Perbedaan Pasar Uang dengan Pasar Modal | Qerja

Pasar Uang dan Pasar Modal. Apa Saja Bedanya?

Eka Utami, 3 months ago
Pasar Uang dan Pasar Modal. Apa Saja Bedanya?

Kita sering mendengar istilah pasar uang dan pasar modal sebagai tempat untuk berinvestasi. Pasar uang adalah tempat terjadinya permintaan dan penawaran dana-dana yang terwujud dalam bentuk surat berharga. Jangka waktu surat berharga yang diperjualbelikan biasanya berlaku selama kurang dari setahun.

Sementara pasar modal yaitu tempat bertemunya pihak yang memerlukan dana jangka panjang dan pemilik dana. Instrumen jangka panjang yang diperjualbelikan seperti surat utang dan saham.

Berdasarkan penjelasan di atas, kita sudah bisa membayangkan perbedaan kedua jenis pasar berdasarkan jangka waktu dan produk. Tetapi, sebenarnya masih ada sederet perbedaan di antara keduanya. Baca pembahasannya di artikel berikut ini ya, Qolega.

Jangka Waktu

Lembaga keuangan, perusahaan non keuangan, dan peserta lainnya menjadikan pasar uang sebagai sarana alternatif untuk memenuhi kebutuhan dana jangka pendeknya, misalnya untuk tambahan modal ekspansi. Sementara pemilik dana memanfaatkan pasar uang untuk penempatan kelebihan likuiditas, dan berharap mendapat imbal hasil berupa bunga dalam waktu dekat.

Sementara, jika ingin berinvestasi dalam jangka panjang, investor bisa memilih pasar modal. Pasar modal dimanfaatkan oleh perusahaan untuk mendapat dana dari masyarakat pemodal. Dana yang didapat bisa digunakan untuk pengembangan usaha, ekspansi, penambahan modal kerja dan sebagainya. Investor bisa mendapat keuntungan dalam bentuk deviden atau capital gain.

Instrumen yang Diperjualbelikan

Instrumen pasar uang misalnya Sertifikat Bank Indonesia (surat berharga utang jangka pendek yang diterbitkan pemerintah), Surat Berharga Pasar Uang (surat berharga yang ditentukan oleh Bank Indonesia), dan Sertifikat Deposito (instrumen keuangan yang dikeluarkan oleh Bank terhadap simpanan nasabahnya). Selain itu, ada yang disebut Call Money yaitu instrumen keuangan untuk kegiatan transaksi pinjam-meminjam sejumlah dana antar Bank. Ada pula Banker’s Acceptance yang merupakan surat berharga yang dipakai untuk kegiatan ekspor-import barang.

Produk keuangan yang diperdagangkan di pasar modal yaitu saham yang merupakan tanda penyertaan modal seseorang atau pihak (badan usaha) dalam suatu perusahaan atau perseroan terbatas. Ada pula obligasi yaitu surat utang jangka menengah panjang yang dapat dipindahtangankan. Obligasi berisi janji dari pihak penerbit surat utang kepada pembeli obligasi tentang imbalan bunga pada periode tertentu dan pelunasan pokok utang. Selain itu, instrumen yang diperjualbelikan di pasar modal yaitu reksadana, Exchanged Traded Fund (reksadana berbentuk Kontrak Investasi Kolektif), dan derivatif (kontrak perjanjian peluang keuntungan atas kinerja aset).

Baca Juga: Mau Belajar Investasi Saham? Daftar Sekolah Pasar Modal Aja!

Otoritas Tertinggi

Pasar Uang dan Pasar Modal. Apa Bedanya?
Sumber: Kemenkeu.go.id

Otoritas tertinggi pasar uang adalah Bank Indonesia. Bank sentral berwenang melakukan pengaturan, perizinan, pengembangan, dan pengawasan pasar uang. Dengan demikian, Bank Indonesia bisa  meningkatkan efektivitas kebijakan moneter, mencegah dan mengurangi risiko sistemik, meningkatkan efisiensi pasar uang, dan  mengembangkan pasar keuangan.

Sementara otoritas tertinggi pasar modal adalah Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Kementerian yang bertanggung jawab atas kebijakan dan regulasi pasar modal.

Tempat Transaksi

Transaksi jual beli di pasar uang tidak terikat pada tempat tertentu. Proses transaksi bisa dilakukan dengan alat komunikasi antar bank.

Adapun transaksi jual beli pasar modal dilakukan di Bursa Efek Indonesia. Jika ingin bertransaksi di BEI, Anda harus melalui perantara yaitu perusahaan broker yang melakukan perdagangan saham.

Risiko

Setiap investasi mengandung risiko. Risiko yang membayangi pasar uang antara lain fluktuasi nilai surat berharga yang menyebabkan capital loss, perubahan nilai mata uang, inflasi, hingga gagal bayar.

Investasi saham di pasar modal pun tak lepas dari risiko. Kestabilan  harga saham bisa dipengaruhi oleh kinerja bisnis perusahaan, likuiditas, nilai tukar mata uang, hingga kondisi ekonomi dan politik. Selain itu, faktor emosional investor yang seringkali mempengaruhi keputusan jual-beli saham juga bisa berpengaruh pada harga.

Dengan memahami perbedaan pasar uang dan pasar modal, Anda bisa menentukan tempat investasi yang tepat sesuai kebutuhan. –Qerja

Baca Juga: Mengenal Saham, Obligasi dan Reksa Dana Sebagai Pilihan Investasi



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next