UMP Tahun 2019 Naik, Ini Daftar Lengkapnya | Qerja

Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 Naik 8,03%. Berapa Besarnya Masing-Masing Provinsi?

Riyan Sugandy, 4 weeks ago
Upah Minimum Provinsi (UMP) 2019 Naik 8,03%. Berapa Besarnya Masing-Masing Provinsi?

Kementrian Tenaga Kerja sudah mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) untuk tahun 2019 sebesar 8,03%. Ini tentunya merupakan kabar yang cukup baik bagi para pekerja yang ada di Indonesia.

Dengan adanya kenaikan ini, Pemerintah melalui Kementrian Tenaga Kerja berharap tidak ada lagi demo permintaan kenaikan upah seperti tahun-tahun sebelumnya.  Tetapi dengan besaran kenaikan tersebut, berapa nominal rupiah yang akan menjadi patokan upah tahun depan?

Penetapan Kenaikan Sudah Sesuai Aturan

Penetapan kenaikan UMP 2019 menurut Kementrian Tenaga Kerja sudah dilakukan sesuai aturan yaitu berdasarkan Peraturan Pemerintah no. 78 Tahun 2015 mengenai Pengupahan. Sementara itu, Pemerintah Daerah wajib memberikan laporan mengenai Upah Minimum Provinsi untuk tahun 2019 pada tanggal 1 November 2018.

Sebagian besar pemerintah provinsi sudah mengeluarkan besaran nilai dari UMP tahun 2019 ini. Tercatat DKI Jakarta menjadi wilayah yang memiliki nilai UMP tertinggi dengan nominal Rp3.940.972.

Sementara itu, tercatat provinsi di Pulau Jawa masih memiliki nilai UMP di bawah Rp2.000.000,-. Tercatat Provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta dan juga Jawa Timur memiliki nilai UMP dikisaran Rp1.600.000,-.

Daftar UMP Tahun 2019

Berikut ini perkiraan merupakan daftar besaran UMP tahun 2019 di berbagai provinsi di Indonesia dilansir dari Tribunnews.com (16/11/2018).

Wilayah Pulau Sumatera dan Sekitarnya :

1. Aceh sebesar Rp. 2.935.985

2. Sumatera Utara sebesar Rp 2.303.402

3. Sumatera Barat sebesar Rp 2.289.228

4. Bangka Belitung, sebesar Rp 2.976.705

5. Kepulauan Riau, sebesar Rp 2.769.754

6. Riau, sebesar Rp 2.662.025

7. Jambi, sebesar Rp 2.423.888

8. Bengkulu, sebesar Rp 2.040.406

9. Sumatera Selatan, sebesar Rp 2.805.751

10. Lampung, sebesar Rp 2.241.269

Wilayah Pulau Jawa

11. Banten, sebesar Rp 2.267.965

12. DKI Jakarta, sebesar Rp 3.940.972

13. Jawab Barat, sebesar Rp 1.668.372

14. Jawa Tengah, sebesar Rp 1.605.396

15. Yogyakarta, sebesar Rp 1.570.922

16. Jawa Timur, sebesar Rp 1.630.058

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara

17. Bali, sebesar Rp 2.297.967

18. Nusa Tenggara Barat, sebesar Rp 1.971.547

19. Nusa Tenggara Timur, sebesar Rp 1.793.298

Wilayah Pulau Kalimantan

20. Kalimantan Barat, sebesar Rp 2.211.266

21. Kalimantan Selatan, sebesar Rp 2.651.781

22. Kalimantan Tengah, sebesar Rp 2.615.735

23. Kalimantan Timur, sebesar Rp 2.747.560

24. Kalimantan Utara, sebesar Rp 2.765.463

Wilayah Pulau Sulawesi

25. Gorontalo, sebesar Rp 2.384.020

26. Sulawesi Utara, sebesar Rp 3.051.076

27. Sulawesi Tengah, sebesar Rp 2.123.040

28. Sulawesi Tenggara, sebesar Rp 2.351.869

29. Sulawesi Selatan, sebesar Rp 2.860.382

30. Sulawesi Barat, sebesar Rp2.369.670

Wilayah Maluku dan Pulau Papua

31. Maluku, sebesar Rp 2.400.664

32. Papua, sebesar Rp 3.128.170

33. Papua Barat, sebesar Rp 2.881.160

Tentu saja besaran nominal upah ini masih bisa meningkat dan juga masih ada penentuan UMK sehingga implementasi setiap kota di provinsi tersebut akan berbeda.

Sanksi Bagi Perusahaan Yang Melanggar

Dengan adanya keputusan dari Kementrian Tenaga Kerja mengenai besaran kenaikan UMP ini, maka setiap perusahaan pada dasarnya wajib patuh pada peraturan ini. Jika ada perusahaan yang melanggar tentunya akan mendapatkan sanksi yang cukup berat.

Pelanggaran berupa pembayaran upah dibawah UMP merupakan sebuah perbuatan yang dapat dikategorikan sebagai sebuah tindakan pidana. Mengutip dari hukumonline.com (08/08/2017), tindakan Membayar upah lebih rendah dari upah minimum merupakan tindak pidana kejahatan, dengan ancaman hukuman pidana penjara bagi pengusaha paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 4 (empat) tahun dan/atau denda paling sedikit Rp 100 juta dan paling banyak Rp 400 juta.

Tentu saja, tindakan ini memang hanya bisa dilakukan apabila memang sudah tidak ada kesepakatan antara pengusaha dan pekerja. Semoga dengan adanya kenaikan UMP di tahun 2019, para pekerja bisa menjalani kehidupan dengan lebih baik. -Qerja

Baca Juga : UMP 2018 di Sejumlah Daerah Telah Ditetapkan: DKI Jakarta yang Tertinggi!



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next