Tips Manajemen Stres Akibat Tekanan Pekerjaan | Qerja

Tips Manajemen Stres Akibat Tekanan Pekerjaan

Eka Utami, 2 years ago
Tips Manajemen Stres Akibat Tekanan Pekerjaan

Setiap orang yang pernah merasakan tekanan akibat stres kerja. Pekerjaan apa pun bisa menyebabkan stres, bahkan jika itu adalah pekerjaan impian. Anda bisa mengalami stres dalam jangka pendek ketika diminta untuk menyelesaikan tugas dengan tenggat waktu tertentu. Namun, Anda juga bisa mengalami stres berkepanjangan ketika terjebak dalam satu posisi di kantor tanpa kejelasan promosi.

Sayangnya, stres yang berhubungan dengan pekerjaan tidak bisa hilang saat Anda pulang ke rumah. Saat stres terus berlanjut, maka dapat memengaruhi kesehatan dan kesejahteraan Anda. Dalam jangka pendek, lingkungan kerja yang penuh tekanan dapat menyebabkan masalah seperti sakit kepala, sakit perut, gangguan tidur, mudah marah, dan sulit berkonsentrasi. Stres kronis dapat mengakibatkan kegelisahan, insomnia, tekanan darah tinggi dan sistem kekebalan tubuh yang lemah.

Lebih lanjut stres dapat berkontribusi pada berbagai penyakit seperti depresi, obesitas dan penyakit jantung. Orang-orang yang mengalami stres berlebihan seringkali memilih cara yang salah untuk mengatasinya. Misalnya, dengan makan berlebihan, makan makanan yang tidak sehat, merokok atau menyalahgunakan narkoba dan alkohol. Agar Anda tidak terjerumus pada hal-hal negatif akibat stres di kantor, berikut langkah-langkah manajemen stres akibat pekerjaan seperti disarikan dari situs American Psychological Association.

Melacak penyebab stres. Buat catatan harian Anda selama satu atau dua pekan untuk mengidentifikasi situasi yang paling banyak menyebabkan stres. Lalu, Anda bisa mengingat cara mengatasi masalah pada saat di bawah tekanan. Ingat dan catatlah dengan detail bagaimana perasaan, pikiran Anda menghadapi situasi itu. Bagaimana Anda bereaksi? Apakah Anda langsung marah dan meninggikan nada? Apakah Anda “mengobati diri” dengan mengambil camilan? Membuat catatan dapat membantu Anda menemukan pola stres dan reaksi terhadapnya.

Mengembangkan respons yang sehat. Alih-alih mencoba melawan stres dengan makanan cepat saji atau alkohol, lakukan hal terbaik untuk mengatasi stres. Ketika tekanan meningkat, pergilah berolahraga. Yoga bisa menjadi pilihan yang tepat. Anda juga bisa meluangkan waktu untuk hobi dan aktivitas favorit lainnya. Entah itu sedang membaca novel, pergi ke konser atau bermain game dengan keluarga Anda. Pastikan untuk menyisihkan waktu untuk hal-hal yang membuat Anda senang. Tidur yang cukup berkualitas juga penting untuk manajemen stres yang efektif. Bangun kebiasaan tidur yang sehat dengan membatasi asupan kafein Anda di siang hari dan meminimalisir aktivitas stimulasi, seperti penggunaan komputer dan televisi, di malam hari.

Menetapkan batasan. Di dunia digital saat ini, Anda bisa merasa tekanan pekerjaan karena bisa terhubung dengan kantor, atasan, dan rekan kerja selama 24 jam. Tetapkan batas-batas kerja untuk diri Anda sendiri. Misalnya, Anda bisa membuat peraturan untuk tidak mengecek email dari rumah di malam hari, atau tidak menjawab telepon saat makan malam. Batasan yang jelas antara dapat mengurangi potensi konflik kerja dan stres yang menyertainya.

Luangkan waktu untuk mengisi ulang energi. Untuk menghindari efek negatif dari stres kronis dan kelelahan,Anda perlu waktu untuk mengisi ulang tenaga dan menjernihkan otak. Pada proses pemulihan, Anda perlu mematikan segala hal yang menghubungkan diri dengan pekerjaan. Jangan biarkan liburan Anda sia-sia belaka. Bila memungkinkan, luangkan waktu untuk beristirahat dan melepas lelah. Jadi ketika Anda kembali bekerja, maka akan merasa segar kembali.

Temukan cara untuk bersantai. Teknik seperti meditasi, latihan pernapasan dalam, dan mencoba konsentrasi penuh dapat membantu menghilangkan stres. Mulailah dengan mengambil beberapa menit setiap hari untuk fokus pada aktivitas sederhana seperti bernapas, berjalan atau menikmati makanan. Keterampilan untuk dapat berfokus pada satu aktivitas tanpa gangguan akan membuat Anda bisa berkonsentrasi pada berbagai aspek kehidupan.

Bicara dengan atasan. Mulailah dengan melakukan percakapan terbuka dengan atasan Anda. Tujuannya bukan untuk menyusun daftar keluhan, melainkan untuk menemukan rencana efektif untuk mengelola stres yang Anda rasakan. Dengan begitu, Anda akan mendapat masukan untuk mengatasi stres dari atasan. Biasanya, atasan juga akan membatasi diri untuk memberikan saran yang sesuai dengan kapasitasnya, misalnya dengan mengajarkan manajemen waktu, atau menyarankan Anda mendatangi lembaga kesehatan yang ditunjang perusahaan. Atasan juga bisa mendorong terciptanya lingkungan yang kondusif bagi karyawan.

Meminta bantuan. Anda bisa meminta bantuan menghadapi stres dari teman atau anggota keluarga. Jika terus merasa terbebani oleh stres kerja, Anda mungkin ingin berbicara dengan seorang psikolog, yang dapat membantu mengelola stres dengan lebih baik dan mengubah perilaku tidak sehat. –Qerja.com

Sumber Foto: Pixabay

Baca juga:



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next