Ika Natassa Sukses Menapaki Karier dan Passion | Qerja

Ika Natassa Sukses Menapaki Karier dan Passion

Sandy Ayu Sartika, 4 months ago
Ika Natassa Sukses Menapaki Karier dan Passion

 

Nama Ika Natassa dikenal oleh masyarakat berkat salah satu novelnya, Critical Eleven yang berhasil di angkat ke layar kaca. Selain berprofesi sebagai penulis, perempuan yang lahir di Medan, 25 Desember 1977 ini juga sukses menjalani karier sebagai seorang bankir. Namun, sebenarnya, Ika tidak pernah bermimpi menjalani kedua profesi tersebut.

Ika kecil bercita-cita menjadi seorang diplomat karena ingin menjelajah dunia. Setelah lulus sekolah menengah atas di Stanton High School, Iowa, USA pada tahun 1995 – 1996, ia mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri (UMPTN). Ika memilih jurusan Hubungan Internasional di tempat pertama, sesuai dengan mimpinya. Namun, Ika justru masuk di pilihan ketiga yaitu akuntansi di Universitas Negeri Sumatera Utara, bidang yang sebenarnya tidak pernah dibayangkan sebelumnya. Akhirnya, ia melanjutkan pendidikan di jurusan akuntansi, USU pada tahun 1997-2000.

Pernah berkesempatan untuk menjalani magang di Departement of Primary Industries & Fishery di Northern Territory dan ACTEW Corporation Limited di Canberra, Australia, membuat Ika jatuh hati dan tertarik untuk terjun ke dunia korporasi. Dia mengawali kariernya melalui officer development program (ODP) dari Bank Mandiri. Tak banyak yang mengetahui bahwa Ika telah melewati proses panjang untuk mencapai posisinya saat ini. “Saat pertama diterima, para peserta ODP (waktu itu, satu angkatan yang terseleksi sebanyak 30 orang dari ribuan pelamar) diberi pendidikan perbankan selama satu tahun yang mencakup hampir semua aspek bisnis perbankan (branch, treasury, lending, funding, dan lain-lain). Sistem pendidikan juga sangat ketat karena selama setahun ini proses belajar-mengajar dilakukan dalam Bahasa Inggris dengan pengajar bankir-bankir ekspatriat berpengalaman, dan ujian setiap hari. Jika nilai di bawah 70 langsung out,” ujar perempuan yang berhasil menjadi lulusan terbaik pertama di angkatannya dalam ODP ini.

Berbekal prestasi yang diraih semasa pelatihan, membuat Ika dipercaya untuk menjabat berbagai posisi di Bank Mandiri “Saya lantas ditempatkan di Commercial Banking Center Medan sebagai Credit Analyst (posisi setara Assistant Manager) dan terus meniti karir di bidang loan sampai menjadi Relationship Manager dengan portfolio kelolaan sekitar Rp. 1 triliun.  Setelah itu saya sempat dipromosikan ke kantor pusat dan menjalani berbagai fungsi mulai dari Commercial Banking Analyst, Project Leader Wholesale Transaction Banking, termasuk menjadi anggota perumus Jiwa Service di Bank Mandiri,” jelasnya.

Ika mengaku sangat menikmati perjalan karier sebagai bankir. Setelah berhasil menduduki berbagai jabatan dan terjun ke berbagai bidang di sektor perbankan termasuk lending, akhirnya ia diberi kesempatan untuk masuk ke bidang transaction pada 2015. Terjun ke bidang transaction di Bank Mandiri, tugas dan tanggung jawab Ika berfokus pada perumusan dan evaluasi strategi. Ia dituntut untuk memahami pola bisnis terutama tentang pasar. Hal ini membuatnya harus terus belajar dan mengasah pemahaman setiap hari. Hasil ketekunan Ika membuahkan hasil berupa penghargaan. Dia mendapat gelar sebagai Best Change Agent pada tahun 2008 dan Mandiri Best Employee for Managerial Category 2010.

Di tengah kesibukannya sebagai bankir, ternyata Ika masih menyempatkan diri menjalani passion di bidang tulis menulis. Dia mengakui bahwa menjadi penulis bukanlah bagian dari rencana karier, tapi telah menjadi bagian dari hobinya sewaktu kecil. Ika menganggap menulis sebagai pengisi waktu luangnya. Kesempatan untuk menjadi penulis yang lebih serius terbuka pada tahun 2006. Saat itu, ia ditantang untuk merilis sebuah tulisannya.  Dia mengirim karyanya ke penerbit Gramedia Pustaka. “Alhamdulillah bulan April 2007 saya mendapat kabar bahwa buku perdana saya yang berjudul A Very Yuppy Wedding terbit,” ungkap Ika kepada Qerja.com.

Ika terbukti sukses menjalani dua pekerjaan sekaligus, sebagai bankir dan penulis. Bahkan, ia juga mampu memegang peran strategis di perusahaan. Lantas bagaimana tips membagi waktu menjalani dua bidang profesi yang berbeda? “Saya mempunyai deal dengan penerbit bahwa saya tidak ditarget untuk harus menghasilkan berapa karya dalam satu periode. Saya juga tidak diberikan deadline. Dengan demikian, sebagai penulis yang juga bekerja kantoran, saya punya ‘kemerdekaan’ untuk menekuni tulisan di saat waktu luang. Tipsnya tidak susah kok karena menulis dianggap sama seperti hobi menonton atau membaca, bisa dilakukan di saat akhir pekan atau bahkan malam hari sepulang dari kantor, tidak perlu tergesa-gesa. Satu karya bisa butuh waktu tahunan baru selesai. Sebagai contoh Critical Eleven saya tulis selama 2,5 tahun dan Antologi Rasa lebih dari 3 tahun,” ungkap Top 10 Finalist Fun Fearless Female Majalah Cosmopolitan tahun 2004 ini.

Berdasarkan pengalaman profesionalnya, Ika berpendapat bahwa kita tidak perlu memilih profesi atau passion. Dia sendiri akan terus menjalani dua profesi ini: sebagai bankir dan akan terus produktif sebagai penulis. Ika akan terus membuat karya-karya yang dekat dengan kehidupan nyata masyarakat urban saat ini. Bahkan, ia belum puas dengan pencapian yang telah diraihnya dan masih memiliki keinginan yang belum terwujud. Ika bertekad untuk menghidupkan LitBox, sebuah perusahaan start up di bidang sastra. Baginya, semua kesuksesan diawali dengan keberanian bermimpi.

Sumber Foto : Instagram Ika Natassa



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next