Lima Alasan Utama Karyawan Meninggalkan Startup | Qerja

Lima Alasan Utama Karyawan Meninggalkan Startup

Eka Utami, 1 year ago
Lima Alasan Utama Karyawan Meninggalkan Startup

Startup itu rentan. Perusahaan menghadapi ancaman kegagalan setiap saat. Penyebabnya karena perusahaan bergantung pada beberapa sumber daya yang saling memengaruhi satu sama lain: modal, klien utama, karyawan dan beberapa hal lainnya.

Masalahnya, ketersediaan sumber daya perusahaan mungkin hanya dalam jangka pendek. Misalnya, saat perusahaan startup mulai berdiri, maka jumlah karyawan sangat terbatas. Jika salah seorang pergi, maka tenggat waktu pekerjaan, produksi, dan tujuan jangka pendek perusahaan terancam bahaya. Hal ini akan semakin parah jika ada karyawan yang mengundurkan diri secara tiba-tiba karena perusahaan belum punya rencana B.

Untuk mengurangi risiko ini, manajemen harus berpikir keras untuk memertahankan karyawan agar betah tinggal di perusahaan. Tapi sebelumnya, pimpinan perusahaan perlu memahami alasan mengapa karyawan ingin pergi dari statup. Berikut alasan utama karyawan meninggalkan perusahaan startup seperti disarikan dari situs Inc.

Tawaran kerja yang lebih baik.

Mungkin karyawan startup memang sedang mencari peluang kerja yang lebih sesuai dengan pribadinya. Bisa jadi, perusahaan startup yang menjadi pesaing memberi iming-iming peluang kerja dan gaji yang lebih baik. Pada titik ini, seorang karyawan perusahaan startup akan menimbang pilihan perusahaan yang menawarkan pekerjaan lebih baik, membayar lebih besar, dan jam kerja lebih pendek. Jadi, jika seorang karyawan meninggalkan perusahaan, maka manajemen tidak bisa menyalahkan. Pada dasarnya karyawan memilih pekerjaan yang terbaik berdasarkan penilaian pribadinya.

Jika manajemen ingin mempertahankan karyawan yang akan “pindah kapal”, maka cobalah tawarkan hal-hal immaterial seperti persahabatan, jam kerja yang fleksibel, atau lingkungan kerja yang menyenangkan. Tunjukkan kepada karyawan bahwa perusahaan peduli padanya.

Kurangnya kepercayaan pada keberlangsungan perusahaan

Pada dasarnya kehidupan startup tidak ada yang pasti. Perusahaan bisa gagal setiap saat. Semua karyawan yang bergabung dengan startup sudah mengetahui hal ini. Sementara itu, sebagian besar karyawan masuk ke dunia kerja untuk membangun karier jangka panjang sampai masa pensiun kelak. Para karyawan membutuhkan tempat kerja yang mapan untuk mendukung tujuan karier.
Jika karyawan merasa perusahaan tidak memiliki potensi jangka panjang, mereka mungkin akan menyelamatkannya diri lebih awal saat mencari perusahaan yang lebih stabil.

Untuk mengatasi kecenderungan ini, pimpinan perusahaan harus bekerja keras untuk menunjukkan kepada karyawan bahwa startup yabg sedang dirintis akan berhasil. Pimpinan harus menggandeng karyawan agar merasakan memiliki perusahaan juga dan mau membangun startup bersama.

Merasa kelelahan



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next