Working Mom Memilih Kerja di Startup? Mengapa Tidak? | Page 2 | Qerja

Working Mom Memilih Kerja di Startup? Mengapa Tidak?

Eka Utami, 2 years ago
Working Mom Memilih Kerja di Startup? Mengapa Tidak?

Tapi, jika Anda yakin pada misi perusahaan, teknologi yang digunakan, kepemimpinan pendiri startup, maka percayalah perusahaan akan tumbuh dan berkembang di masa mendatang.  Pada saatnya perusahaan berkembang, maka gaji, tunjangan, dan fasilitas yang akan Anda dapatkan juga semakin baik.

Mitos 2: Jam kerja yang menuntut

Kebanyakan ibu bekerja punya rutinitas harian yang sama. Mereka harus bangun pagi, menyiapkan sarapan, mengantar anak ke sekolah, bekerja, pulang kantor dan menyiapkan makan malam, menemani anak tidur, memeriksa email pekerjaan, lalu tidur. Jadwal mereka selalu padat setiap hari. Ibu bekerja sudah tidak punya “ruang” untuk perusahaan yang menuntut waktu kerja lebih panjang. Salah satu mitos yang ditakutkan ibu bekerja di perusahaan startup adalah tuntutan pekerjaan yang lebih berat dari biasanya karena karyawan ikut membangun perusahaan bersama. Ibu bekerja tidak rela waktu untuk keluarga direnggut.

Sebenarnya, di era teknologi seperti sekarang ini, tuntutan pekerjaan dari perusahaan besar dan startup sama saja. Terkadang, ada manajer yang menghubungi karyawannya di luar jam kerja untuk melakukan beberapa hal. Tapi, justru dengan bekerja di startup, Anda memiliki keleluasaan terkait jam kerja. Anda tidak terlalu dituntut untuk masuk jam 9 pagi dan pergi dari kantor pukul 6 sore.

Mitos 3: Gaya hidup yang berbeda dari rekan kerja lain di kantor

Tampaknya ada asumsi mendasar anak muda dari generasi milenial tidak akan mengerti komplikasi kehidupan seorang ibu. Working mom takut merasa canggung di tengah-tengah rekan kerja yang begitu muda dan bersemangat. Namun, Anda tidak boleh berprasangka buruk dulu. Semua orang mau belajar dan memahami satu sama lain. Jika bergabung dengan startup sejak awal, Anda bisa menciptakan dasar budaya kerja yang saling memahami seperti ini.

Jika Anda adalah ibu bekerja yang tertarik bergabung dengan perusahaan startup, jangan urungkan niat itu. Jangan percaya mitos! Banyak ibu bekerja lain yang sudah merasakan bagaimana menikmati tantangan dan fleksibilitas bekerja di perusahaan startup. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr

 



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next