Menggunakan THR Untuk Mudik, Bijak Kah? | Qerja

Menggunakan THR untuk Mudik, Bijak Kah?

Eka Utami, 4 months ago
Menggunakan THR untuk Mudik, Bijak Kah?

Tunjanan Hari Raya (THR) sudah turun. Kini saatnya kita mengatur keuangan dengan bijak agar uang tambahan tidak mengalir begitu saja untuk hal-hal yang tidak perlu.

Salah satu kebutuhan kita yang mesti dipenuhi di akhir Ramadan adalah mudik. Sebagian orang menggunakan THR ini untuk kebutuhan tradisi pulang kampung tersebut.

Tapi, apakah bijak menggunakan THR buat mudik? Berikut beberapa pertimbangan sebelum mengambil keputusan.

THR Tidak untuk Mudik

Menurut pendapat Perencana Keuangan Eko Endarto yang dikutip dari Detik.com, THR sebaiknya tidak digunakan untuk mudik sebab nilainya tidak akan cukup. Seperti yang kita tahu bahwa ongkos perjalanan menjelang Lebaran biasanya melonjak tajam. Maka, pos tranportasi mudik akan sangat besar, apalagi jika Anda berencana pulang kampung bersama keluarga. Sementara THR yang kita dapat paling-paling hanya satu kali gaji pokok.

Selain itu, tiket angkutan Lebaran biasanya dijual jauh-jauh hari. Misalnya, tiket kereta api yang sudah bisa dibeli tiga bulan sebelum Idul Fitri dan ludes seketika. Jadi, jika Anda menunggu THR untuk mudik, maka akan kesulitan mendapatkan tiket perjalanan. Kalau salah strategi, Anda malah jadi gagal mudik.

Maka, Eko menyarankan kebutuhan Lebaran –termasuk mudik- diambil dari uang tabungan yang disisihkan dari gaji setiap bulan. Jadi, untuk ongkos mudik tahun depan bisa dicicil dari 10-12 bulan sebelumnya. Besarnya tabungan mudik disesuaikan dengan kemampuan. Menurut Eko, dengan menabung 5 persen dari gaji bulanan bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan hari raya.

Baca Juga: Tips Menyusun Prioritas THR untuk Karyawan

THR Bisa Digunakan untuk Keperluan Mudik yang Lain

Kebutuhan mudik bukan sekadar ongkos transportasi saja. Tetapi, kita juga membutuhan uang untuk biaya rekreasi di kampung halaman, salam tempel untuk sanak famili, dan bahkan sewa penginapan jika rumah orangtua tak cukup menampung seluruh keluarga.

Di situs Liputan6.com, Eko Endarto sendiri menyarankan agar THR digunakan untuk biaya makanan selama perjalanan mudik yang panjang. Dengan membawa bekal makanan sendiri untuk sahur dan berbuka puasa di kendaraan, maka uang yang dikeluarkan akan lebih sedikit.

Selain itu, Eko juga mengingatkan untuk menyisihkan THR buat dana darurat. Beberapa kejadian darurat yang mungkin terjadi saat perjalanan mudik bisa saja terjadi saat berkendara dengan mobil. Kejadian ban mobil kempes atau mobil mogok di tengah jalan mungkin tak bisa dihindari. Dengan simpanan dana darurat, Anda tidak harus “mengganggu” gaji bulanan untuk kebutuhan mudik.

Mungkin, pada akhirnya seluruh THR Anda akan habis untuk keperluan mudik ini. Tetapi, setidaknya uang Anda telah digunakan untuk hal-hal yang penting. Selain itu, Anda mendapat kepuasan tersendiri karena bisa berlebaran di kampung halaman bersama orangtua dan keluarga serta kerabat lainnya. Jadi, selalu buat perencanaan finansial yang cermat, agar Anda bisa menggunakan uang dengan lebih bijak. –Qerja

Baca Juga: Ikut Mudik Gratis, Apa Saja Untungnya?



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next