Startup Asal Bandung: Dari Pengembang Game hingga Drone | Qerja

Startup Asal Bandung: Dari Pengembang Game hingga Drone

Eka Utami, 2 years ago
Startup Asal Bandung: Dari Pengembang Game hingga Drone

Bandung dikenal sebagai salah satu kota di Indonesia yang melahirkan banyak startup atau perusahaan rintisan yang bergerak di bidang teknologi. Hal ini didukung oleh iklim usaha kondusif ynag diciptakan oleh pemerintah kota, ketersediaan sumber daya manusia yang handal, hingga kehadiran inkubator bisnis.

Berikut beberapa startup asal Bandung yang dikenal dengan produk berbasis teknologi yang luar biasa, mulai dari game hingga drone.

Octagon Studio

Startup Asal Bandung: Dari Pengembang Game hingga Drone
Sumber: Mentatdgt

Octagon Studio merupakan startup teknologi kreatif yang bergerak di augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Startup ini didirikan oleh pria Irlandia, Michael Healy pada 2013 bersama co-founder Aurelia Vina dan Hasbi Asyadiq. Semua sumber daya Octagon Studio berada di Kota Bandung.

Salah satu produk Octagon Studio adalah seri kartu pengingat (flashcard) edukatif berbasis AR. Mereka juga telah memperkenalkan headset virtual reality (VR) Luna dengan desain terbuka tanpa mengisolasi kamera smartphone di dalam headset. Octagon pun memproduksi AR T-Shirt bergambar hewan atau makhluk prasejarah yang bisa ‘hidup’ jika dilihat dengan menggunakan smartphone.

NoLimit

NoLimit adalah perusahaan pengembang teknologi untuk memonitori dan analisis pada media online dengan menggunakan teknologi Big Data. Dengan begitu, klien NoLimit bisa memantau respon publik terhadap merek, organisasi, ataupun tokoh di sosial media. Startup ini didirikan pada 2010 oleh sekelompok pemuda asal Bandung: Aqsath Rasyid Naradhipa, Harimurti Prasetio, Adiska Fardani dan Anwari Ilman

Saat ini, NoLimit memiliki tiga produk utama yaitu NoLimit Dashboard, NoLimit Care, dan Online Loyalty. NoLimit Dashboard membantu pengguna memantau dan menganalisis informasi dari media sosial. NoLimit Care berupa aplikasi untuk membantu bisnis memiliki kanal terpadu sehingga bisa mengadakan layanan pelanggan melalui media sosial. Adapun Online Loyality adalah platform untuk membantu meningkatkan keterlibatan warganet terhadap kampanye yang dilakukan oleh brand di dunia maya.

Baca Juga: Kandidat seperti Apa yang Dicari Perusahaan Startup?

Kuassa

Kuassa adalah perusahaan pengembangan perangkat lunak yang mengkhususkan diri dalam amplifikasi gitar digital dan pemrosesan audio. Startup ini didirikan pada 2009 oleh musisi asal Bandung yaitu Arie Ardiansyah, vokalis dan gitaris dari band punk Disconnected dan Grahadea Kusuf, composer dari unit electro-pop Homogenic.

Para musisi di belakang Kuassa mencoba merancang produk yang dibutuhkan pemusik. Jadi, mereka menciptakan software dengan tampilan yang familiar dengan logika musisi, alur kerja cepat, dan kualitas suara mirip dengan hardware asli. Kebanyakan pengguna software audio Kuassa mulai dari musisi kamar hingga musisi profesional yang berasal dari Amerika dan Eropa. Produk Kuassa juga dipercaya oleh komposer film Hollywood, Dieter Hartmann, dan finalis The Voice Amerika, Tony Vincent.

Digital Happiness

Digital Happiness adalah studio developer video game yang terdaftar di bawah nama PT Digital Semantika Indonesia yang berbasis di Bandung Utara. Pendiri perusahaan, Rachmad Imron awalnya punya studio animasi, yang bercita-cita membuat game. Impiannya diwujudkan dengan membangun startup pada 2011, yang kemudian disahkan di tahun 2013.

Produk Digital Happines yang ternama adalah video game horor DreadOut, yang bisa melampaui 1 juta unduhan di semua platform.  Game ini populer di kalangan gamer Indonesia dan bahkan dunia. Salah satu gamer dengan subscriber terbanyak di YouTube, PewDiePie juga ikut memainkannya. Selain game utama, Digital Happiness juga membuat pengembangan DreadOut yang berjudul DreadOut: Keepers of The Dark dan game VR, DreadEye.

AeroTerrascan

Startup Asal Bandung: Dari Pengembang Game hingga Drone
Sumber: Jeshoots

AeroTerrascan merupakan perusahaan produsen pesawat tanpa awak (UAV) yang berlokasi di Bandung, Indonesia. Startup ini didirikan pada 2009 oleh Dian Rusdiana Hakim.

Sejak 2010, AeroTerrascan sudah menghasilkan beberapa karya UAV yang mampu menjawab kebutuhan industri di berbagai sektor, misalnya drone yang mampu memetakan gunung berapi. Klien AeroTerrascan berasal dari perusahaan swasta dan instansi pemerintah. Produknya juga banyak dimanfaatkan TNI Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Dian punya cita-cita meluncurkan pesawat tanpa awak hingga lapisan stratosfer.

Buat Anda yang sedang mencari lowongan kerja di Bandung, tak ada salahnya mencoba peruntungan dengan melamar di berbagai startup di Kota Kembang tersebut. Anda bisa menjadi bagian dari perkembangan teknologi mutakhir yang diciptakan anak bangsa. –Qerja

Baca Juga: Tempat “Meeting” Kondusif di Bandung



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next