Sari Kusumaningrum, di Puncak Karier Berkat Kekuatan Networking | Qerja

Sari Kusumaningrum, di Puncak Karier Berkat Kekuatan Networking

Qerja, 4 years ago
Sari Kusumaningrum, di Puncak Karier Berkat Kekuatan Networking

Menelusuri perjalanan karier Sari Kusumaningrum rasanya seperti naik rollercoaster: penuh dengan tantangan yang membuat jantung berdebar. Menyeimbangkan posisi sebagai Executive Director Group Marketing & Communications and Event Management Beritasatu Media dan Editor in Chief The Peak Indonesia tentu tidak mudah, namun tantangan karier apa pun yang muncul di hadapan beliau selalu ditaklukkan dengan apik. Hop on the ride dan temui sosok di balik kesuksesan berbagai majalah dan event ini.

Let’s start with a little bit about yourself. Mbak Sari lahirnya di mana? 
Saya lahir di Medan dan masa kecil saya lewatkan di Medan. SD, SMP, SMA saya lewatkan di Medan dan saya tinggal di plantation. Saya sangat menikmati masa kecil saya dengan saudari saya: bersepeda, ke hutan mengambil buah-buah asam. Masa kecil saya banyak hal-hal yang outdoor, sangat adventurous. Salah satu yang paling saya sukai itu rumahnya colonial style yang besar dan semua sangat hijau. Saya punya kenangan yang menyenangkan di Medan. Kalau nggak pernah ke Medan, you have to. Makanannya sangat bagus, banyak sekali. Amazing culinary-nya.

Bagaimana Anda memulai hari Anda? Mungkin dengan secangkir kopi, teh? Apa saja kebiasaan pagi Anda?
Sebelum saya bangun, saya akan berdoa, well, mungkin bukan berdoa, tapi bersyukur. Di pagi hari, saya minum infused water dengan lemon dan vitamin, langsung stretching, lalu saya cek jadwal saya, kemudian siap-siap ke kantor.

Bagaimana Mbak Sari bersantai di akhir hari?
Biasanya ketika saya pulang, saya bersantai di sofa, mendengarkan musik klasik—saya suka biola dan piano. Saya juga banyak mendengarkan soundtrack film.

qc-jkt-2019

Apakah Anda punya buku yang Anda rekomendasikan untuk dibaca semua orang?
Sebetulnya saya suka buku self improvement. Baru-baru ini saya membaca “The Power” oleh Rhonda Byrne, sebuah buku yang sangat bagus untuk menstimulasi positive thinking dan mengajarkan kita tentang how to be grateful. It moved me in a way. Sekarang saya sedang membaca buku berjudul “The Magic”, yang fokus ke being grateful. Saya juga sedang membaca buku tentang digital marketing, “The Alchemist of Luxury”, dan “The Road to Luxury”.

Apakah ada topik atau isu terkini yang sedang menarik perhatian Anda? 
Kesejahteraan perempuan dan anak-anak. Saya rasa itu personal responsibility, tapi saya tidak menganggap itu sebagai charity, lebih ke giving back to the community. Saya menyumbangkan network saya, karena saya dikenal sebagai the network queen—saya kenal banyak orang. Jadi apa pun yang mereka butuhkan, buku, pengajar, komputer, saya akan membantu mengumpulkannya. Ini cara saya memberi kembali ke komunitas.

Mungkin Anda bisa mendeskripsikan bagaimana kira-kira satu hari dalam hidup seorang Sari Kusumaningrum di Berita Satu Media?
Saya selalu dikelilingi orang-orang, baik saat meeting, menghadiri event, atau brainstorming. Sembilan tahun belakangan ini, saya memegang posisi sebagai Director of Marketing Communication dan baru satu tahun empat bulan ini juga in charge sebagai Editor in Chief di The Peak, jadi saya memegang dua posisi dalam satu perusahaan. Kita punya divisi event management dan marketing communication yang bertanggung jawab mengurus media partnership, melobi para duta besar, dan lain-lain. Di sisi editorial, saya harus mengurus siapa cover story-nya, fotonya bagaimana, atau klien mana yang akan berpartisipasi di event. Banyak sekali yang bisa dikerjakan dalam sehari, dari ketemu klien sampai mengurus photoshoot. Saya sangat hands on. Hectic memang, tapi saya sangat menyukai pekerjaan saya.

Dalam mengambil keputusan, apakah Anda menganggap diri Anda sebagai seorang risk taker?
Ya, terutama sebagai seorang pemimpin, baik untuk masalah uang maupun relationship. Saya pernah punya pengalaman di mana perusahaan menolak untuk mendanai sebuah event, up front. Walau pun begitu, karena komitmen saya pada klien, jadi saya mendanai dulu sendiri dengan sponsor. It’s a risky move, tapi saya melakukannya karena saya sudah memberikan komitmen saya ke tim dan klien.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next