Cara Meningkatkan Keahlian Negosiasi Bagi Karyawan Pemula | Qerja

Cara Meningkatkan Keahlian Negosiasi Bagi Karyawan Pemula

Eka Utami, 1 week ago
Cara Meningkatkan Keahlian Negosiasi Bagi Karyawan Pemula

Keahlian negosiasi adalah kemampuan yang sering dikaitkan dengan jabatan tinggi perusahaan atau pemimpin bisnis. Padahal, keterampilan ini juga harus dimiliki oleh semua orang, bahkan karyawan entry level sekali pun.

Kandidat karyawan hingga pekerja kantoran perlu mempunyai keahlian negosiasi untuk mendapatkan gaji lebih baik, saat berdiskusi dengan tim kerja, hingga membuat beberapa kesepakatan dengan klien pada sebuah proyek. Oleh karena itu, Anda perlu meningkatkan keahlian negosiasi. Begini caranya.

Berlatih Berkata ‘Tidak’

Sebagian besar orang cenderung menghindari konfrontasi, sehingga selalu berkata ‘ya’ dan menyetujui banyak hal meski merugikan diri sendiri. Anda harus mencoba untuk memprogram ulang pikiran dengan berlatih berkata tidak.

Anda bisa memulai dengan hal kecil seperti berkata ‘tidak’ untuk lembur atau menolak memberi bantuan pada rekan kerja ketika sedang sibuk. Setelah terbiasa berkata ‘tidak’, Anda akan merasa berani menolak untuk hal-hal besar seperti saat bernegosiasi dengan klien.

Meningkatkan Rasa Percaya Diri

Kebanyakan orang tidak berargumen karena merasa tidak percaya diri. Mereka merasa tidak mampu sehingga meremehkan diri sendiri.

Untuk menghalau perasaan tersebut, Anda harus memahami nilai, keahlian, kemampuan, dan pengalaman berharga yang dimiliki dalam diri. Hal ini akan berguna saat Anda mengajukan penawaran untuk negosiasi. Anda percaya diri menawarkan nilai tinggi karena merasa mampu memberikan keuntungan besar untuk perusahaan.

Mengasah Kemampuan Komunikasi

Selain membaca bahasa tubuh, Anda juga perlu memperhatikan kemampuan komunikasi verbal. Anda mesti mencari cara untuk bisa berbicara dengan baik sehingga memikat orang lain.

Anda bisa meningkatkan keahlian ini saat mengobrol dengan rekan kerja. Pastikan setiap ucapan Anda jelas artikulasinya. Dengan sering ‘berlatih’, Anda jadi tahu kapan harus meninggikan atau merendahkan suara, mempercepat atau memperlambat penjelasan, dan sebagainya.

Baca Juga: 10 Keahlian yang Anda Butuhkan Untuk Sukses di Tahun 2020

Mempelajari Bahasa Tubuh

Anda bisa menunjukkan rasa percaya diri saat negosiasi dengan menampilkan bahasa tubuh yang baik. Anda bisa berlatih mengangkat wajah, menegakkan bahu, dan tersenyum agar terlihat berwibawa dan profesional.

Sementara itu, Anda juga perlu mempelajari keahlian membaca bahasa tubuh orang lain. Dengan begitu, Anda tahu saat yang tepat untuk menarik ulur dalam sebuah negosiasi. Jika lawan bicara Anda menunjukkan alis berkerut, atau tangan menyilang, sebaiknya tahan diri untuk mengajukan penawaran lebih tinggi. Dan Anda harus berhati-hati dengan poker face!

Mendengarkan Dulu, Bertindak Kemudian

Ketika merasa terlalu percaya diri dalam sebuah negosiasi, maka Anda akan mengungkapkan semua keinginan dan menuntut terlalu banyak. Anda tidak peduli dengan lawan bicara.

Padahal, seharusnya Anda bisa menahan diri, mendengarkan penawaran pihak ‘lawan’, untuk kemudian mengambil keputusan yang tepat dan membawa proses negosiasi lebih nyaman. Anda bisa berlatih menjadi pendengar yang baik pada setiap sesi curhat dengan teman, pasangan, atau rekan kerja.

Mengetahui Cara Mengelola Stres

Terkadang, negosiasi harus dilalui dalam waktu lama dan penuh tekanan. Jika Anda tidak tahu cara mengelola stres, maka hasil kesepakatan bisa saja merugikan diri sendiri.

Untuk itu, Anda perlu mengetahui cara menghadapi tekanan yang mungkin terjadi di tengah negosiasi. Jadi, Anda mesti mempersiapkan berkas sebelum menghadapi mitra kerja sebagai ‘pegangan’ saat proses negosiasi mulai tidak sesuai dengan harapan. Anda juga bisa mencari tahu cara mencari celah untuk bernapas sejenak saat berada di bawah tekanan.

Dengan mengasah kemampuan tersebut, Anda bisa meningkatkan keahlian negosiasi dengan lebih baik. Kemampuan ini bisa digunakan untuk mendapatkan berbagai keuntungan untuk Anda, mulai dari mendapatkan harga barang terbaik, gaji relevan, hingga kesepakatan besar untuk perusahaan. –Qerja

Baca Juga: Menegosiasikan Benefit dengan Perusahaan, Mungkinkah?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next