Lima Tipe Kandidat yang akan Menjadi Pesaing Anda saat Wawancara Kerja | Qerja

Lima Tipe Kandidat yang akan Menjadi Pesaing Anda saat Wawancara Kerja

Eka Utami, 2 months ago
Lima Tipe Kandidat yang akan Menjadi Pesaing Anda saat Wawancara Kerja

Undangan wawancara kerja telah datang. Anda merasa sangat bersemangat. Sekarang Anda harus menyusun strategi untuk memenangkan persaingan dengan kandidat lain. Apa saja yang sudah Anda siapkan? Latihan menjawab pertanyaan? Berkas-berkas lamaran kerja? Apakah Anda sudah membayangkan siapa saja pesaing yang akan berjuang melawan Anda kelak? Anda harus mengenali mereka agar bisa mengetahui cara mengunggulinya. Berikut lima tipe kandidat yang akan menjadi pesaing Anda saat wawancara kerja seperti disarikan dari The Muse.

Kandidat paling siap

Dia adalah kandidat yang tangguh –dan mungkin paling Anda benci-. Dia mulai mempersiapkan wawancara beberapa detik setelah menerima undangan wawancara kerja. Dia meluangkan banyak waktu untuk mempelajari dan meneliti tentang perusahaan, dan berlatih cara menjawab setiap pertanyaan yang mungkin keluar dari mulut pewawancara. Dia bahkan telah mengulik situs seperti Qerja.com untuk mencari tahu tentang gaji di perusahaan yang dilamar, menjalin hubungan dengan orang yang sudah terlebih dahulu bekerja di perusahaan, dan mengatur pertemuan untuk menggali informasi. Dia hampir tidak mungkin dikalahkan.

Cara memenangkan persaingan

Ketika seorang kandidat muncul di depan pewawancara dengan terlalu sempurna –tidak membuat kesalahan, tepat waktu, dan menjawab pertanyaan dengan tepat seperti dari buku panduan- maka ia akan terlihat seperti robot yang kaku. Ia akan terlihat seperti tidak memperhatikan pertanyaan pewawancara. Sesi tanya jawab tidak seperti obrolan. Malah terasa seperti kuis cepat tepat. Ketika kandidat terlalu terfokus pada panduan wawancara kerja, maka ia tidak bisa membawa percakapan yang alami dan menarik.

Sebenarnya ada cara yang lebih baik untuk mempersiapkan diri menghadapi wawancara kerja. Anda bisa memikirkan pertanyaan yang paling sering diungkapkan saat wawancara kerja. Kemudian, pikirkan riwayat pekerjaan Anda secara mendalam agar bisa menanggapi pertanyaan dengan lebih baik, jujur, dan luwes. Dengan kata lain, daripada menghafal jawaban, luangkan waktu untuk memikirkan saat-saat penting dalam karier Anda. Ketika ditantangmengerjakan proyek yang sulit, atau saat merasa bangga pada prestasi, atau mendapat pelajaran berharga dari sebuah kegagalan. Dengan cara ini, Anda dapat mengungguli kandidat paling siap sekali pun.

Kandidat yang pandai bicara

Dia adalah kebalikan dari kandidat super siap. Dia mungkin tidak punya banyak waktu untuk mempersiapkan banyak hal sebelum wawancara kerja. Tapi, ia tahu caranya memanfaatkan 20 menit di ruang wawancara kerja dengan sempurna. Ia bisa langsung terlibat obrolan asyik dengan pewawancara. Dia adalah kandidat yang memiliki “bakat” menjadi pembicara yang baik.

Cara memenangkan persaingan

Kandidat ini punya keunggulan karena memiliki bakat berbicara yang bagus, mudah akrab dengan orang lain, dan percaya diri. Tapi, biasanya ia hanya cukup bagus dalam obrolan ringan. And abisa berlatih wawancara kerja dengan teman untuk mendekati kemampuan kandidat dengan bakat seperti ini. Anda harus membuat percakapan alami dengan pewawancara kerja.

Kalau Anda melakukan pekerjaan rumah –riset perusahaan, meneliti gaji, menyiapkan pertanyaan di akhir sesi wawancara, dan sebagainya- maka bisa mengungguli kandidat berbakat ini. Ia tidak bisa bertahan dengan hanya tebar pesona di hadapan pewawancara.

Kandidat profesional

Kandidat ini punya latar belakang yang nyaris sempurna. Ketika Anda mengobrol dengannya di ruang tunggu, nyali Anda akn menciut setelah mendengar nama almamaternya, pengalaman kerja profesional maupun sebagai sukarelawan, prestasi, dan nama perusahaan tempat kerja sebelumnya. Sepertinya ia telah berhasil melewati segala rintangan sehingga mencapai posisi saat ini.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next