Strategi Memilih Instrumen Investasi yang Tepat untuk Anda | Qerja

Strategi Memilih Instrumen Investasi yang Tepat untuk Anda

Eka Utami, 3 years ago
Strategi Memilih Instrumen Investasi yang Tepat untuk Anda

Ada banyak instrumen investasi yang ditawarkan di pasaran. Namun, Anda mungkin belum menetapkan hati untuk menempatkan uang di salah satu produk keuangan tersebut. Alasan kegalauan itu bisa jadi karena Anda belum tahu banyak tentang investasi. Selain itu, Anda takut salah melangkah dan menginvestasikan uang di tempat yang salah sehingga merugi. Apalagi, jika uang yang akan Anda investasikan adalah satu-satunya harta yang telah ditabung selama ini.

Langkah pertama yang Anda perlu lakukan sebelum berinvestasi bukanlah memilih instrumen keuangan. Anda harus memahami diri sendiri, rencana keuangan, dan profil risiko. Agar Anda tidak bingung lagi, berikut strategi memilih instrumen investasi yang tepat untuk Anda seperti disarikan dari berbagai sumber.

Menentukan modal

Jadi, setelah mengecek kondisi kesehatan keuangan, kini Anda bisa menghitung berapa banyak uang lebih yang bisa diinvestasikan. Menurut Penulis Buku Smart Traders Not Gamblers Ellen May yang dikutip dari situs Detik, mudal awal tersebut akan menentukan berapa banyak “peluru” yang dimiliki. Jika uang Anda hanya beberapa ratus ribu rupiah saja, maka bisa memilih investasi reksadana. Kalau Anda punya uang hingga di atas Rp 5 juta, maka bisa memilih obligasi.

Tapi, untuk Anda yang memiliki modal terbatas, sebaiknya pertaruhkan uang untuk investasi yang berisiko tinggi. Misalnya, jika dana yang Anda punya hanya Rp 5 juta, jangan tergiur membeli saham lapis ketiga yang ditawarkan berbagai lembaga sekuritas. Menurut Ellen, saham lapis ketiga harganya memang murah, tapi cenderung tidak likuid dan berisiko tinggi.

Menetapkan tujuan keuangan

Setiap orang memiliki keinginan dalam hidup. Namun, sumber daya yang dimiliki tidak bisa langsung digunakan untuk memenuhi keinginan saat itu juga. Misalnya, ketika ingin merenovasi rumah, tentu membutuhkan dana yang besar. Selain itu, kalau Anda berharap bisa menikmati standar hidup di hari tua sama dengan gaya hidup saat masih bekerja, maka harus mengumpulkan uang untuk dana pensiun. Itulah yang disebut dengan tujuan keuangan.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next