Masalah Kesehatan Yang Dirasakan Pekerja Pabrik | Qerja

Lima Masalah Kesehatan Pekerja Pabrik Yang Sering Diderita

Eka Utami, 9 months ago
Lima Masalah Kesehatan Pekerja Pabrik Yang Sering Diderita

Sebagai negara yang terus berkembang, berbagai industri di Indonesia perlahan mulai hidup. Pembangunan ini tentunya membutuhkan banyak tenaga kerja terutama perusahaan-perusahaan manufaktur yang memiliki pabrik di Indonesia.

Intensitas pekerjaan yang cukup tinggi ditambah dengan lingkungan kerja yang strict, membuat pekerja pabrik tidak lepas dari ancaman berbagai masalah kesehatan. Apa saja masalah kesehatan yang biasanya dirasakan oleh para pekerja ini?

Gangguan Tidur

Masalah Kesehatan Pekerja Pabrik
Sumber: Pixabay

Pekerja pabrik dengan sistem shift pasti mengalami gangguan ritme sirkadian. Di saat tubuh harus beristirahat karena hari sudah gelap, pekerja shift malam malah harus beraktivitas maksimal. Jika melawan siklus tidur alami, maka tubuh akan merasa lelah, perubahan mood, dan penurunan kognitif.

Selanjutnya, apabila pekerja pabrik harus ganti shift, maka tubuh tidak bisa berubah dengan mudah dan cepat. Pekerja pabrik bisa saja tidak bisa tidur sebelum jam kerja karena belum terbiasa. Akibatnya, di saat jam kerja badan menjadi lelah dan berisiko terjadinya kecelakaan kerja.

Obesitas

Pekerja pabrik yang bekerja dengan sistem shift cenderung mengalami masalah pada sistem metabolisme. Orang yang aktif pada jam malam akan mengalami gangguan siklus sirkadian yang pada akhrinya memengaruhi pengaturan hormon. Salah satu hormon yang terganggu adalah hormon leptin yang mengatur nafsu makan dan membuat perasaan kenyang.

Ketika leptin berkurang, maka orang akan merasa lapar, sehingga pekerja pabrik yang mendapat giliran kerja malam perlu makan. Hal ini semakin berbahaya jika makanan yang dipilih kaya akan gula. Maka pekerja pabrik bisa mengalami obesitas, dan bahkan diabetes.

Hipertensi

Berdasarkan penelitian terhadap pekerja industri di Kawasan Pulo Gadung, Jakarta, salah satu gangguan kesehatan yang menghantui pekerja adalah hipertensi. Beberapa faktor yang menyebabkan pekerja pabrik mengalami tekanan darah tinggi yaitu umur. Maka, pekerja pabrik yang sudah berusia lebih tua seharusnya menyadari dan membatasi aktivitas fisik di luar pekerjaan.

Selain itu, penyebab hipertensi lainnya adalah obesitas dan kolesterol tinggi, dan kebiasaan merokok. Untuk menghindari hal ini, pekerja pabrik diharapkan bisa menjalani gaya hidup lebih sehat dengan meninggalkan rokok dan makan makanan lebih baik. Sementara hipertensi yang disebabkan stres lebih terkait dengan kepuasan kerja. Perusahaan semestinya memerhatikan kesejahteraan pekerja untuk menghindari hal ini.

Baca Juga: Delapan Kiat Fit dan Produktif Bekerja di Malam Hari

Penyakit Ginjal

Pekerja pabrik dihantui penyakit ginjal karena berada dalam ruang yang cukup panas dalam waktu lama. Selain itu, pekerja pabrik juga mengalami dehidrasi karena akses dan waktu luang terbatas untuk mengambil air minum di sela bekerja.

Untuk menghindari hal ini, pengusaha, otoritas, hingga peneliti dan berbagai pihak harus membuat peraturan dan merancang bangunan pabrik  agar tidak terlalu panas lebih nyaman bagi pekerja. Sementara pekerja pabrik sendiri harus menyiasati waktu untuk bisa minum lebih banyak, dan memilih minum air putih dibandingkan minuman berperisa.

Nyeri Punggung

Nyeri punggung –terutama nyeri punggung bagian bawah, sangat umum di kalangan pekerja industri seperti mekanik, pekerja pabrik, pekerja konstruksi dan lain-lain. Beberapa faktor penyebab nyeri punggung pada pekerja pabrik antara lain sering membawa beban berat, membawa beban dengan cara yang salah, melakukan pekerjaan berulang, dan membungkuk atau berjongkok dalam waktu lama.

Perusahaan bisa berinisiatif untuk mengurangi risiko sakit punggung pada pekerja pabrik dengan pengaturan jam kerja lebih baik, hingga merancang tempat kerja yang ergonomis. Pekerja pabrik sendiri juga bisa mencegah nyeri punggung dengan olahraga teratur seperti berenang. Apabila sudah terasa nyeri punggung, maka bisa diredakan dengan terapi panas, pijat, dan mengubah pengaturan posisi tubuh saat bekerja.

Stres dan Depresi

Masalah Kesehatan Pekerja Pabrik
Sumber: Pixabay

Selain masalah fisik, pekerja pabrik juga berpotensi mengalami gangguan kesehatan mental. Stres di tempat kerja bisa terjadi karena pekerjaan monoton, tekanan atasan, dan kekecewaan terhadap diri sendiri. Selain itu, hilangnya waktu berkualitas bersama teman dan keluarga karena kerja shift dan kerja akhir pekan juga bis menyebabkan stres.

Jika stres berkepanjangan ditambah dengan berbagai masalah pengupahan, kekerasan, ketakutan kehilangan pekerjaan, maka akan menyebabkan depresi. Masalah ini bisa diatasi bila karyawan pabrik pintar mengatur waktu berkualitas bersama teman dan keluarga di luar jam kerja. Selain itu, perusahaan juga bisa membantu mengurangi stres kerja dengan manajemen lebih baik dan meningkatkan kesejahteraan pekerja.

Meski tidak punya banyak pilihan pekerjaan, namun pekerja pabrik bisa mengurangi risiko kesehatan yang menghantuinya dengan mengubah gaya hidup lebih baik. Selain itu, pemilik perusahaan juga bisa berinvestasi untuk menciptakan aturan dan lingkungan pabrik yang lebih sehat buat pekerjanya. –Qerja

Baca Juga: Ketentuan Bekerja di Waktu Malam Bagi Karyawan Wanita



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next



Punya masalah dan dilema karir?
Kini kami punya solusi untuk Anda.

Ask the Expert!
Ikuti Kami