Berapa Kandungan Gizi Mie Instan Per Bungkusnya | Qerja

Berapa Kandungan Gizi Mie Instan Dalam Setiap Bungkusnya?

Eka Utami, 4 months ago
Berapa Kandungan Gizi Mie Instan Dalam Setiap Bungkusnya?

Mi instan adalah salah satu makanan alternatif yang enak rasanya. Cara mengolah mi instan terbilang mudah sehingga seringkali jadi dipilih sebagai makanan untuk mengganjal perut yang lapar di malam hari. Selain itu, harga mi instan juga murah, jadi cocok untuk “makanan akhir bulan” saat dompet sudah cekak.

Tapi, katanya mi instan adalah makanan yang tidak bergizi dan bisa berbahaya bagi kesehatan. Benarkah? Sebenarnya, kita bisa lihat sendiri informasi kandungan gizi yang ada di balik setiap bungkus mi instan. Dengan mencermatinya, kita bisa mengetahui seberapa besar manfaat yang bisa didapat dengan mengonsumsi mi instan.

Kalori

Setiap makanan pasti mengandung kalori yang terdiri dari protein, karbohidrat, dan lemak. Pada setiap sajian mi instan, kita akan mendapatkan 300-400 kkal. Maka, setelah mengonsumsi mi instan, kita akan merasa berstamina, dan tidak lemas.

Kalori dari mi instan hanya bisa memenuhi sebagian dari kebutuhan harian. Sebagai catatan, kebutuhan kalori wanita dewasa sekitar 1.800-2.000 kalori, sementara pria dewasa membutuhkan sekitar 2.200-2.400 kalori.

Karbohidrat

Karbohidrat adalah zat gizi penting yang berfungsi menyumbang energi yang diperlukan oleh tubuh. Karbohidrat bisa membentuk energi. Satu gram karbohidrat mengandung 4 kalori.

Di dalam satu bungkus mi instan kuah dengan berbagai rasa, terdapat sekitar 40-46 gram karbohidrat. Sementara mi instan goreng mengandung 52-60 gram karbohidrat. Karbohidrat dalam mi instan menyumbang hampir seperlima kebutuhan karbohidrat manusia. Wanita usia produktif membutuhkan 309-323 gram karbohidrat per hari, sementara pria dewasa harus mencukupi kebutuhan karbohidrat harian sekitar 368-394 gram per hari.

Lemak

Pada proses pembuatan mi instan, produsen menggunakan minyak. Maka, hampir 30 persen kalori pada mi instan berasal dari minyak yang terkandung pada mi dan bumbunya. Jika dinyatakan dalam satuan berat, maka lemak yang terdapat dalam mi instan sekitar 10-16 gram.

Anda harus hati-hati menjaga asupan lemak ke dalam tubuh. WHO merekomendasikan konsumsi lemak tidak lebih dari 30 persen dari asupan total energi per hari, atau maksimal 67 gram saja. Kelebihan asupan lemak bisa menyebabkan kenaikan berat badan.

Protein

Protein berfungsi untuk membantu mengatur metabolisme tubuh sehingga fungsi organ berjalan dengan baik. Kebutuhan protein wanita dewasa sebesar 56 gram per hari. Sementara pria dewasa harus mengonsumsi protein 62-65 gram setiap hari.

Kandungan gizi protein yang terdapat dalam setiap sajian mi instan hanya sekitar 7-8 gram. Jumlah tersebut masih jauh dari angka kecukupan gizi yang disarankan. Maka, jika ingin mengonsumsi mi instan, sebaiknya ditambahkan protein seperti telur, bakso, ayam, dan lainnya.

Baca Juga: Pilihan Cara Makan Siang Sehat di Kantor

Serat

Kita butuh mengonsumsi serat untuk melancarkan sistem pencernaan. Serat juga berfungsi untuk mengikat lemak, gula dan kolesterol dari sisa makanan yang akan dikeluarkan dari dalam tubuh.

Berdasarkan acuan gizi dasar BPOM, kebutuhan serat orang dewasa sebesar 25 gram per hari. Sementara mi instan hanya mengandung 2 gram serat pada setiap bungkunya. Maka, orang biasanya menambahkan sayuran seperti caisim saat menyajikan mi instan.

Vitamin

Produsen mi instan melakukan menambahkan beberapa jenis zat gizi mikro ke dalam produknya dengan cara fortifikasi. Maka, mi instan yang kita konsumsi juga mengandung berbagai vitamin. Misalnya, satu sajian mi instan rasa ayam bawang mengandung 20 persen vitamin A, 25 persen vitamin B1, 20 persen vitamin B6, dan 20 persen vitamin B12.

Tapi, apakah kandungan vitamin dalam mi instan sudah bisa memenuhi kebutuhan tubuh Anda? Tentu saja tidak. Anda perlu mengecek kembali kebutuhan vitamin A yang seharusnya mencapai 3000 IU. Sementara kebutuhan vitamin B1 dan B6 berkisar antara 1,2-1,3 miligram.

Mineral

Mineral yang telah difortifikasi juga mengandung mineral seperti zat besi. Tetapi jumlahnya hanya sekitar 15 persen di setiap sajian. Selain itu, mi instan juga mengandung asam folat, asam pantotenat dan niasin.

Mi instan juga mengandung natrium tinggi yang jumlahnya bisa mencapai 1330 miligram. Padahal, berdasarkan Angka Kecukupan Gizi 2013, kebutuhan natrium orang dewasa adalah 1500 miligram per hari. Jadi, setelah mengonsumsi mi instan, And aharus berhati-hati dalam memilih makanan lain. Jangan sampai asupan natrium melebihi 2000-2400 miligram per hari.

Satu bungkus mi instan memang sudah mengandung gizi yang dibutuhkan tubuh. Tetapi, tidak bisa memenuhi kebutuhan nutrisi harian yang disarankan. Maka, jangan mengandalkan mi instan sebagai satu-satunya sumber makanan utama. Jika ingin mengonsumsi mi instan, sebaiknya tambahkan dengan sumber protein dan serat yang lain. –Qerja

Baca Juga: Lima Pilihan Camilan Sehat Buat Teman Lembur



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next