Kenali Tujuh Tipe Stres di Tempat Kerja | Qerja

Kenali Tipe Stres di Tempat Kerja Yang Bisa Menyerang Anda

Eka Utami, 2 years ago
Kenali Tipe Stres di Tempat Kerja Yang Bisa Menyerang Anda

Stres akibat pekerjaan dapat mengganggu saraf, menyebabkan insomnia, dan berkontribusi pada masalah kesehatan seperti penyakit jantung dan depresi. Bahkan menurut Paul J. Rosch, MD, presiden American Institute of Stress yang dikutip dari situs Health, stres pekerjaan kronis dapat membahayakan kesehatan fisik dan emosi seseorang.

Jadi, jika seorang karyawan merasa stres, maka harus bisa segera menemukan sumber masalah. Hal ini akan membantu untuk melawan stres. Para ahli telah mengidentifikasi situasi kerja tertentu yang cenderung membuat darah Anda mendidih. Berikut penyebab dan tipe stres di tempat kerja yang harus Anda kenali.

Stres akibat bekerja hampir tanpa jeda

Ciri: Karyawan bisa mengalami stres karena bekerja hampir tanpa jeda. Biasanya, mereka terlihat sibuk dari sejak datang hingga jam pulang kantor. Bahkan mereka sering lembur. Mereka tidak bisa mengatur jam kerja sendiri, tetapi seperti dikendalikan orang lain. Ketika satu pekerjaan sudah hampir selesai, tiba-tiba mereka mendapat setumpuk tugas berikutnya dari bos.

Solusi: Jelas. Penyebab stres adalah tuntutan pekerjaan yang tinggi, sementara karyawan –terutama yang masih level junior- tidak bisa mengendalikannya. Menurut Peter L. Schnall, MD, seorang ahli stres okupasi di University of California, hal ini akan menyebabkan tekanan psikologis. Seseorang yang mengalami stres seperti ini bisa berusaha mencari cara untuk lebih terlibat dalam pengambilan keputusan. Berdasarkan penelitian, hal itu akan membantu meringankan stres.

Stres akibat pekerjaan yang tidak dihargai

Ciri: Ketika seseorang merasa telah melakukan pekerjaan dengan baik, namun tidak mendapat pengakuan atau kompensasi yang sepadan. Karyawan ini mungkin telah mengorbankan banyak hal untuk pekerjaannya, bahkan dengan keringat dan air mata. Namun, semua jerih payahnya hanya membuat atasan terlihat bagus di hadapan pimpinan perusahaan. Sementara karyawan pekerja keras itu tidak menerima kenaikan gaji, promosi, atau pengakuan.

Solusi: Kondisi ini disebut dengan “ketidakseimbangan imbalan-kerja”. Hal ini pasti bisa membuat stres terutama buat orang-orang yang begitu semangat mengejar pengakuan di kantor. Untuk mengatasi rasa frustasi semacam ini, Anda bisa mendiskusikan tujuan karier dengan atasan. Anda mungkin tidak mendapatkan pengakuan, promosi atau kenaikan gaji dalam waktu dekat. Namun, Anda jadi punya gambaran tentang cara memerbaiki diri dan mengatur strategi karier sehingga bisa mendapatkan penghargaan yang diharapkan kelak.

Stres karena merasa tersingkir

Ciri: Karyawan yang merasa tersingkir berpikir dirinya selalu sendirian. Ketika butuh bantuan, atasan tidak memberikannya. Ketika ingin mencurahkan kegalauan, ia tidak punya teman kantor yang cukup dekat mendengarkan ceritanya.

Solusi: Pendukung karier terbaik di tempat kerja adalah atasan. Sementara rekan kerja akan memberi sokongan emosional. Jika Anda kehilangan keduanya, maka akan merasa terdampar di pulau terpencil. Sendirian.

Jadi, Anda perlu memerbaiki hubungan sosial di kantor. Berusahalah untuk mengkomunikasikan kebutuhan Anda dalam karier dan emosional. Jika Anda menginginkan bantuan bos Anda dan rekan kerja, cobalah meluangkan waktu untuk menjalin hubungan yang lebih baik dengan mereka.

Stres karena menjadi “keset kantor”

Ciri: Ada karyawan yang memang mendapat tugas sulit: menghadapi pelanggan. Anda harus meladeni pelanggan yang marah-marah dengan tetap profesional, sopan, santun, dan tenang.

Solusi: Anda yang menjalankan peran seperti ini bisa disebut “tenaga kerja profesional”. Bagaimana pun, Anda telah menerima pekerjaan ini dengan sukarela –atau karena membutuhkan uang?-. Untuk itu, Anda harus menjalankan tugas dengan baik. Jika mulai mengalami stres akibat pekerjaan semacam ini, minta saran pada atasan atau pelatihan tambahan untuk menghadapi pelanggan yang sulit.

“Tahanan teknologi”

Ciri: Berkat ponsel dan laptop dari kantor, kini atasan bisa menghubungi Anda setiap saat, setiap waktu. Anda bisa merasa stres dan kehilangan keseimbangan kehidupan dan pekerjaan.

Solusi: Untuk melindungi diri dari ketegangan mental dan fisik, cobalah untuk mematikan gadget kantor pada jangka waktu tertentu. Jadwalkan waktu tenang — misalnya, antara jam 9 malam dan 8 pagi — untuk mematikan perangkat elektronik Anda dan fokus untuk membersihkan kepala dari urusan kantor.

Stres karena kelelahan

Ciri: Karyawan bisa stres karena benar-benar merasa lelah, baik secara fisik maupun emosional, hingga sulit bekerja lagi.

Solusi: Kelelahan yang luar biasa berasal dari stres yang berhubungan dengan kerja yang berkepanjangan. Biasanya, tubuh Anda akan memberi sinyal awal seperti pusing kepala hingga ingin muntah karena terlalu banyak berpikir. Jika Anda mengalami stres akibat kelelahan seperti ini, diskusikan dengan supervisor dan minta kesempatan cuti.

Menjadi target bully

Ciri: Ketika atasan menghina Anda, memberi tugas dengan tenggat waktu yang mustahil, hingga mencemooh Anda di hadapan rekan kerja. Atau Anda melihat bos melakukan hal-hal itu kepada orang lain — dan khawatir menjadi target berikutnya. Semua itu bisa menyebabkan stres.

Solusi: Jika rekan kerja Anda merasakan stres yang sama, maka bisa menghadapi perilaku bos secara berkelompok. Dokumentasikan tindakan merisak tersebut lalu laporkan kepada divisi sumber daya manusia. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next