Agus Lahinta Memperkenalkan Kain Lokal Gorontalo Kepada Dunia | Qerja

Agus Lahinta Memperkenalkan Kain Lokal Gorontalo Kepada Dunia

Eka Utami, 4 months ago
Agus Lahinta Memperkenalkan Kain Lokal Gorontalo Kepada Dunia

Karawo adalah kain sulaman tradisional Gorontalo yang sudah ada sejak abad 16. Tapi, siapa yang tahu Karawo? Mungkin tidak banyak orang yang mengenalnya. Kebanyakan dari kita hanya tahu kain khas Indonesia itu adalah batik atau songket saja.

Putra daerah Gorontalo, Agus Lahinta tergugah untuk mengangkat dan memerkenalkan kain sulaman ini kepada dunia. “Saya Orang Gorontalo dan merasa punya kewajiban (untuk memerkenalkan Karawo),” kata dia. Bagaimana kisah Agus merintis usaha kerajinan Karawo dari “modal seadanya” hingga bisa pentas di Couture Fashion Week? Berikut penuturan Agus Lahinta kepada Qerja.

Kenapa Anda ingin mengangkat Karawo ?

Pertama, karena saya Orang Gorontalo dan merasa mempunyai kewajiban (mengangkat Kawaro). Tapi yang paling utama sih karena ‘greget’ dengan keadaan selama ini, di mana tidak ada yang mau mengangkat Karawo menjadi eksklusif dan punya nama, atau dikenal oleh orang-orang di luar Gorontalo. Padahal peluang  di era sekarang sangat besar sekali. Makanya target pertama saya adalah membuat Karawo untuk kalangan menengah keatas agar supaya bisa naik ‘derajatnya’.  Saya juga memperhatikan tren dan motif yang cocok untuk kalangan menengah ke atas. Alhamdulillah ini berhasil.

Tadinya (Karawo) identik dengan pakaian yang biasa dikenakan oleh kalangan biasa. Selama ini, Karawo hanya digunakan di kantor karena kewajiban. Setelah saya mengeluarkan produk Karawo, anak-anak muda bahkan tertarik mengenakan Karawo di acara acara formal bahkan santai. Sekarang semakin banyak orang yang sadar dan mau mengenakan Karawo. Hal ini membahagiakan saya.

Nama Karawo tentu baru dikenal sebagai kain khas Gorontalo. Karawo masih kalah tenar dengan batik atau songket. Tentunya butuh perjuangan, waktu dan dana yang tidak sedikit untuk menggapai mimpi memperkenalkan Karawo. Langkah-langkah apa yang Anda lakukan untuk meraih mimpi tersebut?

Modal saya adalah semangat dan tidak pernah putus asa. Niat awal saya sudah ditanamkan. Saya akan memulai dari yang kecil, memulai dari yang ada agar Karawo bisa dikenal. Jadi, saat itu saya hanya punya modal untuk membuat 10 kemeja. Maka saya lakukan itu. Saya hanya punya modal promosi lewat social media. Ya, saya gunakan itu. Lambat laun akhirnya masyarakat mengenal Karawo. Produk saya beda dengan yang lain dan lebih eksklusif, makanya orang tetap mencari (produk Karawo buatan Agus). Bahkan brand positioning yang saya lakukan untuk produk Rumah Karawo yang identik dengan ‘mahal’. Hal ini menjadi pemicu bagi saya untuk lebih memperkenalkan  Karawo lagi.

Ada berapa banyak pengrajin yang menjadi mitra Anda saat ini ?

Saat ini tercatat sekitar 10 pengrajin yang dikoordinir oleh satu orang koordinator. Selain itu, ada tiga mitra yang biasa memasok produk Karawo untuk diproduksi.

Apa janji Anda pada para pengrajin tersebut?

Saya menjanjikan kontunitas produksi. Saya sendiri dikejar dengan target produksi. Jika memungkinkan, kami berproduksi setiap hari. Ini adalah peluang agar saya bisa memperkenalkan Karawo lebih luas lagi.

Bagaimana dengan dukungan pemerintah Gorontalo terhadap apa yang telah Anda lakukan?

Dukungan pemerintah bisa dikatakan masih kurang. Namun, bagi saya, hal ini bukan menjadi hambatan atau halangan untuk tetap memperkenalkan Karawo. Malah, saya jadikan tantangan untuk dapat berbuat lebih untuk Karawo Gorontalo

Karawo sempat diperkenalkan dalam Indonesia Fashion Week. Bagaimana ceritanya ?

Saat itu, saya berkenalan dengan salah satu designer Ibu Kota Yurita Puji lewat Galery of Indonesia. Beliau memang sudah sering mengelar show di ajang fashion show nasional maupun Internasional. Pada akhir tahun 2016, beliau datang ke Gorontalo dan melaksanakan show bersama saya. Dari kedekatan ini, akhirnya beliau mengajak saya untuk ikut berpartisipasi memperkenalkan Karawo di ajang Indonesia Fashion Week 2017 di Jakarta pada Februari 2017.

Bagaimana perasaan Anda saat berhasil menampilkan Karawo di ajang tersebut?

Yang pasti bangga. Saya tidak pernah membayangkan sampai pada tahap di mana  saya akan memperkenalkan Karawo Gorontalo (di Indonesia Fashion Week).  Di ajang fashion terbesar di negeri ini, saya bersama Karawo Gorontalo berada di panggung dengan nama saya tertulis pada giant screen. Now I am designer, saya merasakan hal itu dan saya berkomitmen untuk berada di bidang ini demi untuk memperkenalkan Karawo Gorontalo.

Bagaimana respon orang-orang yang datang ke acara Indonesia Fashion Week terhadap Karawo Gorontalo?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next