Audrey Hepburn: Aktris, Ikon Fesyen, hingga Aktivis Kemanusiaan | Page 2 | Qerja

Audrey Hepburn: Aktris, Ikon Fesyen, hingga Aktivis Kemanusiaan

Eka Utami, 1 year ago
Audrey Hepburn: Aktris, Ikon Fesyen, hingga Aktivis Kemanusiaan

Bintang film

Film pertama terkenal yang dibintangi Hepburn adalah Roman Holiday. Ia berhasil memenangkan penghargaan dari Academy Award di tahun 1955 sebagai pemeran utama wanita terbaik untuk perannya sebagai Putri Ann di film tersebut. Selain membawa pulang piala Oscar, Hepburn juga dinobatkan sebagai pemeran utama wanita terbaik di ajang penghargaan British Academy of Film and Television Arts (BAFTA), Golden Globe, dan New York Film Critics’ Circle.

Pada 1954, Hepburn kembali ke layar lebar dan membintangi film Sabrina. Hepburn mendapatkan nominasi Academy Award kedua untuk karyanya pada komedi romantis ini. Di tahun 1957, ia menampilkan kemampuan menari di film Funny Face. Kemudian Hepburn juga ikut membintangi film War and Peace dengan suaminya, Mel Ferrer, dan Henry Fonda pada tahun 1956. Tiga tahun kemudian, dia memainkan peran sebagai Sister Luke di The Nun’s Story, yang membuatnya kembali mendapatkan nominasi Academy Award. Setelah itu, pada tahun 1960, Hepburn membintangi The Unforgiven dengan Burt Lancaster.

Setelah mencoba berbagai peran, Hepburn kembali menampilkan persona glamornya. Ia berperan sebagai Holly Golightly dalam Breakfast at Tiffany’s pada 1961. Hepburn menetapkan standar mode baru. Penampilannya pada film itu sangat ikonik. Ia menampilkan diri dengan gaun hitam panjang, rambut yang digelung ke atas, kaca mata hitam, dan dilengkapi pipa rokok panjang. Hepburn menerima nominasi Academy Award keempat untuk karyanya pada film tersebut.

Di sisa tahun 1960-an, Hepburn mengambil berbagai peran. Dia membintangi film Charade, My Fair Lady, dan Wait Until Dark. Pada 1970-an dan 1980-an, Hepburn masih bermain film Robin dan Marian, Bloodline, dan  They All Laughed. Penampilan terakhirnya di layar lebar untuk Always yang disutradarai oleh Steven Spielberg pada 1989.

Aktivis kemanusiaan

Di tahun-tahun terakhir hidupnya, Hepburn mengabdikan diri untuk kesejahteraan anak-anak. Pada tahun 1988, Hepburn memulai karier baru sebagai duta untuk United Nations Children’s Fund (UNICEF) Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dia mengabdikan dirinya untuk pekerjaan kemanusiaan, mengunjungi desa-desa yang dilanda kelaparan di Amerika Latin, Afrika, dan Asia. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr

 



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next