Lima Manfaat Pemangkasan Jam Kerja | Qerja

Lima Manfaat Pemangkasan Jam Kerja Selama Bulan Puasa

Eka Utami, 1 year ago
Lima Manfaat Pemangkasan Jam Kerja Selama Bulan Puasa

Setiap bulan Ramadan, pemerintah memangkas jumlah jam kerja Aparatur Sipil Negara. Berdasarkan surat edaran yang diteken Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur, pegawai pemerintah yang bekerja di instansi yang memberlakukan lima hari kerja harus hadir di kantor jam 08.00 dan bisa pulang ke rumah pukul 15.00, dengan waktu istirahat hanya 30 menit pada tengah hari. Jadi, jika pada bulan biasa ASN harus bekerja selama 37,5 jam per pekan, di bulan Ramadan, pegawai hanya perlu menghabiskan waktu di kantor selama 32,5 jam setiap minggunya.

Kebijakan pemangkasan jam kerja ini memang tidak harus diikuti perusahaan swasta. Namun, jika perusahaan turut menerapkan pemotongan jam kerja selama Ramadan, maka akan mendapat banyak keuntungan. Berdasarkan beberapa studi yang dilakukan oleh Universitas Harvard yang dikutip dari situs Entrepreneur, orang yang bekerja dalam waktu yang lebih sedikit akan mendapat manfaat kesehatan yang lebih baik dibandingkan dengan mereka yang bekerja dalam waktu lebih panjang. Bekerja dalam waktu lama diyakini menjadi penyebab penyakit mental. Bekerja dengan jam kerja yang lebih sedikit telah terbukti meningkatkan fokus kerja karyawan, manajemen waktu dan kepuasan kerja secara keseluruhan. Pada akhirnya hal ini akan menguntungkan pelaku bisnis.

Jadi, sebenarnya tidak perlu ada kekhawatiran penurunan tingkat kinerja karena pemangkasan jam kerja di bulan puasa. Berikut manfaat dari hari kerja yang lebih pendek di bulan Ramadan seperti dilansir dari situs Entrepreneur.

Keseimbangan kehidupan kerja yang lebih baik

Keseimbangan antara kehidupan dan pekerjaan sangat penting untuk karyawan perusahaan atau pegawai instansi. Dengan pengurangan jam kerja, karyawan akan memiliki lebih banyak waktu bersama keluarga dan teman-teman. Akhirnya, tenaga kerja merasa lebih bahagia. Kepuasan karyawan akan mendorong produktivitas kerja yang lebih tinggi.

Deadline pekerjaan lebih jelas

Anda mungkin berpikir bahwa jika ada pemangkasan jam kerja maka akan terjadi kekacauan pada tenggat waktu proyek. Namun, ternyata pemotongan jam kerja justru memicu karyawan untuk mengatur agenda lebih baik sehingga memungkinkan pekerja memanfaatkan waktu lebih efektif. Dengan begitu, pegawai bisa menyelesaikan pekerjaan sesuai deadline yang telah ditetapkan.

Menghindari kesalahan

Penelitian telah menunjukkan bahwa ketika kita bekerja tidak berlebihan maka tidak akan merasa kelelahan. Tanpa rasa lelah berlebihan, kita tidak akan berbuat kesalahan. Dari perspektif manajemen dan kepemimpinan, ketika bekerja dalam keadaan lelah, maka akan menyebabkan kesalahan membaca isyarat fisik, seperti ekspresi wajah dan gerakan tubuh. Akibatnya, kita akan mudah marah, salah paham terhadao situasi. Akhirnya, kita menunjukkan emosi yang salah dan tindakan tidak profesional. Itulah sebabnya mengapa pegawai diberikan keringanan pemotongan jam kerja selama Ramadan. Penerapan kebijakan jam kerja yang lebih pendek demi pencegahan kesalahan yang tidak perlu, tingkat profesionalisme yang berkelanjutan, dan kualitas kerja.

Karyawan merasa berenergi

Jika karyawan terlalu lelah, maka akan merasakan efek samping yang sama dengan seseorang yang mabuk. Dengan hari kerja yang lebih pendek, karyawan punya banyak waktu untuk beristirahat dan bersantai. Hal itu berarti pegawai akan memiliki tenaga yang lebih besar sehingga bisa bekerja dengan lebih efisien.

Meningkatkan fokus

Dengan hari kerja yang lebih pendek, bukan berarti beban kerja berkurang. Pada hari biasa, ketika karyawan masih bekerja selama delapan jam, maka mereka cenderung mengalami penurunan produktivitas dan seringkali menunda pekerjaan hingga menjelang jam pulang kantor. Pada hari di mana jam kerja lebih sedikit, karyawan belajar memprioritaskan tugas dan bekerja lebih efisien. –Qerja.com

Sumber Foto: Flickr



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next