Agar Rekan Kerja Pemalas Menjadi Produktif | Qerja

Agar Rekan Kerja Pemalas Menjadi Produktif

Eka Utami, 3 months ago
Agar Rekan Kerja Pemalas Menjadi Produktif

Mungkin Anda pernah punya rekan kerja yang malas. Bagaimana rasanya? Menyebalkan bukan? Di saat Anda sibuk dengan tugas kantor, dia malah bersantai sambil menyeruput kopi. Saat Anda bolak-balik menghubungi klien, dia justru mengobrol dengan teman lama via aplikasi chatting dengan asyiknya. Apalagi jika Anda dan dia berada dalam satu tim. Mau tidak mau Anda akan ketiban beban kerjanya.

  

Masalahnya, Anda bukan atasannya. Anda tidak tahu cara bagaimana menegurnya. Kalau Anda mengingatkan, nanti malah dibilang bossy. Tapi, Anda bisa melakukan trik agar rekan kerja pemalas mau mengangkat badannya dari bangku empuk dan mulai bekerja. Berikut taktik memotivasi rekan kerja pemalas agar menjadi produktif seperti disarikan dari Fast Company.

Cari tahu hal yang memotivasi si pemalas

Menurut penulis dan buku dari New York Times, Gretchen Rubin, orang-orang di kantor merespon peraturan dengan berbagai cara. Pertama, orang yang mengikuti peraturan luar dan dalam. Dia patuh pada peraturan kantor dan norma di masyarakat. Dia juga disiplin terhadap peraturan yang dibuat sendiri. Orang-orang ini terbangun dengan berpikir, “Apa jadwal atau daftar tugas hari ini?”. Kedua, seseorang yang akan mengikuti peraturan jika masuk akal. Mereka termotivasi oleh penalaran. Orang ini bangun dan berpikir, “Apa yang perlu dilakukan hari ini?”

Selain itu, jenis orang ketiga adalah pemberontak. Mereka menolak semua peraturan, dan malah termotivasi oleh keinginan pribadi saat ini. Orang ini bangun dan berpikir, “Apa yang ingin saya lakukan hari ini?”. Keempat, adalah orang yang bisa mengikuti peraturan eksternal namun tidak bisa disiplin dengan peraturan yang dibuat sendiri. Mereka merasa termotivasi karena merasa tanggung jawab terhadap orang lain atau hal di luar diri. Orang ini bangun dan berpikir, “Apa yang saya harapkan hari ini?”

Jadi, sebelum Anda mendekati rekan kerja, pahami sudut pandangnya. Apakah dia terinspirasi oleh “mencapai” sesuatu? Apakah dia tega membiarkan orang lain kecewa? Apakah dia selalu mempertanyakan segala sesuatu atau benci mengikuti peraturan? Hal ini akan memengaruhi cara Anda berkomunikasi.

Misalnya, rekan kerja Anda yang pemalas adalah seorang pemberontak. Maka, Anda jangan memerintahnya. Lebih baik Anda memberikan tantangan untuknya. Coba saja Anda minta dia mengerjakan materi presentasi untuk besok siang. Lalu, berikan tantanga: “Apakah Anda bisa membuat presentasi yang lebih baik dari saya?” Sementara, bila rekan kerja pemalas adalah tipe orang yang suka bertanya, Anda harus memberi alasan agar dia mau melakukan pekerjaan.

Meminta bantuan –atau menawarkan bantuan-



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami