5 Mitos yang Salah Tentang Pekerjaan Chef

Oleh Aprilia Lika, 6 years ago

Tayangan kuliner di televisi seperti MasterChef dan sejenisnya membuat profesi chef terkesan glamor. Padahal, yang terjadi sering kali justru sebaliknya. Industri kuliner terutama proses produksi di dapur adalah salah satu pekerjaan yang paling berat dan bertekanan tinggi.

Sebelum Anda terjun ke industri kuliner dengan hanya berbekal hobi memasak, simak dulu lima anggapan salah berikut mengenai profesi chef, dan bagaimana situasi sesungguhnya.


1. “Tugas Chef Adalah Memasak”
Kata ‘chef’ berasal dari bahasa Prancis yang artinya ‘kepala’, jadi tugas chef sesungguhnya bukan memasak, melainkan memimpin tim dapur. Ia yang bertanggung jawab menciptakan dan menyusun menu, menentukan harga makanan, dan memberi training kepada timnya untuk memasak menu tersebut dengan baik. Di beberapa restoran kecil yang karyawan dapurnya hanya 3-5 orang, mungkin chefnya masih bertugas memasak setiap ada order. Tapi di resto-resto besar seperti yang ada di mall, chef biasanya hanya bertugas mengawasi tim di dapur, mengecek kualitas makanan yang disajikan, atau bahkan menyapa pelanggan dan memastikan semua baik-baik saja.



Tapi bukan berarti chef tak pernah memasak. Terkadang ada beberapa menu spesial yang tingkat kesulitannya cukup tinggi dan harus dimasak langsung oleh chef. Atau, jika ada tamu spesial, biasanya seorang chef akan memasak sendiri pesanannya untuk menunjukkan respek dan memastikan kualitasnya sesuai yang diinginkan.

2. “Semua yang Pekerjaannya Memasak Adalah Chef”



Seperti dijelaskan di atas, sebutan "chef" hanya berlaku pada pemimpin tim, alias bosnya. Jadi jika Anda melihat sebuah dapur restoran ternama berisi 15 orang petugas berseragam putih, tak semuanya bisa disebut chef. Ada sebutan-sebutan lain untuk pekerja di kuliner yang menjadi anak buah seorang chef, sesuai dengan level posisinya, misalnya sous chef (wakil chef), chef de partie, line cook, commie, steward, dan sebagainya.

3. “Chef Bisa Masak Apa Saja”



Seperti halnya dokter, chef juga biasanya memiliki spesialisasi. Tentu sebagian besar chef bisa memasak masakan umum seperti pasta, steak, atau nasi goreng (untuk chef di Indonesia). Tapi jangan harap chef masakan Jepang pasti jago juga membuat masakan Prancis, atau menganggap pastry chef yang spesialisasinya membuat kue dan roti juga harus piawai memasak sayur asem dan sejenisnya.

4. “Chef Pasti Senang Memasak di Rumah”


Selanjutnya

Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami



Read This Next



Tweets
Ikuti Kami