Perjalanan Karier Bondan “Maknyus” Winarno | Qerja

Perjalanan Karier Bondan “Maknyus” Winarno

Eka Utami, 2 years ago
Perjalanan Karier Bondan “Maknyus” Winarno

Rabu, 29 November 2017, kita dikejutkan dengan kabar duka meninggalnya pakar kuliner Bondan Haryo Winarno. Berita ini cukup mengagetkan karena kita hampir tidak pernah mendengar tentang penyakit yang diderita oleh pria berusia 67 tahun itu. Presenter acara makan-makan yang terkenal dengan tagline ‘pokok’e maknyus’ tersebut hanya membagi riwayat penyakitnya pada rekan-rekan di milis Jalansutra beberapa waktu lalu. Menurut pengakuan Bondan di milis itu, dia menderita penyakit aorta aneurisma atau pembengkakan katup aorta.

Semasa hidupnya, Bondan pernah menggeluti beberapa profesi. Setiap pekerjaan yang dilakukan, dijalani dengan baik. Untuk mengenang Pak Bondan, rekan Qerja bisa mengikuti perjalanan kariernya yang dikutip dari berbagai sumber berikut ini.

Fotografer

Menurut catatan Tribun News, sebenarnya Bondan pernah bercita-cita menjadi penerbang. Maka, ia sempat ikut kegiatan terjun payung dan menjadi anggota Jakarta Flying Club. Menurut pengakuan Bondan, ia juga sudah masuk sekolah penerbang, tapi drop out karena tekanan darah yang terlalu tinggi sehingga tidak cocok jadi pilot komersial.

Dia juga mencintai sastra dan ingin mendalami ilmu sastra. Namun, keinginannya menjadi sastrawan tidak kesampaian karena orangtua Bondan menginginkan anaknya menjadi dokter atau insinyur.

Akhirnya, Bondan berkuliah di Fakultas Teknik Jurusan Arsitektur, Universitas Diponegoro, Semarang. Namun, kuliah itu pun tidak dijalani sampai tamat. Dia meninggalkan bangku kuliah dan mulai menjalani profesi pertamanya sebagai fotografer Puspen Hankam di Jakarta hingga tahun 1970.

Jurnalis

Bakat menulis Bondan sudah diketahui sejak berusia 10 tahun. Menurut catatan Republika, pada usia semuda itu, ia sudah menjuarai sayembara mengarang tingkat nasional majalah Si Kuncung pada 1960. Kemudian, Bondan juga pernah bekerja sebagai stringer atau pemberita lepas dan penulis di harian Suara Merdeka dan Angkatan Bersenjata di Semarang.

Ketika pindah ke Jakarta, Bondan menjadi penulis iklan (copywriter) di sebuah perusahaan periklanan terbesar. Selain itu, dia juga menulis tentang lingkungan hidup dan sosial. Lambat laun Bondan pun terkenal sebagai penulis kolom yang andal.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next