Swedia Menerapkan 6 Jam Kerja Sehari

Oleh Famega Syavira, 5 years ago

Tapi hasil eksperimen ini tak seluruhnya baik. Percobaan yang sama di rumah perawaran lansia Sjöjungfrun di Umeå memberi hasil yang berbeda. Pengurangan jam kerja diharapkan meningkatkan kesehatan jiwa dan fisik pekerja. Harapannya perusahaan akan mendapat kompensasi dari berkurangnya biaya perawatan kesehatan, dan cuti pun berkurang.

Rupanya yang terjadi justru sebaliknya. Jumlah cuti justru meningkat dari 8 persen menjadi 9,3 persen. Artinya, percobaan ini tak mencapai hasil yang diharapkan, demikian Business Insider menulis.

Hasil dari Umeå ini menimbulkan pertanyaan bagi hasil percobaan yang sukses di Svartedalen. Benarkah 6 jam kerja lebih efektif dan bisa diterapkan untuk semua pekerja? Penelitian belum berakhir.

Mulai 1 September 2016, pekerja sosial di Sundsvall, Swedia juga akan mulai bekerja 6 jam sehari. Kali ini, tujuan percobaan ini tak hanya untuk meningkatkan kesehatan pekerja dan mendorong produktivitas, tapi juga sebagai iming-iming bagi para pekerja demi mengatasi kekurangan pekerja sosial.

Apakah eksperimen ini akan berhasil? Kita tunggu saja hasilnya. Sementara itu, menurut Anda, apakah kebijakan ini cocok diterapkan di Indonesia?



Baca juga:
Survei Qerja: Sebagian Besar Karyawan Makan Gaji Buta


Sebelumnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami