Alasan Wanita Sulit Bekerja di Bidang Teknologi | Qerja

Inilah Alasan Wanita Sulit Bekerja di Bidang Teknologi

Eka Utami, 2 years ago
Inilah Alasan Wanita Sulit Bekerja di Bidang Teknologi

Mengapa kita jarang melihat insinyur wanita yang bekerja di bidang teknologi? Menurut Insinyur Google James Damore alasannya karena secara biologis, wanita memang tidak cocok dengan peran tersebut. Selain itu, berdasarkan penelitian dari Stanford, wanita memang cenderung tidak terlibat dalam pekerjaan teknologi dibandingkan rekan pria.

Kesimpulan penelitian Stanford diambil dari hasil pengamatan yang dilakukan Mahasiswa Pascasarjana Sosiologi Stanford Alison Wynn dan Profesor Shelley Correll. Mereka memimpin sebuah tim peneliti yang menghadiri 84 sesi rekrutmen di kampus untuk mahasiswa bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika. Para peneliti menyaksikan bagaimana disparitas gender di dunia teknologi. Berikut alasan mengapa jumlah wanita yang bekerja di bidang teknologi masih sedikit seperti disarikan dari situs Inc.

Pria memberikan presentasi; wanita membagikan tiket

Menurut pengamatan peneliti, para siswa yang datang ke sesi perekrutan disambut oleh seorang perekrut wanita yang membagikan tiket dan mengarahkan peserta ke meja makanan ringan belakang ruangan. Sementara perekrut pria diberi tugas untuk presentasi. Perbedaan peran dalam perekrutan ini seperti menunjukkan bagaimana perusahaan teknologi ingin menonjolkan dan membanggakan karyawan pria, sementara wanita hanya sebagai pemanis.

Pria berbicara, wanita tidak

Peneliti melihat beberapa perusahaan perekrut mengirim insinyur wanita ke sesi rekrutmen. Dalam kebanyakan kasus, para insinyur wanita ini tidak berpartisipasi dalam presentasi atau tanya jawab. Saat presentasi, wanita berbicara tentang topik “ringan” seperti budaya perusahaan, bukan topik teknis “berat” yang dibahas oleh para pria.

Selama sesi tanya jawab, sebagian pertanyaan ditanyakan oleh kandidat pegawai pria. Pertanyaan itu juga dijawab dan ditanggapi oleh insinyur pria. Bahkan, para periset menggambarkan pada satu sesi tanya jawab di mana seorang insinyur wanita berusaha menjawab pertanyaan namun berulang kali terputus, kemudian jawaban diambil alih oleh rekan prianya.

Wanita menginginkan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan, perusahaan menginginkan karyawan lebih sering di kantor

Penelitian telah menunjukkan bahwa wanita pekerja tetap melakukan sebagian besar pekerjaan rumah tangga dan mengasuh anak. Mengingat kenyataan itu, tidak mengherankan jika wanita lebih menginginkan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan. Wanita enggan bergabung dengan perusahaan yang menuntut waktu bekerja lebih banyak.

Sebaliknya, perusahaan di bidang teknologi berbicara tentang tunjangan dan fasilitas menarik yang disediakan di kantor, misalnya makanan gratis, dry cleaning, bahkan chiropractor. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan ingin karyawannya menghabiskan banyak waktu di kantor.

Lingkungan kerja diciptakan untuk pria

Kebanyakan perusahaan teknologi –terutama startup- menyediakan berbagai alat permainan di kantor untuk memererat hubungan antar karyawan. Permainan yang disediakan seperti video games dan meja foosball –semua permainan pria-. Sepertinya lingkungan kerja ini memang diciptakan untuk kaum adam. Budaya kerja seperti ini membuat wanita yang tertarik bekerja di bidang teknologi malah ingin segera keluar dari pekerjaannya. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next