5 Mitos yang Salah Tentang Pencarian Kerja | Qerja

5 Mitos yang Salah Tentang Pencarian Kerja

Qerja, 2 years ago
5 Mitos yang Salah Tentang Pencarian Kerja

Tidak boleh menggunting kuku di malam hari? Ah, mitos. Duduk di depan pintu sulit dapat jodoh? Mitos! Ya, ya, Anda boleh saja mengaku tidak percaya dengan segala macam mitos, tapi jangan salah: banyak mitos yang juga beredar di dunia karir. Bukan tidak mungkin Anda salah satu individu yang masih memegang erat kepercayaan terhadap mitos-mitos tersebut. Di artikel ini, Qerja akan mematahkan 5 mitos terbesar dalam proses pencarian kerja.

Mitos 1: Anda PASTI akan mendapat respon.
Anda tentu berharap akan mendapat balasan dari perusahaan yang Anda lamar, baik berupa undangan untuk menghadiri wawancara atau setidaknya sepotong surat penolakan. Sayangnya, perusahaan pada umumnya hanya akan mengirimkan respon ke kandidat yang diminati.  Kami mengerti kalau ini membuat Anda frustrasi, tapi faktanya, Anda tidak akan selalu mendapat balasan.

Mitos 2: Begitu Anda mengirimkan lamaran, Anda akan segera mendapat respon. Kalau tidak, berarti pihak perusahaan tidak tertarik.
Proses perekrutan dapat memakan waktu hingga beberapa minggu dengan berbagai alasan: perusahaan perlu persetujuan dari departemen tertentu, proses persiapan interview yang masih berjalan, atau bahkan orang di posisi tertentu sedang tidak ada di tempat. Bila Anda belum juga kunjung mendengar kabar, tetaplah optimis dan beri waktu untuk sabar menunggu selama kurang lebih satu bulan setelah Anda mengirimkan lamaran kerja.

Mitos 3: Everything’s about “It’s not what you know, but who you know”.
Networking adalah salah satu faktor paling krusial dalam pencarian kerja, namun banyak faktor lain yang tidak kalah berpengaruh. Bila Anda tidak punya banyak koneksi di awal perjalanan karir Anda ini, jangan khawatir; Anda tidak pernah telat untuk memulai. Saat Anda menunggu diwawancarai, ada calon pegawai lain yang mengajak Anda berbincang-bincang? Nah, itu salah satu kesempatan Anda untuk membangun jaringan koneksi. Kolega yang Anda temui saat kerja paruh waktu atau volunteering? That’s another chance.


Related Posts

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami


Read This Next