Ali Zaenal Abidin: Perjalanan Menemukan Tujuan Hidup | Qerja

Ali Zaenal Abidin: Perjalanan Menemukan Tujuan Hidup

Eka Utami, 5 months ago
Ali Zaenal Abidin: Perjalanan Menemukan Tujuan Hidup

Ali Zaenal Abidin tidak pernah punya cita-cita semasa kecil. Waktu itu, bayangannya tentang masa depan masih samar. Dia baru merasa tertarik pada satu bidang setelah duduk di bangku kuliah: pengembangan Sumber Daya Manusia.

  

Kini Ali telah mendirikan perusahaan Insight Out. Dia menyandang titel sebagai Chief of Organizational Happiness. Ali ingin membantu orang-orang menemukan tujuan hidup masing-masing. Simak perjalanan Ali merasakan passion, menemukan bakat dalam diri dan akhirnya mengetahui tujuan hidup seperti yang diceritakan kepada Qerja.

Apa cita-cita Anda semasa muda?

Saya tidak punya cita-cita semasa kecil. Bahkan saya masih bingung saat mau masuk kuliah. Akhirnya saya memilih dan masuk jurusan manajemen di Universitas Indonesia. Saya hanya berpikir itu jurusan yang cukup umum.

Saya menjalankan berbagai hobi. Saya suka musik dan olahraga seperti basket. Tetapi tidak berpikir untuk berkarier di bidang tersebut.

Sejak kapan Anda terpikir untuk fokus pada satu bidang tertentu?

Saat masuk jurusan manajemen di UI, saya mulai terpikir untuk jadi pengusaha. Awalnya karena saya suka film tapi tidak punya uang untuk beli VCD baru. Akhirnya saya buka rental film di kampus dan menyewakan VCD film original. Usaha saya berkembang menjadi bisnis sungguhan. Saya kerjasama dengan koperasi dan buka tempat penyewaan di Fakultas Hukum. Waktu itu saya mulai menikmati peran sebagai enterpreneur.

Saya juga tertarik dengan pengembangan Sumber Daya Manusia. Awalnya saya punya concern terhadap dunia pendidikan. Saat masih mahasiswa, saya berpikir untuk memerbaiki pendidikan di Indonesia, saya harus menjadi menteri. Saya mempelajari masalah pendidikan. Tapi, akhirnya saya hanya terfokus pada masalah saja. Padahal cara terbaik untuk memerbaiki pendidikan tidak harus seperti itu. Akhirnya saya menggali ke dalam diri mengenai maksud pendidikan sebenarnya.

Saya percaya orang-orang punya tujuan hidup. Orang bertugas untuk menemukan dan menjalankan tujuan hidup. Jadi, ternyata pendidikan yang saya maksud adalah membantu orang-orang untuk menemukan dan menjalankan tujuan hidup. Itulah yang saya jalankan sekarang dan alangkah baiknya jika pendidikan formal betul-betul memfasilitasi anak untuk menemukan tujuan hidup.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami