Job Fair Dulu vs Job Fair Kekinian. Apa yang Anda Harapkan dari Pameran Kerja Masa Kini? | Qerja

Job Fair Dulu vs Job Fair Kekinian. Apa yang Anda Harapkan dari Pameran Kerja Masa Kini?

Eka Utami, 2 years ago
Job Fair Dulu vs Job Fair Kekinian. Apa yang Anda Harapkan dari Pameran Kerja Masa Kini?

Di masa lalu, acara bursa kerja memang dibuat hanya sebagai acara untuk mempertemukan perusahaan dan pencari kerja. Penyelenggara hanya menyiapkan satu ruangan besar yang terdiri dari puluhan atau seratusan stand perusahaan yang menawarkan lowongan kerja. Kandidat pekerja dibiarkan bebas menyambangi stand tersebut dan berusaha mendapatkan pekerjaan semaksimal mungkin.

Tampaknya, acara bursa kerja yang ditata seperti itu akan berjalan dengan lancar. Namun, ketika penyelenggara acara tidak punya perhitungan mengenai jumlah peserta yang datang, tata tertib yang jelas, kegiatan alternatif yang menyenangkan, maka bursa kerja akan menjadi tak terkendali. Berikut gambaran bursa kerja di masa lalu.

Antrian panjang yang tidak ada habisnya

Apa yang Anda bayangkan tentang sebuah acara bursa kerja? Sebuah kegiatan yang harus dihadapi dengan kesehatan fisik dan mental yang prima. Pasalnya, Anda harus siap berdesakan dengan ratusan atau ribuan kandidat pencari kerja sejak pertama datang ke lokasi acara. Sistem registrasi yang terlalu rumit membuat antrian peserta acara mengular sampai ke dekat pintu gerbang. Jika terlambat sedikit saja, maka Anda akan terjebak di barisan belakang.

Ketika tiba di dalam ruangan, Anda akan mendapat tantangan yang sama. Tempat penyelenggaraan acara begitu penuh dengan lautan manusia. Anda harus kembali antri dan berdesakan untuk bertemu dengan perekrut dari perusahaan impian. Saat sampai di hadapan perwakilan perusahaan, tenaga Anda sudah hampir habis sehingga tidak bisa memaksimalkan kesempatan di sesi wawancara singkat.

Kesempatan bertemu dengan perekrut minim

Kalau dihitung-hitung, kebanyakan waktu yang Anda habiskan dalam sebuh acara job fair hanya untuk mengantri saja. Saking sempitnya waktu, maka Anda hanya bisa memanfaatkan setiap menit yang dimiliki untuk menyebarkan CV sebanyak mungkin ke setiap stand perusahaan –kalau perlu hanya memasukkan berkas Anda ke dalam drop box saja-, tanpa berbincang dengan perekrut. Akhirnya, Anda hanya bisa berharap setidaknya ada satu atau dua orang perwakilan perusahaan yang menelepon pada keesokan hari.

Merepotkan

Ada dua hal yang paling merepotkan saat menghadiri bursa kerja di masa lalu. Pertama, saat Anda harus mendaftar secara manual. Terkadang, meski panitia sudah membuka pendaftaran online, Anda tetap harus mengisi beberapa formulir di meja registrasi. Belum lagi dengan masalah tak terduga seperti sistem komputer yang tiba-tiba down. Hal ini yang membuat antrian masuk ke ruangan acara job fair menjadi sangat panjang.

Hal lain yang akan membuat peserta job fair kerepotan adalah berkas lamaran kerja yang mesti dicetak dalam bentuk hard copy. Kita sering melihat kandidat pencari kerja pria datang ke acara job fair dengan ransel besar di punggungnya. Mungkin mereka mengisi tas tersebut dengan 10-20 salinan CV, pas foto, dan kelengkapan lamaran kerja lainnya. Sementara kebanyakan peserta wanita menenteng dua tas: satu tas berisi perlengkapan pribadi, satu tas lainnya berbentuk map atau tas jinjing berisi berkas lamaran kerja. Sangat merepotkan. Hal ini yang membuat kegiatan job fair di masa lalu hanya akan menjadikan Anda kelelahan dan stres di penghujung hari.

Namun, belakangan sebagian penyelenggara acara job fair sudah mulai berbenah diri. Mereka mencoba membuat kegiatan lebih menarik dan bisa dinikmati peserta kegiatan. Bursa kerja bukan hanya tempat untuk mencari kerja. Tetapi, bisa dimanfaatkan untuk memperluas jejaring, mendapat informasi tentang dunia kerja, bahkan pelatihan pengembangan diri. Berikut hal yang bisa Anda harapkan dari job fair kekinian.

Kemudahan membawa berkas untuk kebutuhan melamar kerja

Lupakan map besar berisi berkas lamaran kerja yang harus Anda bawa-bawa sepanjang kegiatan bursa kerja. Pada job fair kekinian, panitia akan meminta CV Anda pada saat mendaftar. Anda bisa menyediakan cadangan berkas tersebut dalam bentuk soft copy yang disimpan di dalam smartphone atau flashdisk. Jika panitia atau perekrut meminta kembali berkas tersebut, maka mereka bisa langsung meng-copy data.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next