Denda Karena Resign Sebelum Kontrak Habis | Qerja

Denda Karena Resign Sebelum Kontrak Habis

Eka Utami, 8 months ago
Denda Karena Resign Sebelum Kontrak Habis

Perusahaan melakukan berbagai cara untuk mempertahankan pegawainya. Mereka memodifikasi ruang kantor untuk membuat karyawan betah dan nyaman. Selain itu, manajemen juga mengadakan pelatihan dan pendidikan agar pegawai bisa berkembang. Hal ini dilakukan karena perusahaan tidak mau kehilangan karyawan yang berkualitas.

  

Namun, ada juga perusahaan yang mempertahankan pegawai dengan menahan ijazah dan menerapkan sistem denda. Salah seorang mantan pegawai bank yang pernah mengalami hal itu adalah Wulan. Dia pernah mengikuti program Officer Development Program (ODP) di sebuah bank. Ia menandatangani kontrak kerja yang memuat klausul denda sekitar Rp 200 juta bagi pegawai yang resign sebelum menghabiskan masa pelatihan dan ikatan dinas selama 4 tahun. “Mereka beralasan karena biaya training yang mahal,” kata Wulan. Tetapi, Wulan tetap menandatangani perjanjian tersebut. “Waktu itu saya hanya berpikir agar cepat mendapat kerja,” ujarnya.

Setelah masuk kantor, Wulan baru berpikir bahwa kontrak kerja tidak seharusnya seperti itu. “Sekarang sudah bukan zamannya menahan ijazah orang. Seharusnya, pegawai bisa bekerja dengan bahagia. Bukan dengan terpaksa demi menghabiskan masa ikatan dinas dan mendapatkan ijazah asli kembali,” ujarnya. Menurut Wulan, hal itu justru membuat banyak pegawai yang kabur. Sebagian karyawan malah jadi “nakal” dengan membuat ijazah baru di kampus dan keluar kantor tanpa membayar penalti.

Tapi, Wulan sendiri tidak setuju dengan perilaku pegawai yang kabur dan melanggar kontrak. Menurut dia, kalau seseorang mau berhenti kerja, maka harus mematuhi aturan. Sebab, bagaimanapun pegawai punya kewajiban berdasarkan kontrak yang telah ditandatangani. Wulan sendiri baru mengundurkan diri setelah 4,5 tahun bekerja. Saat resign, dia sudah menjalani masa kontrak kerja selama 4 tahun dan menduduki posisi junior manager di salah satu cabang bank.

Selain Wulan, ada pula cerita dari Dhanu, salah seorang mantan pegawai bank yang pernah terikat kontrak kerja dengan klausul denda sebelum masa ikatan dinas habis. Perusahaan tempat Dhanu bekerja menetapkan denda sebesar Rp 100 juta bagi pegawai yang mengundurkan diri sebelum menghabiskan masa pelatihan dan ikatan dinas selama 5 tahun.

Awalnya, Dhanu tidak menyangka kalau kontrak kerja ini akan memberatkan dirinya di kemudian hari. “Sebab, saya memang ingin ikut program ODP di bank tersebut,” ujarnya. Tapi, setelah masuk kantor, Dhanu tidak sanggup bertahan di perusahaan. “Remunerasi dan lingkungan kerja sudah tidak enak,” kata dia. Akhirnya Dhanu memutuskan mengundurkan diri dan bekerja di tempat lain dengan gaji jauh lebih besar.

Dhanu memutuskan hubungan kerja dengan perusahaan dengan cara baik-baik. Dia tetap mematuhi kontrak kerja yang sudah ditandatangani. Dhanu yang sudah bekerja di bank itu selama 3 tahun membayar denda dengan nilai yang proporsional –disesuaikan dengan masa kerja yang telah dijalani. Untungnya, Dhanu bisa mencicil pembayaran denda tersebut.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami