Kebijakan Jam Kerja Selama Ramadan 2019 | Qerja

Kebijakan Jam Kerja PNS dan Pegawai Swasta Selama Ramadan 2019

Eka Utami, 6 months ago
Kebijakan Jam Kerja PNS dan Pegawai Swasta Selama Ramadan 2019

Pada bulan Ramadan, sebagian pegawai instansi pemerintah dan karyawan perusahaan swasta menjalankan ibadah puasa dengan menahan lapar dan dahaga sehari penuh. Maka, pemerintah dan perusahaan swasta menyesuaikan waktu kerja pegawai.

Hal ini dilakukan karena karyawan tidak perlu waktu istirahat yang panjang untuk makan siang. Selain itu, perusahaan juga ingin memberikan kesempatan pada pekerjanya agar bisa pulang kantor lebih cepat sehingga dapat fokus beribadah. Berikut kebijakan jam kerja pada Ramadan 2019 untuk Aparatur Sipil Negara dan karyawan swasta.

Aturan Jam Kerja ASN

Berdasarkan surat edaran yang dikeluarkan oleh Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara, jam kerja aparatur sipil negara selama bulan Ramadan 2019 minimal 32,50 jam per pekan. Berdasarkan acuan tersebut, jam kerja selama Senin sampai Kamis ditetapkan pukul 08.00-15.00 dengan istirahat selama 12.00-12.30. Sementara untuk hari Jumat, jam kerja ASN pukul 08.00-15.30 dengan waktu rehat 11.30-12.30

Adapun untuk instansi yang memberlakukan enam hari kerja, jam kerja ASN yang berlaku pada hari Senin sampai Kamis, dan Sabtu adalah pukul 08.00-14.00, dengan istirahat pada jam 12.00-12.30. Khusus untuk hari Jumat, jam kerja ASN pukul 08.00-14.30 dengan istirahat pukul 11.30-12.30. Jam kerja ASN selama Ramadan minimal 32,5 menjadi acuan bagi para menteri, Kapolri, Panglima TNI, dan kepala daerah untuk menetapkan aturan. Ketentuan pelaksaan lebih lanjut ditentukan oleh pemerintah pusat dan daerah.

Baca Juga: Ibadah dan Amalan di Sela Jam Kerja Selama Bulan Puasa

Aturan Jam Kerja ASN di Daerah

Acuan waktu kerja Ramadan 2019 minimal 32,5 jam per pekan diterjemahkan dengan cara berbeda di berbagai daerah. Contohnya, Gubernur Banten yang memberlakukan jam kerja ASN di lingkungan pemerintah provinsi yaitu mulai pukul 06.00-12.30.

Kebijakan tersebut diambil setelah melalui berbagai pertimbangan, mulai dari pegawai yang tempat tinggalnya jauh, hingga pegawai yang perlu pulang lebih awal untuk menyiapkan buka puasa.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Sampang mengatur jam kerja Ramadan bagi pegawai yang masuk lima hari kerja mulai pukul 07.30-14.30 tanpa istirahat. Sementara untuk hari Jumat, jam kerja mulai 07-30-11.00. Adapun untuk perangkat daerah yang masuk selama enam hari kerja berlaku jam kerja 07.30-13.45. Khusus hari Jumat, pegawai masuk jam 07.30-11.00, dan jam kerja Sabtu yaitu 07.30-11.30.

Aturan Jam Kerja Perusahaan Swasta

Aturan jam kerja pada bulan Ramadan untuk karyawan swasta tidak diatur secara tegas pada Undang Undang Ketenagakerjaan. Tetapi, pada prinsipnya, perusahaan harus memberikan kesempatan pada karyawan agar bisa menjalankan ibadah yang diwajibkan agamanya.

Dalam hal ini, perusahaan bisa menyiapkan tempat ibadah yang baik sesuai dengan kemampuan keuangan perusahaan, serta tidak menghalangi ibadah pada waktunya.

Biasanya ketentuan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Direksi perusahaan yang bersangkutan. Lalu, pada praktiknya, perusahaan swasta memajukan jam masuk kerja dari pukul 09.00 menjadi pukul 08.00, dan mengizinkan karyawan pulang lebih awal jam 16.00.

Dengan kebijakan ini, pegawai pemerintah dan karyawan swasta bisa bekerja dengan optimal dan tetap menjalankan ibadah dengan baik. Selamat berpuasa! –Qerja

Baca Juga: Lima Manfaat Pemangkasan Jam Kerja Selama Bulan Puasa



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next