Ernest Prakasa: Jadi Komedian Hingga Nafas Terakhir | Qerja

Ernest Prakasa: Jadi Komedian Hingga Nafas Terakhir

Eka Utami, 9 months ago
Ernest Prakasa: Jadi Komedian Hingga Nafas Terakhir

Ernest Prakasa tidak pernah bermimpi berdiri di panggung hiburan. Sebab, Ernest kecil bercita-cita menjadi seorang atlet. Maka, dia menekuni olahraga tenis hingga remaja. Namun, jalan hidup dan kariernya berubah sejak menjadi penyiar radio pada 2001. Dia terus masuk ke dunia hiburan semakin dalam.

  

Ernest menjalani berbagai profesi di dunia hiburan, mulai dari komika, aktor hingga sutradara. Penyuka film Men In Black ini akhirnya bisa meraih kesuksesan. Dia mendirikan Hahaha Corp dan menjadi Creative Director. Film garapannya, Cek Toko Sebelah merajai bioskop-bioskop Tanah Air dan ditonton 2,6 juta orang. Berikut kisah Ernest dari awal bekerja hingga mencapai puncak tertinggi dalam karier seperti yang diceritakan kepada Qerja.

Apa cita-cita Anda semasa kecil?
Lupa. Tapi ketika SD saya ingin menjadi atlet.

Bagaimana Anda berusaha mewujudkan cita-cita tersebut?
Saya aktif sebagai atlet tenis hingga SMA. Prestasi tertinggi saya adalah juara 1 Piala Walikota Jakarta Selatan 1996.

Setelah SMA, Anda melanjutkan kuliah di jurusan sosial dan politik, Universitas Padjadjaran. Apakah Anda sempat terpikir bekerja di bidang tersebut?
Tidak juga. Pemilihan jurusan karena waktu saya lulus SMA, masih euforia reformasi, jadi ingin belajar tentang politik.

Bagaimana awal mula terjun ke dunia hiburan?
Saya mulai siaran (di Radio Paramuda) tahun 2001. Itulah awal mula saya masuk industri hiburan.

Bagaimana awal mula Anda terlibat dengan komunitas stand up comedy?
Saya iseng-iseng coba (dunia stand up comedy) karena melihat iklan STAND-UP COMEDY INDONESIA Kompas TV di Koran Kompas.

Di dalam dunia stand up comedy, gaya Anda termasuk genre apa? Mengapa Anda memilih genre tersebut?
Klasifikasi genre stand-up comedy di Amerika sulit diaplikasikan di Indonesia, oleh karenanya bisa dibilang scene kami tidak mengenal pembagian genre.

Siapa komika yang mempengaruhi Anda?
Influence terbesar saya dalam stand-up adalah Ellen Degeneres dan Louis CK.

Bagaimana Anda bisa masuk dan memulai karier di dunia film?
Debut saya sebagai cameo di film Make Money. Pandji Pragiwaksono sang pemeran utama yang mengajak saya main. Kalau profesi sutradara, awalnya saya “dipaksa” produser Chand Parwez Servia dari Starvision.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami