Kebohongan yang Sering Dikatakan Pewawancara | Qerja

Kebohongan yang Sering Dikatakan Pewawancara

Eka Utami, 2 months ago
Kebohongan yang Sering Dikatakan Pewawancara

Wawancara kerja itu menakutkan. Interview itu menegangkan. Anda akan mendapat banyak tekanan untuk menjawab berbagai pertanyaan –bahkan pertanyaan paling mudah sekalipun bisa jadi membuat Anda keseleo lidah-. Meskipun proses perekrutan terasa sulit, Anda tetap tidak boleh berbohong.  Baik pada surat lamaran atau saat berhadapan dengan pewawancara. Kesalahan Anda akan mudah terlacak apabila perekrut rajin dan mau menelusuri latar belakang Anda di media sosial.

  

Tapi bagaimana dengan pihak pewawancara? Apakah perusahaan menerapkan standar yang sama saat proses perekrutan? Ketika mereka bilang: “Jangan hubungi kami, kami akan menghubungi Anda”, apakah pernyataan itu benar-benar jujur? Tidak semua yang mereka katakan adalah kebenaran. Berikut adalah kebohongan umum yang mungkin Anda dengar dari seorang pewawancara seperti disarikan dari Career Addict.

“Gaji sepadan dengan pengalaman”

Jika perusahaan memiliki uang untuk membayar gaji yang diinginkan setiap profesional berpengalaman, mereka akan bangkrut. Jadi, seringkali perusahaan memberikan gaji di bawah standar yang Anda inginkan. Hal ini sudah seperti rahasia umum. Pewawancara dan kandidat sudah sama-sama tahu. Kalau Pewawancara sampai mengatakan “gaji sepadan dengan pengalaman”, maka dia berbohong.

Anda yang sudah punya pengalaman kerja pasti akan meriset gaji yang sesuai dengan keahlian. Kemudian Anda datang ke sesi wawancara kerja dengan membawa angka tersebut di dalam pikiran. Ketika Anda mengungkapkannya kepada pewawancara, ternyata gaji yang Anda minta dua kali lipat dari gaji manajer di perusahaan tersebut. Sedangkan perusahaan sudah punya peraturan sendiri mengenai tingkatan gaji untuk semua posisi yang nilainya mungkin lebih kecil daripada hasil riset Anda. Mereka tidak mungkin mengistimewakan Anda. Mereka juga tidak akan membongkar besaran gaji sebenarnya untuk masing-masing posisi di kantor.

Maka akan terjadi negosiasi. Biasanya, pada akhirnya Anda akan mendapat sedikit pengurangan dari gaji yang akan diminta. Tapi, Anda harus bertahan agar nilai gaji yang disepakati tidak terlalu jatuh.

“Kami akan menelepon Anda.” Atau “Kami akan menghubungi Anda kembali.”

Jika pihak perusahaan merasa terkesan dan menyukai Anda dalam sebuah wawancara, maka hal itu akan jelas terlihat. Kandidat juga akan menangkap sinyal jika kalah dalam persaingan mendapatkan posisi di perusahaan. Sebagian besar pelamar kerja menganggap apabila wawancara diakhiri dengan “Kami akan menghubungi Anda kembali”, maka perusahaan telah kehilangan minat. Mungkin Anda hanya dianggap sebagai rencana B atau cadangan jika perusahaan tidak mendapatkan kandidat terbaik.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami