Lima Pilihan Investasi Biaya Pendidikan Anak | Qerja

Lima Pilihan Investasi Untuk Biaya Pendidikan Anak

Eka Utami, 1 month ago
Lima Pilihan Investasi Untuk Biaya Pendidikan Anak

Menjelang  tahun ajaran baru, banyak orangtua yang pusing memikirkan biaya pendidikan anak. Mulai dari dana pelunasan uang pangkal, SPP beberapa bulan ke depan, hingga kebutuhan sekolah lainnya menjadi beban pikiran. Apalagi, tahun ajaran baru kali ini berdekatan dengan Lebaran, sehingga sebagian tabungan dan dana cadangan sudah terpakai untuk kebutuhan hari raya.

Sebenarnya, kegalauan ini tidak perlu terjadi jika orangtua sudah merencanakan keuangan untuk pendidikan anak sejak jauh hari. Salah satunya cara mempersiapkan biaya pendidikan anak adalah dengan investasi.

Sebagai catatan, biaya pendidikan anak bisa mengalami kenaikan hingga 10 persen per tahun. Jadi, pilihlah instrumen yang memberikan imbal hasil lebih tinggi dari inflasi pendidikan tersebut. Berikut beberapa instrumen investasi yang cocok untuk mempersiapkan biaya pendidikan anak.

Emas

Emas adalah instrumen investasi yang disarankan untuk tujuan keuangan dengan jangka waktu tiga hingga lima tahun. Jadi, jika Anda punya anak yang belum masuk usia sekolah, maka bisa menyimpan emas untuk kebutuhan uang masuk Taman Kanak-kanak atau Sekolah Dasar kelak. Atau, jika Anda memiliki anak yang sudah duduk di Sekolah Menengah Pertama, maka logam mulia bisa disimpan untuk biaya masuk Sekolah Menengah Atas pilihan.

Sementara itu, jika sudah punya simpanan emas, maka Anda bisa menjual atau menggadaikannya untuk melunasi biaya masuk sekolah tahun ini. Jadi, emas ini bisa “menyelamatkan” Anda dari utang yang mungkin timbul karena cadangan tabungan pendidikan sudah keburu habis untuk keperluan Lebaran yang lalu.

Obligasi

Obligasi ritel yang diterbitkan pemerintah juga bisa digunakan untuk investasi jangka pendek untuk kebutuhan biaya pendidikan anak dalam kurun waktu tiga tahun mendatang. Keunggulan obligasi pemerintah antara lain potensi gagal bayar sangat kecil, kupon di atas deposito, dan bisa menjaga uang dari inflasi.

Obligasi ini bisa menjadi pilihan bagi investor konservatif. Namun, instrumen ini juga dapat dijadikan dana cadangan untuk tipe investor agresif.

Baca Juga: Tips Berinvestasi Emas untuk Anda

Reksa Dana

Kunci utama memilih reksa dana untuk biaya pendidikan anak adalah yang bersifat konservatif. Jenis reksa dana pendapatan tetap cocok buat persiapan biaya pendidikan anak untuk lima tahun mendatang. Penempatan aset reksa dana pendapatan tetap di obligasi dengan fluktuasi pasar yang relatif rendah, namun keuntungannya bisa lebih dari inflasi biaya pendidikan.

Namun, jika Anda tipe investor agresif, maka bisa memilih reksa dana campuran atau saham untuk investasi biaya pendidikan anak jangka panjang. Dengan catatan, Anda harus rajin memantau kinerja setiap tahun. Apabila rencana keuangan awal selama 10 tahun, tapi tujuan keuangan sudah tercapai pada tahun ke-7 atau ke-8, maka Anda bisa menariknya. Kemudian, Anda bisa “mengamankan” uang tersebut di reksa dana pasar uang.

Deposito

Biaya pendidikan anak bukan hanya uang sekolah saja. Orangtua juga perlu menyiapkan biaya untuk kebutuhan les, baik untuk mendukung akademis atau bakat anak lainnya. Anda bisa memilih deposito sebagai instrumen investasi untuk membiayai ongkos les anak di masa mendatang.

Satu hal yang perlu diingat bahwa bank memberikan syarat jumlah minimal uang yang bisa didepositokan. Kalau Anda sudah punya tabungan yang cukup atau mendadak dapat rezeki besar, maka bisa menyimpannya di deposito. Deposito akan mengamankan uang Anda dalam waktu 1 bulan, 3 bulan, 1 tahun, atau rentang waktu lain sesuai rencana keuangan. Anda akan mendapat bunga yang lebih tinggi daripada tabungan biasa.

Tabungan Pendidikan

Orangtua yang masih konvensional akan memilih tabungan untuk mempersiapkan biaya sekolah buah hati. Melihat kebutuhan tersebut, pihak bank mengeluarkan produk khusus tabungan untuk pendidikan anak.

Tabungan pendidikan kurang cocok untuk investasi jangka panjang. Soalnya, bunga yang diberikan sangat kecil. Tapi, uang yang Anda simpan tersebut, bisa digunakan untuk membayar kursus, uang bulanan sekolah, dan melengkapi kebutuhan buku serta alat tulis.

Dengan perencanaan keuangan yang matang, Anda tidak perlu pusing memikirkan biaya pendidikan anak setiap kali tahun ajaran baru. Pilih instrumen investasi yang tepat sesuai dengan tujuan keuangan Anda. –Qerja

 Baca Juga: Ingin Menjadi Dokter? Inilah Perkiraan Biaya Kuliah Jurusan Kedokteran Di Indonesia



Berlangganan Artikel Kami

Dapatkan tips karir terbaru dengan berlangganan artikel kami

Related Posts

Read This Next