Cara Membimbing Wanita untuk Jadi Pemimpin | Qerja

Mau Jadi Mentor yang Hebat? Bimbing Wanita untuk Jadi Pemimpin

Eka Utami, 2 years ago
Mau Jadi Mentor yang Hebat? Bimbing Wanita untuk Jadi Pemimpin

Dunia kerja membutuhkan pemimpin wanita lebih banyak. Dengan adanya manajer atau petinggi perusahaan wanita, maka kejadian pelecehan seksual bisa dikurangi. Selain itu, perusahaan yang mempekerjakan banyak karyawan wanita akan lebih memikirkan kebijakan terkait cuti untuk urusan keluarga dan jam kerja yang fleksibel. Pada akhirnya, tercipta lingkungan kerja yang baik dan mendorong produktivitas karyawan.

Untuk itu, manajemen perlu memberi peluang lebih besar untuk calon pemimpin wanita. Manajer yang menjadi mentor pun harus memberi dorongan pada anak bimbingnya agar bisa jadi pemimpin masa depan. Masalahnya, banyak manajer pria yang merasa enggan menjadi mentor seorang wanita.

Berdasarkan penelitian Lean In dan SurveyMonkey  yang dikutip situs Inc, faktanya jumlah manajer pria yang merasa tidak nyaman menjadi mentor bawahan wanita menjadi tiga kali lipat setelah meluasnya laporan pelecehan seksual dalam beberapa bulan. Hal ini bisa menutup peluang wanita untuk menjadi pimpinan di masa depan.

Sebenarnya, alasan ketidaknyamanan adalah alasan yang salah. Hanya karena hal ini, perusahaan bisa kehilangan potensi pemimpin wanita yang bagus. Jadi, sebagai manajer dan mentor, Anda sebaiknya tidak mengurungkan niat membimbing bawahan wanita. Berikut tips menjadi mentor untuk mentee wanita seperti disarikan dari situs Inc.

Temukan calon mentee yang punya keahlian dan latar belakang berbeda

Mungkin Anda berpikir bahwa dalam mentoring, bimbingan berjalan satu arah dari mentor kepada mentee. Padahal pembelajaran bisa terjadi dalam dua arah. Bawahan tidak harus meniru cara kerja dan jalur karier yang telah Anda lalui.

Anda juga bisa belajar banyak dari bawahan. Maka pilihlah mentee yang punya keahlian berbeda. Misalnya, Anda melihat seseorang yang punya potensi jadi pemimpin dengan kemampuan komunikasi yang luar biasa.

Anda bisa mengasah kemampuan calon mentee itu dengan mengajarkan stategi bisnis, manajemen waktu, dan berbagai kemampuan manajerial. Sementara Anda bisa belajar meningkatkan kemampuan komunikasi darinya. Pelajaran yang Anda dapat dari sesi mentoring akan membuat Anda menjadi pemimpin yang lebih baik.

Mengatur jadwal sesi mentoring yang tepat

Pemilihan waktu dan tempat sesi mentoring juga sangat penting. Anda bisa melakukan sesi mentoring saat berada dalam perjalanan bisnis bersama dan makan dengan malam klien. Anda bisa menunjukkan pada mentee tentang cara menghadapi klien yang baik. Sementara mentee bisa belajar dengan melihat dan mengalami.

Pilihlah jadwal mentoring pada hari kerja, misalnya saat jam makan siang atau setelah jam kerja. Jangan mengadakan sesi mentoring di luar hari kerja karena akan mengganggu waktu berkualitas dengan keluarga.

Ingat perbedaan antara mentoring dan managing

Sebagai manajer, peran Anda adalah memberikan gambaran besar tentang tujuan perusahaan pada tim, mengatur sumber daya, menghapus rintangan dan memberdayakan bawahan agar bisa melakukan pekerjaan terbaik.

Manajer berfokus pada kinerja terhadap serangkaian sasaran bisnis dan memastikan karyawan memiliki kemampuan, peluang pengembangan dan dukungan yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut.

Sementara mentoring adalah peran yang berbeda sama sekali. Seorang mentor didefinisikan sebagai konselor atau guru yang bijak dan terpercaya.

Seorang mentor seharusnya tidak fokus pada kinerja jangka pendek karyawan. Mentor seharusnya berfokus membuka peluang jangka panjang, menyampaikan pengetahuan dan membuka koneksi yang akan membantu karyawan tumbuh dan berkembang. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next