Albertha Sekundarti, Perjalanan Panjang Dari Jurnalis Menjadi General Manager HR | Qerja

Albertha Sekundarti, Perjalanan Panjang Dari Jurnalis Menjadi General Manager HR

Teguh Riyanto, 6 months ago
Albertha Sekundarti, Perjalanan Panjang Dari Jurnalis Menjadi General Manager HR

Memulai karir sebagai jurnalis rupanya tidak membuat sosok yang satu ini lupa akan passionnya. Melalui jalan yang cukup berliku dan panjang, Alberta Sekundarti berubah dari seorang jurnalis menjadi orang yang cukup berpengaruh di salah satu perusahaan retail terbesar di Indonesia.

Seperti apa jalan karir yang sudah ditempuhnya? Berikut ini adalah profil Star Leader dari Alberta Sekundarti.

Apakah cita-cita karir Anda sewaktu kecil?

Dulu saya inginnya jadi Astronot. Tapi orang tua saya terutama mama saya memperhatikan kebiasaan dan hobi saya sewaktu kecil. Dulu waktu kecil, saya suka mengumpulkan dan merangkum kata-kata mutiara dari berbagai majalah ke dalam buku diary.

Saya juga sering mengisi kata-kata bijak yang berasal dari buku yang pernah saya baca. Saya juga suka mengumpulkan dan membuat kliping kuis kepribadian dari majalah-majalah. Dari sini mama saya melihat kebiasaan unik saya, dan mulai mengarahkan saya untuk masuk sekolah Psikologi.

Berbicara tentang karir, Anda memulai di bidang jurnalistik dan dikenal sebagai presenter multitalenta. Bagaimana cerita awal karier Anda di dunia jurnalistik?

Jadi selama SMA dan kuliah saya nyambi bekerja. Biasanya saya bekerja pada malam hari. Biasanya saya ambil job sebagai MC atau penyiar yang tidak dibayar. Kemudian pada waktu saya kuliah, ada sebuah stasiun radio kampus yang membuka lowongan penyiar, akhirnya saya coba apply.

Saat itu saya mulai mengenal broadcasting dan siaran di radio itu. Sambil mengenal broadcast radio, saya kemudian mengenal dunia pertelevisian. Awalnya saya masuk dunia pertelevisian, saya memulainya dari acara menyanyi di TVRI. Kemudian karena saya punya pengalaman broadcasting radio, akhirnya teman saya coba ajak saya untuk join Metro TV.

Selama di Metro TV, saya seperti menemukan passion saya. Alasannya karena saya selalu mengenal orang baru. Kemudian, senangnya saya bekerja sebagai jurnalis, saya bisa belajar banyak. Tidak hanya ilmu jurnalistik, tetapi ilmu-ilmu lain seperti hukum, sains dan lainnya.

Karena pekerjaan sebagai jurnalis menuntut saya untuk bisa mengetahui banyak hal. Kemudian, saya mendapatkan pengalaman yang membanggakan karena saya bisa bertemu dan bahkan mewawancarai presiden secara langsung. Hanya saja, jurnalistik adalah pekerjaan shifting dan saya hampir selalu mendapatkan shift malam.

Oleh karena itu, saya coba ambil pekerjaan part time sebagai konsultan di perusahaan HR. Kemudian, saya mulai memikirkan perjalanan karir saya, apakah menjadi wartawan atau mendalami karir di bidang HR karena latar belakang saya sebagai seorang psikolog.

Lalu mengapa akhirnya memutuskan untuk terjun dan mendalami bidang HR? Apakah ini berhubungan dengan background pendidikan Anda?

Awalnya saya mendalami dunia HR melalui pintu training dan assesment. Kemudian saya ambil beasiswa ke Belanda mengambil Creative Thinking. Pulang dari Belanda, saya sempat masuk Kompas dan menduduki jabatan Senior Organization Development Talent Management.

Hanya 2 tahun di Kompas, saya kemudian ambil sertifikasi psikologi di Australia. Dan pulang ke Indonesia serta bergabung ke MAP

Melihat profile Anda, Anda telah berkarir selama kurang lebih 5th berkarir di perusahaan ini sebagai HR dan telah memegang berbagai macam jabatan. Apa yang membuat Anda bertahan selama itu di banding ketika Anda berada di perusahaan sebelumnya?

Di MAP Active saya selalu ditantang untuk membuat sebuah improvement dan perubahan organisasi serta proses. Hal ini membuat saya memiliki sebuah aktifitas yang memiliki impact besar pada perusahaan.

