Teman Sekantor Memengaruhi Kepuasan Kerja Karyawan | Qerja

Teman Sekantor Memengaruhi Kepuasan Kerja Karyawan

Eka Utami, 3 months ago
Teman Sekantor Memengaruhi Kepuasan Kerja Karyawan

Anda sering mendengar ungkapan bahwa “karyawan tidak berhenti dari pekerjaannya, karyawan meninggalkan atasannya.” Berdasarkan pernyataan itu, Anda memahami bahwa seseorang yang mengundurkan diri dari perusahaan karena ketidakpuasan kerja kemungkinan besar akan mencari pekerjaan lain yang sejenis, yang sesuai keahliannya. Karyawan tersebut memutuskan berhenti karena tidak bisa bekerja di bawah perintah bos yang buruk.

  

Tapi, apakah Anda menyadari kalau kepuasan kerja di kantor tidak hanya dipengaruhi oleh atasan? Rekan kerja yang bikin frustasi juga membuat seseorang tidak nyaman dalam bekerja. Sementara teman-teman sekantor yang menyenangkan bisa membuat seorang pegawai yang merasa tertekan oleh atasan berpikir dua-tiga kali sebelum memutuskan berhenti kerja.

Jadi, memiliki teman di tempat kerja sangat penting bagi kesehatan mental Anda. Hal ini terutama berlaku bagi karyawan baru yang bergabung dengan perusahaan, sebab dia harus menyesuaikan diri. Untuk itu, manajer memiliki tanggung jawab untuk membantu menciptakan lingkungan persahabatan di kantor. Beberapa caranya antara lain dengan mengorganisir acara pembentukan tim, dan mendorong obrolan informal. Berikut penjelasan bagaimana rekan kerja bisa memengaruhi kepuasan dan ketidakpuasan kerja seperti disarikan dari Officevibe.

Bagaimana teman sekantor memengaruhi ketidakpuasan kerja

Rekan kerja yang bikin stres memengaruhi kesehatan. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para periset di Universitas Tel Aviv menemukan fakta bahwa rekan kerja memiliki dampak terbesar pada kesehatan seorang karyawan. Para peneliti melacak 820 orang dewasa selama 20 tahun, dimulai dengan ujian kesehatan pada tahun 1988. Para peserta yang bekerja di berbagai bidang industri ditanya tentang kondisi pekerjaan, perilaku atasan, hubungan dengan rekan kerja, dan lingkungan kerja. Semua dipantau dan dikaitkan dengan kesehatan mereka.

Ternyata, lama jam kerja di kantor tidak mempengaruhi kesehatan karyawan. Begitu juga dengan perilaku atasan. Sementara faktor yang paling terkait erat dengan kesehatan adalah dukungan rekan kerja. Menurut penelitian tersebut, pekerja paruh baya tanpa “dukungan sosial dari teman sebaya” di tempat kerja 2,4 kali lebih mungkin meninggal.

Sentimen serupa yang ditemukan dalam sebuah survey yang dilakukan oleh WorkWorries.com. Mereka menemukan bahwa rekan kerja adalah sumber stres yang lebih besar daripada atasan. Sekitar 62 persen peserta melaporkan bahwa rekan kerja menyebabkan mereka lebih stres daripada atasan. Sementara 38 persen responden lainnya mengatakan bahwa atasan menyebabkan mereka lebih stres daripada rekan kerja.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami