Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja | Qerja

Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Eka Utami, 1 year ago
Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental di Tempat Kerja

Kesehatan mental di tempat kerja sebenarnya sangat penting untuk mendukung keberhasilan perusahaan. Jika karyawan merasa bahagia, maka akan mendukung kesejahteraan dan meningkatkan produktivitas kerja.

Namun, ganguan kesehatan mental di tempat kerja seringkali tak bisa dihindari. Kondisi ini bisa diawali dari luka emosional yang terjadi akibat perisakan, tekanan pekerjaan dan atasan, kegagalan berulang, dan sebagainya. Jika hal itu dibiarkan, luka akan berkembang menjadi stres dan mengganggu kinerja. Berikut beberapa alasan pentingnya menjaga kesehatan mental di tempat kerja.

Penurunan Kinerja

Stres Kerja
Sumber: Pixabay

Stres yang terjadi pada seorang karyawan tidak boleh diremehkan. Jika rasa frustasi berlangsung lama maka akan membuat karyawan tidak bisa berkonsentasi dalam melakukan pekerjaan. Bahkan, stres juga bisa menjadi pemicu sakit fisik.

Kesehatan mental dan fisik yang tidak optimal akan menurunkan kinerja karyawan. Jika satu orang karyawan tidak mampu bekerja dengan baik, bisa mempengaruhi tim. Pada akhirnya produktvitas kerja akan menurun.

Karyawan Pindah Kerja

Ketika stres sudah mencapai puncak, maka seseorang merasa sulit untuk bertahan di kantor. Mulanya, ia akan sering izin tidak masuk kerja. Alasan absen bisa jadi dibuat-buat untuk menghindari suasana kantor yang tak nyaman. Namun, terkadang karyawan memang harus tinggal di rumah karena sakit mental sudah mempengaruhi kondisi fisik.

Pada satu titik, akhirnya karyawan akan memutuskan untuk berhenti. Seseorang yang merasa stres di tempat kerjanya pasti lebih memilih pindah ke perusahaan lain. Ia rela meninggalkan posisinya yang sudah stabil demi mendapat pekerjaan lain yang tidak membebani pikiran meski gajinya kecil.

Biaya Perekrutan Membengkak

Setiap kali ada karyawan yang berhenti, maka perusahaan tentu harus mencari pengganti untuk melakukan pekerjaan yang ditinggalkan. Perusahaan harus mulai perekrutan dari awal lagi, mulai dari pengumuman lowongan, menyewa konsultan untuk melakukan beberapa tes, dan sebagainya.

Jika budaya dan lingkungan kerja yang tidak sehat adalah akar masalah yang membuat karyawan tidak betah, maka mungkin fenomena pegawai mengundurkan diri bisa terjadi di semua divisi. Hal ini tentu akan membuat biaya perekrutan karyawan baru membengkak.

Baca Juga: Karoshi: Kerja Sampai Mati di Jepang

Sebenarnya, dampak terburuk yang mungkin terjadi akibat sakit mental yang dirasakan di kantor adalah kematian. Fenomena kematian akibat pekerjaan marak terjadi di Jepang. Menurut survei yang dikutip dari Theguardian.com, satu per lima tenaga kerja Jepang menghadapi risiko kematian akibat bekerja terlalu keras. Sebagian karyawan tenaga kerja Jepang bekerja selama 49 jam atau lebih sepekan.

Untuk menghindari dampak lanjutan dari gangguan kesehatan mental di tempat kerja, maka harus ada upaya pencegahan. Berikut kiat untuk menjaga kesehatan mental di tempat kerja.



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next