Hukuman Bagi Perusahaan Yang Telat Bayar Gaji | Qerja

Telat Bayar Gaji, Apa Akibatnya Bagi Perusahaan?

Riyan Sugandy, 8 months ago
Telat Bayar Gaji, Apa Akibatnya Bagi Perusahaan?

Beberapa waktu yang lalu, sempat tersebar informasi mengenai salah satu BUMN melakukan penundaan pembayaran gaji karena alasan internal. Tentunya ini menjadi sebuah hal yang cukup mengejutkan bagi beberapa pihak, terutama bagi para karyawannya.

Tetapi, kejadian ini tentunya bisa menimpa perusahaan manapun di Indonesia. Lalu, apa sebenarnya yang bisa mendasari terjadinya hal ini dan apa saja akibatnya bagi perusahaan yang melakukan penundaan pembayaran gaji?

Alasan Penundaan Penggajian

Pada dasarnya, hubungan kerja antara pekerja dengan perusahaan merupakan sebuah perjanjian secara hukum. Pihak pekerja dan perusahaan sebelum melakukan kerjasama melakukan perjanjian secara tertulis yang melalui Perjanjian Kerja Sama.

Di dalam perjanjian tersebut harus bisa merunut atau mengatur setiap hal yang akan dijalani kedua belah pihak selama kerjasama dilakukan. Termasuk di dalamnya juga harus menuangkan mengenai tata cara pembayaran dan waktu pembayaran gaji tersebut.

Dalam kasus penundaan pembayaran gaji ini tentunya juga sebaiknya diatur penyebab apa saja yang bisa ditolerir oleh kedua belah pihak. Bila dalam perjanjian kerja tersebut tidak diatur dan terjadi penundaan maka akan terjadi pelanggaran perjanjian kerja yang dilakukan oleh pemberi kerja.

Tetapi, bila dalam perjanjian tersebut sudah dituangkan secara rinci mengenai hal ini maka pihak pekerja tentunya harus sudah maklum. Walaupun begitu tetap saja penundaan ini tidak dibenarkan oleh Pemerintah.

Baca Juga : Strategi Tepat untuk Mengatur Gaji dan Pengeluaran

Hukuman Penundaan Pembayaran Gaji

Penundaan pembayaran gaji merupakan sebuah hal yang sangat dilarang oleh Pemerintah Indonesia. Berdasarkan peraturan Pemerintah melalui Undang-Undang no. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Dilansir dari konsultanhukum.web.id, berdasarkan kepada Pasal 93 ayat 2 UU No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan (UUK) mengatakan, Pengusaha yang karena kesengajaan atau kelalaiannya mengakibatkan keterlambatan pembayaran upah, dikenakan denda sesuai dengan persentase tertentu dari upah pekerja/buruh.

Denda yang dimaksud dikenakan dengan ketentuan (lihat Pasal 55 ayat 1 Peraturan Pemerintah No. 78 tahun 2015 tentang Pengupahan/PP Pengupahan):

  1. mulai dari hari keempat sampai hari kedelapan terhitung tanggal seharusnya Upah dibayar, Pengusaha dikenakan denda sebesar 5% (lima persen) untuk setiap hari keterlambatan dari Upah yang seharusnya dibayarkan;
  2. sesudah hari kedelapan, apabila Upah masih belum dibayar, Pengusaha dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a ditambah 1% (satu persen) untuk setiap hari keterlambatan dengan ketentuan 1 (satu) bulan tidak boleh melebihi 50% (lima puluh persen) dari Upah yang seharusnya dibayarkan; dan
  3. sesudah sebulan, apabila Upah masih belum dibayar, maka Pengusaha dikenakan denda keterlambatan sebagaimana dimaksud dalam huruf a dan huruf b ditambah bunga sebesar suku bunga yang berlaku pada bank pemerintah.

Pengenaan denda sebagaimana dimaksud di atas tidak menghilangkan kewajiban Pengusaha untuk tetap membayar Upah kepada Pekerja/Buruh (lihat Pasal 55 ayat 2 PP Pengupahan)

Adapun langkah hukum yang bisa dilakukan karyawan adalah Pertama, membicarakan hal ini terlebih dahulu dengan Pengusaha (jalur bipartit).

Kedua, Jika tidak menemukan penyelesaian, Anda bisa melakukan penyelesaian perselisihan melalui tripartit dengan mediasi di mana yang menjadi mediatornya adalah pihak dari suku Dinas Tenaga Kerja Dan Tramsigrasi setempat.

Ketiga, jika mediasi juga tidak berhasil, Anda dapat mengajukan gugatan kepada Pengadilan Hubungan Industrial.

Tentunya kita berharap agar kejadian ini tidak terjadi di perusahaan manapun di Indonesia. Sebagai karyawan dan pengusaha, harapannya agar lebih mengerti mengenai ketentuan seperti ini sehingga tidak ada lagi dirugikan. -Qerja

Baca Juga : Tips Nego Gaji untuk Generasi Milenial



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next