Jika Atasan Meminta Anda Bertahan di Perusahaan Saat Mengajukan Resign. Apa yang Harus Dilakukan? | Qerja

Jika Atasan Meminta Anda Bertahan di Perusahaan Saat Mengajukan Resign. Apa yang Harus Dilakukan?

Eka Utami, 5 months ago
Jika Atasan Meminta Anda Bertahan di Perusahaan Saat Mengajukan Resign. Apa yang Harus Dilakukan?

Ketika sudah yakin dengan keputusan mengundurkan diri dari perusahaan, Anda pasti akan langsung menghadap atasan. Anda sudah membekali diri dengan surat pengunduran diri yang ditulis dengan rapi. Anda juga telah menyiapkan kata-kata yang baik untuk diucapkan.

Anda berharap atasan langsung menyetujui permintaan pengunduran diri, sebab tak lama lagi akan teken kontrak di perusahaan lain. Namun, bagaimana jika manajer tidak mau mengabulkan permintaan Anda? Dia meminta Anda untuk bertahan. Bahkan mungkin dia menawarkan beberapa hal yang akan membuat Anda lebih nyaman bekerja di perusahaan. Anda mungkin akan tersanjung mendengar jawaban ini.

Anda pikir situasi ini mudah dihadapi. Padahal tidak. Keyakinan Anda untuk mengundurkan diri bisa goyah. Anda akan kembali mengalami dilema. Jadi, Anda perlu tahu hal yang harus dilakukan jika atasan meminta Anda bertahan di perusahaan seperti yang disarikan dari situs The Balance berikut ini.

Berhati-hati sebelum memutuskan bertahan di perusahaan. Atasan mungkin mencoba meyakinkan Anda untuk tetap bertahan dengan menawarkan gaji lebih tinggi, promosi, hari libur lebih banyak, jadwal yang fleksibel – dan seterusnya. Namun, kebanyakan pakar ketenagakerjaan menyebutkan bahwa keputusan untuk bertahan di perusahaan setelah mengajukan resign tidak dianjurkan. Mengapa? Hal ini karena setelah kabar pengunduran diri beredar, Anda akan dianggap sebagai karyawan yang tidak loyal. Mungkin beberapa manajer lain dan rekan kerja akan memertanyakan kesetiaan dan dedikasi Anda di masa depan. Hal ini bisa membahayakan karier Anda sendiri di perusahaan. Anda bisa kehilangan kesempatan promosi dan bahkan ada kemungkinan dipecat jika perusahaan menemukan pegawai baru yang lebih bersemangat bekerja di perusahaan. Selain itu, jika Anda setuju untuk bertahan sekarang, tapi kembali megajukan pengunduran diri beberapa waktu setelahnya, maka akan memperburuk hubungan Anda dengan manajemen.

Mendengarkan penjelasan atasan. Anda perlu memberi kesempatan kepada atasan untuk menjelaskan alasannya. Mengapa dia ingin Anda bertahan di perusahaan untuk saat ini? Mungkin Anda dan atasan akan terlibat diskusi yang cukup panjang. Anda akan mendengar sanjungan dari atasan. Dia juga akan mengatakan betapa Anda adalah anggota yang berharga bagi tim. Penjelasan atasan ini bisa menjadi bahan yang berguna untuk disertakan dalam wawancara kerja Anda di masa depan. Sementara itu, jika alasan mengundurkan diri karena tekanan pekerjaan, bukan tawaran kerja yang lebih baik di perusahaan lain, maka atasan mungkin akan membujuk dengan janji akan mengurangi beban Anda demi keseimbangan kehidupan dan pekerjaan.

Tapi, jangan biarkan diri Anda terhanyut dalam bujuk rayunya. Ucapkan terima kasih atas penilaian atasan yang positif, kemudian katakan bahwa keputusan pengunduran diri Anda sudah final.

Ingatkan diri Anda tentang alasan pengunduran diri. Anda boleh mendengarkan alasan atasan yang meminta untuk tetap tinggal. Dia bisa saja memberi iming-iming gaji yang menggiurkan dari sebelumnya. Tapi, coba tanyakan lagi pada diri sendiri. Apakah alasan pengunduran diri Anda semata-mata karena uang? Jika dengan bertahan di perusahaan membuat Anda tidak lagi bahagia, maka tetap ikuti kata hati untuk mengundurkan diri.

Menawarkan bantuan untuk masa transisi. Mungkin alasan atasan menahan kepergian Anda karena tim kerja sedang kekurangan tenaga. Mereka butuh waktu untuk melatih tenaga kerja baru setelah Anda meninggalkan perusahaan. Anda bisa menolong atasan dengan menjanjikan bantuan selama masa transisi. Anda akan mentransfer ilmu kepada pegawai baru. Pastikan Anda memberi bantuan sesuai kapasitas, jangan berlebihan.

Mengirim ucapan terima kasih setelah pindah kantor. Jelas, Anda adalah aset hebat bagi perusahaan. Anda sudah berhasil membangun hubungan yang baik dengan orang-orang kantor. Anda akan lebih mudah mendapat referensi pekerjaan di masa depan. Jadi, sepekan setelah kepergian Anda, kirimkan ucapan terima kasih pada atasan atas segala bimbingan dan kebaikannya.

Intinya, Anda harus tetap berpegang teguh pada pendirian untuk mengundurkan diri. Tapi, jangan sampai hal itu merusak hubungan Anda dengan perusahaan dan mantan atasan. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr

Baca juga:



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next