3 Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari Saat Meeting | Qerja

3 Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari Saat Meeting

Qerja, 2 years ago
3 Bahasa Tubuh yang Harus Dihindari Saat Meeting

Let’s get physical in the conference room—tidak, tidak seperti yang Anda bayangkan. Jika ucapan Anda diibaratkan pakaian, maka bahasa tubuh adalah aksesori yang dapat menambah apik maupun menjatuhkan citra Anda. Hindari 3 gestur tubuh utama di bawah ini dan aplikasikan tips kami untuk meeting selanjutnya. 1. Hindari: Postur Tubuh Kurang Tepat Jangan membungkuk atau duduk bersandar terlalu santai. Semua ini adalah tanda-tanda kalau Anda tidak tertarik mendengarkan topik yang dibicarakan lawan bicara.
Lakukan: Rileks, Tapi Jangan Terlalu Rileks Tentu saja bukan berarti Anda perlu duduk tegap kaku. Rileks saja. Ketika Anda berbicara, duduk sedikit condong mengarah ke lawan bicara dengan punggung yang tegap agar Anda tampak lebih atentif. Hindari bahasa tubuh gestur body language di ruang meeting2. Hindari: Terlalu Banyak dan Terlalu Sedikit Kontak Mata Kontak mata yang stabil adalah unsur yang penting dalam percakapan dua arah, termasuk interaksi antara pembicara dan audiens saat rapat sedang berlangsung. Anda mungkin pernah mendengar atau membaca bahwa menghindari kontak mata memberi sinyal kalau Anda sedang berbohong atau tidak menghormati lawan bicara Anda. Namun sebaliknya, kontak mata terlalu intens juga menimbulkan kesan kurang jujur, seakan-akan Anda sedang menyembunyikan sesuatu dan mencoba mengkompensasinya dengan terus-menerus memandang lawan bicara. Hindari bahasa tubuh gestur body language di ruang meetingLakukan: Kontak Mata Secukupnya Menjaga adanya kontak mata menunjukkan kalau Anda konsisten dan bisa dipercaya. Sebaliknya, jika Anda adalah audiens, kontak mata menunjukkan rasa hormat dan memberi kesan kalau Anda benar-benar memberi perhatian penuh pada pembicara. Berapa lama baiknya menjaga kontak mata? Beberapa detik sesekali, pertahankan interaksi.

  


Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami