Penggila Kerja vs. Pekerja Keras. Apa Perbedaanya? | Qerja

Penggila Kerja vs. Pekerja Keras. Apa Perbedaanya?

Eka Utami, 6 days ago
Penggila Kerja vs. Pekerja Keras. Apa Perbedaanya?

Penggila kerja dan pekerja keras. Mungkin Anda mengenal keduanya ada di kantor. Mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam di meja kerja. Mereka sering lembur. Terkadang, mereka mengabaikan keluarga, waktu, bahkan kesehatan fisik dan mental sendiri. Tapi, apa perbedaan di antara mereka berdua. Berikut perbandingan antara penggila kerja dan pekerja keras seperti disarikan dari Career Addict.

  

Distribusi Energi

Pekerja keras terlihat dari cara mereka berusaha. Distribusi energinya para pekerja keras akan menciptakan ritme dan kecepatan kerja berkelanjutan jangka panjang. Pekerja keras selalu mengharapkan hasil bagus dari kerja mereka. Ketika merasa usahanya sia-sia, atau memprediksi kegagalan selama proses kerja berlangsung, mereka akan beralih ke proyek lain yang lebih mungkin mendatangkan hasil positif.

Sementara seorang penggila kerja, hanya bekerja tidak peduli apa pun. Mereka mendedikasikan waktu dan energi yang terlalu tinggi untuk mencari pekerjaan baru daripada membuat pekerjaan efektif dan efisien. Mereka merasa bahwa jika tidak sibuk, nilainya di perusahaan terjatuh, yang pada akhirnya merupakan tanda ketidakpercayaan dan devaluasi diri.

Proaktif vs. Reaktif

Seorang pekerja keras umumnya punya rencana harian. Sebagian waktu mereka sudah terisi oleh jadwal penyelesaian tugas atau meeting. Hanya sedikit waktu yang disiapkan untuk kejadian tak terduga. Mereka proaktif dan akan menyelesaikan pekerjaan di depan mata terlebih dahulu. Misalnya, ketika hendak membuka email, tiba-tiba bos memanggil dan memintanya menyelesaikan satu tugas. Maka, pekerja keras akan menyelesaikan tugas bos terlebih dahulu. Sementara surat elektronik bisa menungu.

Adapun penggila kerja melakukan hal yang sebaliknya. Mereka membiarkan akses terbuka untuk semua orang. Mereka tidak mengatur dan mendistribusikan waktu sesuai keinginan. Merekaa membiarkan orang lain memberi tugas, meminta bantuan dan meminta saran. Jadi, orang bisa saja menyela pekerjan mereka. Maka, mereka akan tetap meladeninya. Hal ini perlahan-lahan akan menghabiskan, memaksa penggila kerja bekerja berjam-jam. Pada akhirnya mereka tidak bisa memenuhi tenggat waktu yang ditentukan.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami