Jangan Pernah Menanyakan Ini Saat Diwawancara

Steffi Teowira, 2 weeks ago
Jangan Pernah Menanyakan Ini Saat Diwawancara

Anda yang pernah diwawancara tentu masih ingat ketika disodorkan pertanyaan “Apakah Anda punya pertanyaan” di penghujung sesi. Apakah ada yang namanya pertanyaan bodoh? Mungkin ya, mungkin tidak. Walau begitu, ada saja yang namanya pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan kandidat saat masih di tahap wawancara, begitu menurut Michael Kerr, seorang pembicara yang diwawancarai oleh Business Insider.

Menurut Kerr, baiknya Anda jangan bertanya “Apakah saya sudah diterima?”

Mengapa tidak boleh menanyakan pertanyaan ini?

Versi lain dari “Apa saya sudah diterima” termasuk “Apa yang Anda ragukan dari saya?” atau “Apakah saya punya kekurangan yang bisa mempengaruhi keputusan Anda?”. Anda merasa wawancara berjalan baik dan pewawancara tampaknya juga nanti akan menawarkan kontrak kerja. Jadi apa salahnya menanyakan hal tersebut agar lebih pasti?

Sekilas pandang, pertanyaan ini memang tampaknya menunjukkan antusiasme Anda. Namun pertanyaan ini bisa memberi dua kesan negatif: Anda desperate sekali seakan nyaris putus asa, atau Anda tidak sabar dan arogan. Keduanya tentu tidak ideal, bukan? Apalagi kini semakin banyak pewawancara yang mendasarkan keputusan berdasarkan kecocokan antara kepribadian kandidat dengan budaya perusahaan.

Terlebih lagi, jika Anda dianggap desperate dan sangat butuh pekerjaan ini, persepsi ini nantinya bisa-bisa mempengaruhi keputusan perusahaan saat mempertimbangkan gaji karena Anda dianggap lebih butuh pekerjaan ini dibanding mereka membutuhkan Anda.

Apakah pertanyaan ini bersifat fatal jika terucap saat wawancara? Tidak juga, karena semua masih kembali ke seberapa sukses Anda menjalani wawancara hingga titik tersebut dan pertimbangan pewawancara tersebut. Walau begitu, ketika satu hal kecil saja bisa melenyapkan peluang Anda mendapat pekerjaan impian, mengapa ambil risiko?


Related Posts

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami


Read This Next



Ikuti Kami