Tanda Perusahaan Startup Tempat Anda Bekerja akan Gagal | Qerja

Tanda Perusahaan Startup Tempat Anda Bekerja akan Gagal

Eka Utami, 2 years ago
Tanda Perusahaan Startup Tempat Anda Bekerja akan Gagal

Ketika memutuskan bekerja di perusahaan startup, Anda mungkin sudah tahu risikonya. Kehidupan sebuah perusahaan startup belum pasti. Anda bisa melihat bagaimana satu perusahaan startup melesat, kemudian jatuh tiba-tiba.

Jika tidak cermat bertanya dan riset saat wawancara kerja, mungkin Anda akan terjebak di perusahaan yang salah. Tetapi, sebelum ikut terpuruk dengan kegagalan perusahaan, Anda bisa mengamati tanda-tandanya. Berikut tanda perusahaan startup tempat Anda bekerja akan gagal seperti disarikan dari situs Medium. Anda bisa merasakannya dari perubahan budaya kerja dan manajemen.

Karyawan tidak lagi percaya pada CEO

Semua pimpinan perusahaan di level eksekutif harus menunjukkan kemampuan kepemimpinan yang kuat. Karyawana harus menikmati bekerja dengan pimpinan yang menginspirasi. Namun, jika CEO sudah membuat karyawan merasa ngeri, selalu berbuat kesalahan, dan kehilangan visi, maka segera tinggalka perusahaan dan cari pekerjaan baru.

Sering rapat, eksekusi proyek payah

Rapat itu penting, tapi jangan terlalu sering karena orang harus mengerjakan tugasnya masing-masing. Jika karyawan merasa atasan terlalu sering mengadakan rapat, mendiskusikan bahasan rapat setelah pertemuan, mengubah strategi berkali-kali, maka itu artinya tidak ada lagi efisiensi dalam bekerja. Mungkin atasan Anda sudah tidak fokus bekerja, tidak mampu mengambil keputusan, dan tidak bisa mencari solusi sebuah masalah.

Sering melanggar tenggat waktu proyek, dan atasan bisa menerima kegagalan

Tenggat waktu penyelesaian proyek hanya memiliki makna jika orang menganggapnya serius. Jika karyawan tidak lagi disiplin tentang tenggat waktu dan terjadi pembiaran oleh atasan, maka artinya perusahaan sudah tidak berjalan baik. Apalagi jika atasan sudah mulai tidak peduli dengan kegagalan berulang dalam beberapa proyek. Mungkin ini tandanya perusahaan hampir berhenti.

“Rekan kerja” yang mementingkan diri sendiri

Jumlah karyawan di perusahaan startup biasanya tidak banyak. Maka, pimpinan perusahaan bisa menciptakan budaya kerja di mana semua orang merasa satu keluarga dan bahu-membahu membangun bisnis bersama. Namun, ketika keadaan sudah menjadi genting, budaya perusahaan itu hilang. Mulailah politik kantor di mana karyawan memikirkan diri sendiri untuk bisa bertahan. Bahkan mungkin ada yang tega “menusuk” rekan kerja dari belakang.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next