Kemudian setiap selesai menyelesaikan sebuah project, saya selalu diberikan project-project baru yang penting. Inilah yang membuat saya selalu belajar dan membuat saya semakin tertarik untuk mendalami organisasi perusahaan ini.

Puncaknya saat saya ditransfer ke MAP Active, saya ditantang untuk membangun sebuah organisasi yang utuh dan lengkap dengan segala peraturannya. Dari situ, saya merasa tantangan-tantangan dari MAP khususnya dalam mengelola project baru, membuat saya bisa terus mengembangkan skill dan pengetahuan saya sehingga menjadi seperti sekarang.

Albertha Sekundarti

Berdasarkan jawaban Anda sebelumnya, bisa disimpulkan bahwa perusahaan berhasil mempertahankan talent terbaiknya dan meraih loyalitas Anda. Lalu, apakah hal tersebut juga didapatkan dan dirasakan oleh karyawan lain?  

Disini kita harus membagi dua jenis karyawan, ada karyawan yang memang senang mendapatkan tantangan baru dan ada karyawan yang memang senang mengerjakan rutinitas yang memang sudah pakemnya.

Bagusnya MAP, mereka bisa memenuhi kebutuhan 2 jenis karyawan ini. Kita tidak memaksakan satu karyawan untuk bisa dan mengerjakan pekerjaan tipe karyawan lain. Sehingga karyawan merasa nyaman dan senang bekerja di perusahaan ini.

Apakah pencapaian terbesar dalam karier Anda?

Pencapaian terbesar saya yang saya alami dalam 5 tahun kebelakang adalah saya mendapatkan promosi 3 kali. Namun pencapaian yang menurut saya luar biasa adalah saya menjadi bagian perubahan organisasi MAP yang besar dan turut andil dalam mengembangkan organisasi perusahaan.

Sejauh ini, apa tantangan terbesar di bidang karir yang pernah Anda hadapi?

Tantangan yang saya alami adalah mencoba belajar memahami budaya-budaya perusahaan dengan orang-orang yang bekerja di dalamnya. MAP meskipun adalah perusahaan nasional, namun beberapa leadernya berasal dari berbagai macam negara.

Bagi saya pribadi, ini menjadi tantangan, karena saya harus belajar budaya-budaya kerja dari para leader disini. Tidak hanya budaya, tetapi cara berkomunikasi pada leader-leader yang berbeda satu sama lain ini juga menjadi tantanga tersendiri.

Sehingga saya harus memiliki kemampuan membaca situasi dan karakter dari berbagai macam orang sehingga dapat mengkomunikasikan maksud dan tujuan saya atau dari leader lain.

Adakah tokoh yang menjadi sosok inspirasi bagi Anda? Value apa yang Anda pelajari dan terapkan untuk perkembangan karir maupun personal Anda?

Mama saya, adalah sosok yang membuat saya menjadi saat ini. Mama saya selalu memberi semangat dan motivasi agar saya terus belajar meskipun saya sudah bekerja.

Yang paling saya ingat dari mama saya adalah untuk terus meningkatkan kompetensi saya agar bisa bersaing dengan berbagai macam orang dari luar negeri.

Menurut Anda bagaimana talenta generasi muda Indonesia saat ini?

Untuk generasi milenials, menurut saya ini adalah generasi yang sebenarnya mudah mendapatkan sesuatu dengan cara instant. Mereka bisa belajar banyak hal dari gadget yang mereka pegang.

Namun, satu yang penting pada millennials adalah untuk menjaga attitude untuk bisa menjaga sikap dan menghormati orang lain dan pendapat orang lain. Karena orang lain akan selalu memberikan input yang membangun.

Adakah pesan khusus bagi generasi millenials yang di cap sebagai job hopper agar bisa berkarir dan bertahan disuatu perusahaan?

Kalau tujuannya untuk mereka bertahan di satu perusahaan, tentunya harus diliat dari role pekerjaan dia di perusahaan tersebut. Untuk role pekerjaan yang dinamis seperti sales dan marketing, pengalaman kerja yang berpindah-pindah tidak terlalu saya perhatikan.

Namun ketika membicarakan sebuah role pekerjaan yang lebih besar seperti manajer, yang diliat adalah pengalaman dia ketika menangani sebuah project dalam waktu tertentu. Dari pengalaman menangani project tersebut, kita dapat melihat maturity orang tersebut. – Qerja



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next