Menghentikan Kebiasaan Atasan yang Suka Mengawasi Pekerjaan Bawahan | Qerja

Menghentikan Kebiasaan Atasan yang Suka Mengawasi Pekerjaan Bawahan

Eka Utami, 6 months ago
Menghentikan Kebiasaan Atasan yang Suka Mengawasi Pekerjaan Bawahan

Apa rasanya jika punya atasan yang selalu mengawasi pekerjaan bawahan? Anda merasa ia selalu memata-matai? Sepertinya, dia selalu berada di belakang punggung Anda saat bekerja. Hal ini membuat Anda risih bukan?

Gaya kepemimpinan micromanaging ini mungkin membuat Anda tidak nyaman bekerja. Pada akhirnya Anda malah jadi tidak produktif. Jika ingin keluar dari “tekanan” ini, Anda bisa mengikuti berbagai tips untuk menghentikan kebiasaan atasan yang suka mengawasi pekerjaan bawahan secara berlebihan seperti disarikan dari Forbes berikut ini.

Memahami perasaan atasan

Mengapa atasan melakukan pengawasan berlebihan terhadap karyawan? Jawabannya, karena dia merasa tidak aman. Dia tidak yakin bahwa bawahannya bisa menyelesaikan proyek tepat waktu dengan hasil yang baik. Untuk itu, Anda harus mengurangi rasa cemas ini. Caranya dengan mengomunikasikan status proyek secara rutin, dan melaporkan kemajuan proyek sepekan sekali. Anda juga harus sering bertemu dengan manajer dan memintanya untuk memahami masalah yang terjadi pada proyek. Dengan begitu dia akan bisa memberi arahan yang tepat. Intinya, Anda yang harus proaktif, jangan menunggu sampai mendapat panggilan atau bahkan teguran.

Cari cara untuk membuktikan kredibilitas Anda

Mungkin manajer Anda butuh penasihat karier yang mengajarkan tentang pendelegasian tugas. Tapi, Anda tidak bisa serta merta datang padanya dan menyarankan seorang penasihat karier untuknya. Anda bisa dianggap lancang karena telah mempermalukan atasan.
Namun, Anda bisa menemukan cara lain untuk mengambil hati dan mendapat kepercayaannya. Tunjukkan hasil kerja yang baik dan selalu tepat waktu. Jadilah karyawan yang dapat dipercaya dan diandalakan. Pada akhirnya, atasan akan melepaskan Anda dari pandangannya.

Memperbaiki cara berinteraksi dengan atasan

Pemimpin yang tidak berpengalaman umumnya melakukan pengawasan berlebihan terhadap bawahannya. Jika ingin manajer menghentikan perilakunya, hal pertama yang harus dilakukan adalah dengan mencatat semua interaksi dengan atasan selama sepekan. Berapa kali ia memanggil Anda ke ruangan untuk mengecek sesuatu yang tidak terlalu mendesak? Seberapa sering ia mendatangi meja kerja Anda untuk melihat perkembangan pekerjaan? Setelah catatan lengkap, kini saatnya Anda mendatanginya untuk memberi masukan agar memerbaiki cara berinteraksi. Ajukan ide cara berkomunikasi yang lebih efektif.

Bantu atasan agar bisa mendelegasikan tugas dengan efektif

Anda harus berinisiatif untuk melakukan pekerjaan yang paling dikuasai. Agar atasan mau mendelegasikan beban kerjanya, minta ia untuk membagikan segala informasi yang Anda butuhkan.Lalu, Anda mesti memastikan untuk mengomunikasikan kemajuan proyek secara reguler. Tindakan ini akan meningkatkan kepercayaan diri Anda dan membantu atasan meningkatkan kemampuan mendelegasikan tugas.

Tanyakan hal yang bisa dilakukan untuk mendapatkan kepercayaan atasan

Jadwalkan pertemuan dengan atasan Anda. Jelaskan bahwa Anda telah memperhatikan gaya kepemimpinannya. Kemudian, yakinkan ia jika bawahan diberi kepercayaan yang lebih besar, maka akan mencapai hasil yang lebih baik lagi. Tanyakan bagaimana Anda bisa mendapat kepercayaannya. Apakah atasan Anda membutuhkan laporan perkembangan pekerjaan yang lebih sering? Apakah Anda perlu menunjukkan kemampuan kerja yang lebih baik lagi? Bicarakan sebuah rencana kolaborasi.

Menyadarkan atasan terkait perilakunya

Dalam situasi seperti ini, Anda perlu mengajak atasan untuk bicara tentang perilakunya. Lakukan dengan cara yang lembut dan jujur. Akui saja bahwa cara atasan melakukan pengawasan telah membuat Anda tidak nyaman. Dengan cara ini, Anda dapat mengetahui alasan atasan melakukan hal itu. Tindakan ini bisa membuat perubahan besar. Namun, jika cara ini gagal, setidaknya Anda sudah mencoba membuat perubahan.

Meniru atasan

Saat Anda melaporkan hasil kerja, cermati gaya komunikasi atasan – caranya memberi isyarat, langkah kerja, bahkan kata-kata yang digunakan. Ketika Anda melakukan pekerjaan sesuai dengan cara yang diinginkan atasan, maka ia akan menaruh kepercayaan pada Anda.

Mintalah masukan, bukan meminta izin

Terkadang, Anda sendiri yang mengundang atasan untuk melakukan pengawasan secara berlebihan. Jika Anda selalu ragu dan meminta izin untuk melakukan setiap tindakan, bagaimana atasan mau percaya? Hal ini akan membuat atasan mempertanyakan kemampuan dan kredibilitas pengambilan keputusan Anda. Lain kali, Anda hanya perlu memberi informasi tentang perkembangan pekerjaan. Kemudian, minta masukan sesuai yang dibutuhkan saja.

Menempatkan diri pada posisi atasan

Jangan hanya menilai atasan dari luar. Jangan hanya menghakimi perilaku dan gaya kepemimpinannya. Anda perlu menempatkan diri pada posisi atasan. Menurut Anda, mengapa ia melakukan pengawasan berlebihan pada bawahannya? Apakah dia merasa tidak aman? Apakah ia merasa takut? Jangan-jangan ia juga mendapat tekanan dari atasan yang lebih tinggi. Cari tahu tentang hal ini. Jaga agar komunikasi tetap terbuka dan jelaskan harapan, tujuan dan batasan yang Anda harapkan.

Komunikasi terbuka

Sebenarnya, atasan punya maksud positif dengan melakukan pengawasan atas pekerjaan bawahannya. Dia hanya ingin semua proyek berjalan lancar. Sementara Anda mungkin tidak suka jika terlalu diawasi. Hal yang perlu Anda lakukan adalah berkomunikasi dengan atasan. Pahami niat baiknya, sehingga memngurangi kesenjangan hubungan antara kalian berdua.

Menerapkan sistem transparansi dan akuntabilitas

Micromanaging terjadi karena kurangnya komunikasi. Anda bisa mengusulkan untuk penerapan sistem agar atasan tidak perlu mengawasi bawahan setiap saat. Ada teknologi yang bisa membuat bawahan selalu melaporkan kemajuan pekerjaannya. Atasan bisa memeriksa pekerjaan melalui aplikasi tersebut. Pada akhirnya micromanaging akan hilang dengan sendirinya. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr

Baca juga:



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next