Enam Cara Menjadi Pribadi Yang Karismatik | Qerja

Enam Cara Menjadi Pribadi Yang Karismatik

Steffi Teowira, 5 months ago
Enam Cara Menjadi Pribadi Yang Karismatik

Seseorang dinilai karismatik karena audiens tertarik sepenuhnya untuk mendengarnya dan berbicara dengannya. Daya tarik sebesar ini hanya bisa muncul jika individu ini juga memberi perhatian serupa. Bayangkan saja jika seseorang sedikit-sedikit teralihkan perhatiannya atau terus mengecek ponsel ketika bicara dengan Anda. Apakah Anda masih ingin berbincang dengannya?

  

Karisma sering dianggap sebagai satu karakteristik bawaan lahir: tidak semua orang memilikinya, you either have it or you don’t. Meski begitu, kemampuan untuk membuat audiens seakan “tersihir” ketika Anda masuk ruangan atau berbicara ini tidak hanya diatribusikan pada pemimpin dunia, CEO perusahaan ternama atau selebritis, individu manapun bisa memilikinya.

Menurut Emma Seppälä, psikologis dari Stanford University, karisma adalah karakteristik yang bisa dibangun, bukanlah talenta bawaan lahir. Tuturnya, kunci untuk membangun karisma adalah dengan memberi perhatian penuh pada audiens Anda. Disadur dari kolomnya di Business Insider, berikut sejumlah aspek yang perlu Anda kultivasi.

1. Punya rasa empati

Empati adalah kemampuan untuk melihat satu hal dari sudut pandang orang lain dan memahami perasaan mereka. Untuk mampu berempati dan menempatkan diri di posisi audiens Anda, Anda tentu perlu terlebih dulu fokus ketika bicara dengan mereka. Percayalah, setiap orang pasti senang jika diberi perhatian penuh.

Dengan menunjukkan kalau Anda menuangkan semua perhatian Anda pada audiens, Anda akan membangun rasa ketertarikan yang disebut di atas.

2. Kemampuan mendengarkan yang baik

Mendengarkan dengan baik bukan sekedar menyerap informasi berupa gelombang suara. Seorang pendengar yang baik juga mampu fokus untuk menangkap makna dari ucapan verbal maupun nonverbal lawan bicaranya.

Jika Anda sedikit-sedikit teralihkan perhatiannya atau hanya memikirkan cara menjawab untukmembuatnya terkesan, ini berarti Anda tidak benar-benar mendengarkan lawan bicara.

3. Menjaga kontak mata

Kontak mata adalah salah satu bentuk komunikasi paling halus sekaligus paling bermakna. Riset menemukan bahwa ketika Anda mengalihkan pandangan mata ketika berbincang, secara instingtif, lawan bicara juga akan merasa perhatian Anda teralihkan.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami