Terancam Dipecat? Pelajari Cara Mengelola Uang Pesangon Berikut Ini | Qerja

Terancam Dipecat? Pelajari Cara Mengelola Uang Pesangon Berikut Ini

Eka Utami, 2 years ago
Terancam Dipecat? Pelajari Cara Mengelola Uang Pesangon Berikut Ini

Keputusan Grab Indonesia mengakuisisi seluruh bisnis Uber di Asia Tenggara pada Maret 2018 berdampak langsung pada nasib seluruh karyawan Uber. Menurut laporan CNN Indonesia, karyawan tetap Uber akan dibekukan selama 3 bulan dengan tetap menerima gaji. Sementara untuk karyawan kontrak tidak mendapat kepastian terkait pekerjaan atau pesangon.

Juru bicara Grab berjanji memberikan kesempatan pada seluruh karyawan tetap Uber, termasuk jajaran pemimpinnya untuk menjadi karyawan di Grab. Namun, menurut pengakuan salah satu karyawan Uber, belum ada kejelasan detail mengenai penawaran atau janji uang pesangon jika karyawan akhirnya dipecat.

Jika Anda juga berada di tengah kegalauan seperti karyawan Uber saat ini, sebaiknya bersiap diri. Skenario terburuk yang mungkin terjadi pada Anda adalah pemutusan hubungan kerja. Maka, Anda perlu memelajari cara mengelola uang pesangon dengan bijak berikut ini.

Hitung uang pesangon dan cek tabungan serta dana darurat

Besaran uang pesangon yang diterima setiap karyawan berbeda-beda. Menurut catatan Okezone, seseorang yang telah bekerja selama satu tahun, berhak menerima pesangon sebanyak satu bulan upah. Sementara karyawan yang sudah mengabdi di perusahaan selama tiga tahun atau lebih akan menerima pesangon sebesar empat kali upah. Karyawan senior yang bekerja di perusahaan selama lebih dari tiga tahun ini juga bisa mendapat penghargaan tambahan berdasarkan masa kerja.

Jika Anda selalu mengikuti nasihat perencana keuangan, pasti sudah punya dana darurat yang bisa digunakan untuk saat-saat terpuruk seperti ini. Biasanya, dana darurat yang dipersiapkan besarnya 3-6 kali pengeluaran bulanan. Dana darurat tersebut sudah bisa menutupi cicilan rutin. Persiapan dana darurat untuk enam bulan ini berdasarkan asumsi bahwa Anda akan mendapat pekerjaan baru setidaknya dalam enam bulan ke depan.

Bila tabungan dana darurat Anda kosong sama sekali, Perencana Keuangan Pandji Harsanto menyarankan agar menyisihkan sebagian pesangon untuk dana darurat terlebih dahulu. Dia juga mengingatkan agar karyawan yang baru dipecat juga menghitung kebutuhan dana jangka pendek yang kurang dari 1 tahun dan bersifat wajib, misalnya biaya masuk sekolah.

Dana darurat yang sudah disiapkan atau yang disisihkan dari pesangon sebaiknya disimpan dalam bentuk tabungan. Sehingga Anda bisa dengan mudah mengambil uang saat dibutuhkan.

Siapkan dana cadangan

Ahmad Gozali, perencana keuangan dari Safir Senduk dan Rekan menyarankan pada pembaca Republika yang konservatif untuk menyimpan sebagian uang pesangon dalam bentuk deposito. Menurut Ahmad, deposito cocok untuk Anda yang ingin bermain “aman”, dan mengharapkan dana berkembang lebih baik daripada sekadar disimpan di tabungan.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next