Cara Mengatasi Ketakutan Wawancara Kerja | Qerja

Cara Mengatasi Ketakutan Menghadapi Wawancara Kerja

Eka Utami, 2 years ago
Cara Mengatasi Ketakutan Menghadapi Wawancara Kerja

Sebelum wawancara kerja, kita akan merasa takut. Secara alami, kita membayangkan alasan penolakan pewawancara. Kita takut akan skenario terburuk yang mungkin terjadi setelah wawancara kerja. Mungkin karena kita menyadari rekam jejak kerja yang kurang baik, nilai akademis yang rendah, atau pengalaman kerja yang masih minim. Semua itu bisa memicu keresahan sehingga kita tidak dapat melakukan yang terbaik untuk  wawancara kerja.

Anda tidak dapat menghapus ketakutan Anda. Namun, Anda dapat mempersiapkan wawancara dengan lebih baik sehingga bisa meningkatkan kepercayaan diri. Berikut cara mengatasi rasa takut sebelum wawancara kerja yang disarikan dari Entrepreneur.

Ulangi pernyataan ini: Mereka ada di pihak saya

Betapa pun besarnya rasa takut yang menghantui Anda, percayalah bahwa pewawancara ingin Anda berhasil. Jika dilihat dari sudut pandang perusahaan, mereka ingin proses perekrutan kali ini berjalan baik, dan bisa menjaring kandidat terbaik –mungkin Anda salah satunya-. Hal ini karena proses perekrutan memakan memakan waktu yang lama dan mahal. Jadi, perusahaan sendiri tidak mau rugi. Maka jika merasa cemas sebelum masuk ruangan wawancara kerja, ulangi pernyataan ini: Pewawancara ada di pihak saya.

Berusaha menjadi bagian perusahaan, bukan orang lain

Ketika menemukan lowongan kerja di perusahaan tersebut, Anda kemudian membedah deskripsi pekerjaan dan melakukan riset di situs perusahaan. Kemudian Anda akan menyesuaikan pengalaman dan kemampuan Anda sesuai dengan permintaan perusahaan. Saat menjawab pertanyaan, cobalah agar terdengar seperti bagian perusahaan, bukan orang asing. Misalnya, ketika Anda menyebut satu jabatan, pakai istilah yang digunakan perusahaan.

Kenapa memilih pekerjaan ini?  Apakah Anda benar-benar peduli?

Setiap pewawancara akan melontarkan pertanyaan, “Mengapa Anda ingin bekerja di sini?” Anda bisa menerjemahkan pertanyaan itu sebagai: Apakah Anda cukup tahu tentang perusahaan ini dan peduli dengan apa yang kami lakukan? Kandidat yang memahami sejarah, nilai, misi, budaya, produk, dan berita terbaru perusahaan memberikan jawaban yang paling meyakinkan.

Mengenal lingkungan kantor

Sebelum hari H wawancara kerja, Anda harus berusaha mencari tahu tentang lingkungan kantor. Anda bisa mendatangi kantor dan berkeliling. Anda bisa melihat bagaimana cara orang berpakaian – santai atau secara formal? Kemudian, Anda bisa memperkirakan waktu tempuh menuju kantor. Berapa lama waktu perjalanan bila menggunakan mobil atau angkutan umum? Hitung waktu Anda harus berangkat untuk wawancara setidaknya 30 menit lebih awal, untuk berjaga-jaga. Jika Anda punya ruang antara waktu kedatangan sampai tiba saatnya dipanggil wawancara, maka Anda merasa lebih tenang.

Cari tahu tentang kondisi ruang wawancara

Saat dihubungi untuk wawancara kerja, Anda bisa menanyakan tentang ruang wawancara. Jika Anda melamar kerja untuk posisi tertentu, mungkin memerlukan papan tulis untuk memetakan ide dari riset terbaru Anda. Atau, jika Anda melamar untuk pekerjaan di bidang IT, mungkin perlu menunjukkan keahlian coding. Anda bisa membayangkan apakah perlu membawa kabel cadangan atau bisa mengambil daya dari bawah meja.

Siapkan fisik Anda

Persiapkan fisik Anda agar bisa tampil prima dan percaya diri saat wawancara kerja. Jika Anda bisa memilih jadwal wawancara, pilihlah waktu yang membuat Anda merasa paling siap. Apakah pagi hari atau siang hari? Tergantung kebiasaan Anda.

Selain itu, sebelum hari H wawancara, Anda bisa berolahraga, tidur nyenyak, dan makan-makanan yang tidak akan mengganggu perut saat wawancara. Anda juga bisa menyiapkan penampilan yang membuat percaya diri. Mungkin Anda lebih nyaman tampil dengan potongan rambut tertentu? Mungkin Anda merasa harus menggunakan sepatu dengan hak tinggi? Sesuaikan dengan gaya Anda sendiri.

Membangun hubungan

Cari tahu nama dan profil orang yang akan mewawancarai Anda. Cek akun media sosial profesional mereka. Apakah Ada kesamaaan? Apakah Anda memiliki hobi yang sama dengannya? Apakah Anda berasal dari almamater atau kampung halaman yang sama dengannya? Apakah ia juga menyukai tim sepak bola yang sama dengan Anda? Dengan mengulik profil pewawancara, maka Anda bisa membangun hubungan yang luwes dengannya. Sementara itu, pewawancara juga akan meneliti tentang latar belakang Anda. Jadi, pastikan portofolio online dan dan media sosial Anda “bersih”.

Gambarkan profil diri Anda saat menghadapi hari yang buruk

Pewawancara mengasumsikan Anda dapat melakukan pekerjaan yang kompeten pada hari yang ideal. Namun, selama bekerja Anda pasti pernah menghadapi hari yang menengangkan dan sulit. Mungkin Anda pernah mengacaukan proyek beberapa kali atau menghadapi tantangan besar namun gagal. Perusahaan tidak menginginkan karyawan yang sempurna – mereka menginginkan pekerja tangguh yang gagal dengan cepat, belajar dan beradaptasi. Jadilah orang yang dibutuhkan perusahaan di saat-saat sulit.

Menjawab berdasarkan fakta, jangan dibumbui dengan kesombongan

Anda memang harus “menjual diri” kepada pewawancara. Tapi, jangan gunakan kata-kata yang kosong seperti: pekerja keras, strategis, kolaboratif, terorganisir, dan sebagainya. Ceritakan saja kisah sukses Anda dan tunjukkan hasil yang terukur. Biarkan fakta yang berbicara, biarkan mereka yang menilai.

Jawab dengan tegas

Pewawancara bisa saja mengajukan pertanyaan yang sulit. Anda mungkin tidak bisa menjawabnya secara langsung. Jangan menjawab dengan “ummm,” “uhhh” atau atau menunjukkan keraguan lainnya. Jawab dengan “ya,” “pasti” atau “tentu saja” untuk memperkuat rasa percaya diri Anda. Jika perlu, ajukan pertanyaan klarifikasi untuk mengulur waktu agar Anda punya ruang untuk berpikir. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next