Militer Belanda, Herman pun mendukung perjuangan TNI dengan membantu memblokade gerak pasukan asing. Dia memasang bom di bawah jembatan kereta api Sungai Progo. Atas sumbangsihnya pada negeri, Herman dianugerahi gelar pahlawan nasional pada 2009.

Arie Frederik Lasut, Geolog

Arie Frederik Lasut adalah Geolog Indonesia pada masa perang merebut dan memertahankan kemerdekaan. Menurut merdeka.com Setelah Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia, A.F. Lasut bersama rekan-rekannya mengambil alih kantor Sangyobu Chishitsuchosacho yang dari tangan Jepang. Aksi perlawanan ini juga terjadi ke daerah lain. Para pemuda Indonesia menduduki kawasan pertambangan yang tadinya dikuasai pihak asing.

Lasut dan kawan-kawannya lalu mendirikan Pusat Djawatan Tambang dan Geologi. Ketika memimpin lembaga ini, Lasut membuat aturan yang mengharuskan semua perusahaan pertambangan berada di bawah pengawasan Pusat Djawatan Tambang dan Geologi. Belanda melihat geolog ini adalah orang yang sangat pandai dan sekaligus berbahaya jika berada di pihak yang berseberangan. Mereka meminta Lasut untuk bekerjasama. Lasut menolak ajakan itu. Akhirnya Lasut diculik dan ditembak mati oleh Belanda pada 7 Mei 1949.

Moestopo, Dokter Gigi

Situs merdeka.com mencatat nama lengkap Moestopo adalah Mayor Jenderal TNI Purnawirawan Profesor Dr. Moestopo, Os.Orth.Opdent.Prosth. Pedo/D.H.Ed. Biol.Panc.  Gelar di depan namanya menunjukkan bahwa dia tentara. Sementara rentetan titel di belakang berarti dia adalah ahli bedah rahang mulut, perawatan gigi, pengawetan gigi, kesehatan gigi masyarakat, hingga gigi palsu. Selain itu, dia juga menguasai bidang ilmu biologi. Dia bisa menggunakan ilmu pengetahuannya yang bisa digunakan kepentingan perjuangan.

Berdasarkan catatan sejarahtni.org, pada 1942 Moestopo diangkat menjadi Wakil Dekan Sekolah Tinggi Kedokteran Gigi dan Asisten Dosen Bagian Bedah Mulut Rumah Sakit Tentara Jepang di Surabaya. Di tempat ini, Moestopo pernah melakukan penelitian tentang senjata bambu runcing yang ditaburi dengan tahi kuda. Dia menulis hasil penelitian pada disertasi berjudul “Penggunaan Bambu Runcing Yang Pucuknya Diberi Tahi Kuda Untuk People DefenceAttack dan Biological Warfare”. Selain itu, Moestopo juga menggunakan kemampuannya dalam bernegosiasi untuk mengadakan berbagai perundingan dengan pihak lawan.

Bagindo Aziz Chan, Walikota Padang



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami