Profesi Yang Mendapat Keringanan Puasa Ramadan | Qerja

Empat Profesi Yang Mendapat Keringanan Puasa Ramadan. Siapa Saja Mereka?

Eka Utami, 4 months ago
Empat Profesi Yang Mendapat Keringanan Puasa Ramadan. Siapa Saja Mereka?

Puasa Ramadan adalah merupakan salah satu ibadah wajib dalam rukun Islam. Setiap orang Islam yang cukup umur, berakal, mampu berpuasa wajib menjalankan ibadah ini. Sementara anak-anak, orang sakit, orang tua dan lemah, serta musafir tak wajib berpuasa.

Di luar ketentuan itu, ternyata ada golongan orang yang termasuk pekerja berat yang juga mendapat keringanan di Bulan Ramadan. Bagi mereka yang memilih membatalkan puasa Ramadan karena pekerjaan berat, harus mengganti puasanya di hari lain.

Berikut pekerja berat yang diperbolehkan untuk tidak berpuasa di Bulan Ramadan yang disarikan dari situs NU dan Republika.

Buruh Tani

Buruh tani adalah salah satu pekerjaan yang mendapat keringanan untuk membatalkan puasa Ramadan pada siang hari jika tidak kuat menahan lapar dan dahaga sampai maghrib. Pasalnya, pekerjaan buruh tani terbilang berat, apalagi pada musim panen. Sebagai contoh buruh tani padi yang harus memanen hingga mengangkat berkarung-karung padi di bawah terik matahari.

Bahkan, para kiai dari perwakilan Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama se-Jawa Tengah sepakat memperbolehkan menyediakan makanan bagi buruh tani di Bulan Ramadan. Syaratnya, buruh tani datang dari jarak yang jauh (sekitar 81 kilometer) sehingga bisa dikategorikan sebagai musafir. Apalagi, jika buruh tani tersebut berangkat kerja sejak sebelum subuh.

Kuli Bangunan

Kuli bangunan bekerja di tempat terbuka sehingga berisiko terkena panas dan hujan setiap hari. Apalagi jika buruh bangunan bekerja di bagian kontruksi baja sehingga seringkali harus mengangkat barang-barang berat. Selain itu, seorang buruh bisa saja harus bekerja di tempat tinggi tanpa alat pengaman. Ditambah lagi, pekerjaan itu belum tentu didukung oleh jaminan sosial dan kesejahteraan.

Berdasarkan gambaran di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa kuli bangunan memang perlu tenaga dan stamina ekstra untuk mendukung pekerjaannya. Jika seorang kuli memaksakan diri untuk berpuasa saat melakukan pekerjaan berat, maka akan kehilangan konsentrasi dan energi sehingga berisiko cedera atau bahkan kematian.

Pandai Besi

Pandai besi yang membuat berbagai alat pertukangan dan perkakas lainnya dengan cara tradisional juga termasuk pekerja berat. Sat bekerja, pandai besi harus berkutat dengan panas dan mengangkat benda berat. Mulai dari melebur besi, membakar dan membentuk besi dengan palu, mengikir dengan gerinda, hingga penyepuhan, penghalusan dan pemasangan pegangan pada alat.

Jadi, bila seorang pandai besi merasa kesulitan melakukan pekerjaan dalam keadaan berpuasa hingga lemas dan kehilangan tenaga, maka boleh membatalkan puasa di siang hari. Namun, jika puasa hanya menyebabkan sedikit pusing dan sakit ringan, maka tidak harus membatalkan puasa.

Atlet Profesional

Atlet profesional boleh tidak berpuasa Ramadan jika hal itu bisa merusak performanya saat di lapangan. Namun, jika berpuasa hanya dirasa memberatkan, mengurangi stamina, dan tidak terlalu berpengaruh pada tim, maka atlet sebaiknya tetap berpuasa.

Sekali lagi, keringanan ini hanya berlaku untuk atlet profesional yang terikat pada tim, sehingga harus menunjukkan performa yang prima. Selain itu, atlet tersebut juga menghibahkan segenap waktunya untuk profesinya. Jadi, hukum ini tidak berlaku bagi masyarakat biasa yang melakukan olahraga karena hobi.

Selain empat jenis pekerjaan di atas, ada beberapa sumber yang menyebutkan pekerja berat lain yang boleh membatalkan puasa jika tidak mampu. Contohnya seperti kuli angkut pelabuhan, petani tambak garam, buruh pembuat roti, buruh tambang, dan pekerja kasar lainnya.

Para pekerja berat tersebut adalah orang-orang yang harus melakukan pekerjaannya di bawah terik sinar matahari, berhubungan dengan mesin panas dan mengangkat benda berat. Puasa hukumnya wajib, tetapi mencari nafkah pun tak kalah penting.

Tetapi harus diingat bahwa hukum wajib tetap berlaku bagi pekerja-pekerja tersebut. Sehingga sebaiknya orang dengan profesi tersebut sebaiknya tetap berusaha shaum semampunya. Jika memang kondisi tidak memungkinkan dan terpaksa harus membatalkan shaum, maka mereka tetap wajib menggantinya di hari lain. –Qerja

Baca Juga: Pekerjaan Berat Bisa Menyebabkan Wanita Sulit Hamil



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next